
"Lelaki tanpa wanita akan tetap jadi raja, tapi lelaki tanpa sang ibu bagai robot tanpa pencipta.
Ibumu...ibumu...ibumu....baru ayahmu.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=> Ray <\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Setelah mengirim chat kepada Aska, Zai meletakkan ponselnya di atas kasur. Zai yang merasa bosan lalu dia melihat ke arah gitar kesayangannya yang berada di samping meja belajar. Zai turun dari tempat tidur lalu dia berjalan ke arah gitar ke sayangnya.
Zai yang sudah berdiri di samping meja belajar lalu dia mengambil gitar kesayangan nya. Zai duduk di kursi yang berada di depan meja belajar. Zai memangku gitar kesayangan di pahanya, dia mencoba memetik senar gitarnya. Zai yang merasa suara peti kan gitarnya tidak pas lalu dia mulai menyetel gitar tersebut sampai suara peti kan gitarnya pas.
Setelah Zai merasa peti kan gitarnya pas lalu dia mencoba memainkan gitarnya. Dia memainkan gitar sambil menyanyikan sebuah lagu.
🎵Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
🎵Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
🎵Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah
🎵Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
🎵Izinkan ku lukis senja
🎵Mengukir namamu di sana
🎵Mendengar kamu bercerita
🎵Menangis tertawa
🎵Biar ku lukis malam
🎵Bawa kamu bintang-bintang
🎵Tuk temanimu yang terluka
🎵Hingga kau bahagia
🎵Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti
🎵Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
🎵Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak indah
🎵Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
🎵Izinkan ku lukis senja
🎵Mengukir namamu di sana
🎵Mendengar kamu bercerita
__ADS_1
🎵Menangis tertawa
🎵Biar ku lukis malam
🎵Bawa kamu bintang-bintang
🎵Tuk temanimu yang terluka
🎵Hingga kau bahagia hah
🎵Izinkan ku lukis senja
🎵Mengukir namamu di sana
🎵Mendengar kamu bercerita
🎵Menangis tertawa
🎵Biar ku lukis malam
🎵Bawa kamu bintang-bintang
🎵Tuk temanimu yang terluka
🎵Hingga kau bahagia
🎵Tuk temanimu yang terluka
🎵Hingga kau bahagia
Ucup merapikan penampilan rambut di depan cermin yang ada di depan lemari pakaian tersebut. Ucup menyisir rambutnya mengunakan jari-jari yang ada di tangannya. Setelah Ucup merasa rapi dengan penampilan pakaiannya, dia mencium pakaian yang dia pakai. Ucup mengambil botol parfum yang berada di atas meja belajarnya.
Ucup menyemperotkan parfum tersebut ke pakaian yang dia pakai. Setelah itu Ucup kembali meletakkan botol parfum ke atas meja belajar. Ucup berjalan keluar dari pintu kamarnya, dia mendengarkan suara Zai yang sedang bernyanyi dengan di iringi oleh gitar.
Ucup berjalan ke arah kamar Zai, dia sudah berada di depan pintu kamar Zai. Ucup membuka pintu kamar Zai.
Ceklek............ Ceklek
Setelah pintu kamar Zai terbuka Ucup berjalan masuk ke dalam kamar Zai. Sedangkan Zai yang masih sibuk melihat ke arah gitarnya sambil menyanyikan lagu melukis senja. Ucup menghampiri Zai yang sedang duduk di kursi sambil menyanyi dan memainkan gitarnya.
"Zai." Ucup memegang baju Zai.
"Eh.....abang." Zai berhenti main menyanyi dan memetik gitarnya, dia mengangkat wajahnya melihat Ucup yang sudah berdiri di hadapan nya.
"Kamu kok main gitar?" tanya Ucup.
"Habis aku bosan, abang mau kemana kok udah rapi?" Zai melihat Ucup yang sudah berpakaian rapi.
"Abang mau kampus, kamu abang tinggal sendirian di rumah ya?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Gak mau, aku ikut abang ke kampus aja." Zai meletakkan gitarnya di samping meja belajar lalu dia berdiri di hadapan Ucup.
"Ngapain kamu mau ikut abang ke kampus?" tanya Ucup.
"Habis aku mau ngapain sendirian di rumah?" Zai yang bertanya balik ama Ucup.
"Kamu bisa tidur soalnya suhu panas dari badan kamu baru saja turun," jawab Ucup.
"Aku bosan kalau tiduran terus di dalam kamar terus abang," kata Zai.
"Kalau begitu mendingan kamu nonton televisi di ruangan tamu, abang harus pergi sekarang." Ucup yang melihat ke arah jam tangan yang berada di pergelangan tangannya.
"Jadi aku sendirian di rumah," kata Zai.
"Heleh biasa juga kamu sendirian di rumah, udah gak usah pakai drama." Ucup yang merasa hari ini Zai terlihat lebih manja dari biasa nya.
"Kan beda situasi abang, sekarang aku lagi sakit abang." Zai yang sengaja merubah raut wajah terlihat sedih.
"Tapi tadi kata kamu, kalau kamu itu gak merasa sakit sekarang kenapa berubah lagi?" Ucup yang keningnya berkerut setelah mendengarkan perkataan Zai.
"Aku berubah itu karena perkataan abang." Zai yang sedang mengeles dari Ucup.
"Kalau kamu mengakui sedang sakit maka istirahat aja di rumah, nih uang buat kamu." Ucup memberikan selembar uang berwarna ungu kepada Zai.
"Ya elah abang itu kurang tambah lagi lah." Zai meminta Ucup untuk menambah uang yang akan Ucup berikan ke Zai.
"Nih abang tambahin lagi." Ucup memasukkan selembar uang berwarna ungu ke saku baju kemejanya lalu dia mengeluarkan selembar uang dari saku celananya. Ucup memberikan selembar uang berwarna hijau kepada Zai.
"Ya lumayan lah kalau segini." Zai mengambil selembar uang berwarna hijau dari tangan Ucup.
"Kamu harusnya bersyukur abang kasih uang padahal kamu itu gak sekolah." Ucup yang merasa tidak suka dengan perkataan Zai, Zai yang merasa tidak bersyukur mendapatkan uang dari Ucup.
"Udah-udah mendingan sekarang abang berangkat ke kampus entar terlambat." Zai yang sengaja mengusir Ucup untuk segera pergi ke kampus.
"Ya udah kalau begitu abang berangkat dulu." Ucup mengulurkan tangan kanannya ke arah Zai.
"Iya, jangan lupa kalau pulang bawa makanan." Zai segera menyalim punggung tangan Ucup.
"Kamu minta di bawain apa?" tanya Ucup.
"Entar aku chat abang," jawab Zai.
"Ya udah kalau gitu, kamu jangan kemana-mana di rumah saja. Abang pergi dulu." Setelah berpamitan dengan Zai, Ucup berjalan keluar dari pintu kamar Zai.
Setelah Ucup pergi ke kampus Zai berada di ruangan keluarga. Dia menyalakan televisi setelah televisi dia nyalakan. Dia memegang remot lalu dia memencet remot tersebut untuk mencari chanel yang ingin dia tonton. Zai sudah melihat berbagai chanel televisi tetapi tidak ada satu chanel televisi yang bagus menurut pendapat Zai.
Zai memutuskan untuk mematikan televisi, Dia mengeluarkan ponsel yang ada di saku celana nya. Zai melihat tidak ada chat dari teman-temannya. Zai membuka aplikasi game online yang sudah lama tidak dia buka. Zai memainkan game online tersebut.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1