
"Di lahirkan oleh ibu, dinafkahi oleh ayah, nah nurutnya ama pacar."
"Hei, lepaskan tangan aku." Seorang cewek yang memakai pakaian seperti Lea membalikkan badannya. Setelah itu si cewek tersebut melepaskan tangan Ucup dari tangannya.
"Maaf aku salah orang." Ucup yang melihat ke arah wajah si cewek tersebut ternyata si cewek tersebut bukan Lea. Ucup segera meminta maaf kepada si cewek tersebut.
"Makanya lain kali perhatian betul-betul dulu orangnya, jangan sampai kejadian kayak gini terjadi." Si cewek tersebut berbicara dengan nada yang ketus kepada Ucup.
"Iya sekali lagi aku minta maaf ama kamu." Ucup yang merasa bersalah karena telah salah mengenali si cewek tersebut sebagai Lea.
"Kamu kenapa bisa salah mengenali orang?" Seorang cowok yang berada di samping si cewek yang pakaiannya sama dengan Lea.
"Aku melihat pakaian yang dia pakai sama persis kaya orang yang aku cari." Ucup memberi tahu kepada si cowok tersebut alasan dia salah mengenali Lea dengan si Cewek tersebut.
"Apa benar yang kamu katakan tadi?" tanya si cewek tersebut.
"Iya." Ucup yang menganggukan kepalanya.
"Emang kenapa Ayang?" Si cowok yang melihat ke arah pacarnya.
"Pakaian ini edisi terbatas, pakaian ini hanya di buat 3 buah oleh designer," jawab si cewek tersebut.
"Berarti pakaian yang Ayang pakai edisi terbatas," kata si cowok.
"Iya, aku jadi penasaran ama orang yang memakai pakaian seperti aku Beb," kata si cewek tersebut.
"Apa jenis kelamin orang yang memakai pakaian seperti pacar aku?" tanya si cowok tersebut.
"Udah pasti cewek lah," jawab Ucup.
"Aku kira cowok seperti kamu, soalnya kamu cowok tapi memakai baju berwarna pink." Si cowok tersebut tertawa mengolok-ngolok si Ucup.
"Nama dia aja Lea udah pasti dia cewek, maaf sudah menganggu kalian berdua. Kalau begitu aku harus pamit mencari keberadaan Lea." Setelah Ucup berpamitan kepada mereka dia berjalan pergi meninggalkan kedua pasangan kekasih tersebut.
Ucup merasa haus karena dari tadi dia terus saja berjalan mengelilingi pasar malam tersebut. Ucup melihat kekanan kekiri untuk mencari pedagang yang menjual minuman. Ucup melihat ke arah sudut pasar malam ada warung yang menjual minuman, dia berjalan ke arah warung tersebut.
Ucup yang sudah berada di depan warung tersebut.
"Ibuk di sini ada jual minum apa saja?" tanya Ucup.
"Bermacam-macam minum botolan dan kalengan, kamu mau beli minuman apa?" tanya ibuk penjual.
__ADS_1
"Aqua ibuk," jawab Ucup.
"Mau yang besar atau sedang?" tanya ibuk penjual.
"Yang sedang sebotol aja ibuk," jawab Ucup.
"Mau yang dingin atau yang biasa?" tanya ibuk penjual.
"Dingin ibuk," jawab Ucup.
"Tunggu sebentar saya ambil dulu, ini aquanya." Ibuk tersebut memberikan sebotol aqua kepada Ucup.
"Iya, berapa harganya ibuk?" Ucup mengambil sebotol aqua tersebut dari tangan ibuk penjualnya.
"Empat ribu rupiah," jawab ibuk penjual.
"Ini uangnya ibuk." Ucup mengeluarkan selembar uang dari saku celananya, lalu dia memberikan selembar uang tersebut kepada si ibuk penjual.
"Aduh nak kembalian gak ada." Ibuk penjual tersebut mengambil selembar uang dari tangan Ucup, lalu ibuk tersebut mencari uang buat kembalian uang Ucup tetapi tidak ada.
"Kembalinya ambil aja buk." Ucup membalikkan badannya lalu dia berjalan pergi meninggalkan warung tersebut.
"Terima kasih," kata ibuk penjual.
Setelah Ucup berjalan meninggal warung tersebut. Ucup membuka tutup botol aqua, lalu dia meminum air yang ada di botol tersebut. Ucup yang merasa begitu kehausan sehingga dia meminum air yang berada di botol tersebut sampai setengahnya.
Ucup yang sudah selesai meminum air yang ada di dalam botol lalu dia ingin menutup botol aqua tersebut. Saat dia akan menutup botol aqua tersebut tiba-tiba saja seorang yang berjalan mendekatinya menyenggol botol aquanya, sehingga botol aqua tersebut jatuh ke tanah.
Bruuukk..........Bruuukk
"Astafirallah." Ucup yang begitu terkejut karena botol aqua yang berada di tangannya sudah jatuh ke tanah.
"Maafkan saya." Si cowok yang tidak sengaja menyenggol Ucup lalu dia melihat ke arah botol aqua yang terjatuh di tanah.
"Iya sudah saya maafkan." Ucup yang melihat ke arah si cowok tersebut tetapi wajah si cowok masih tertunduk ke bawah karena dia melihat ke arah botol aqua yang terjatuh di tanah.
"Terima kasih, eh ternyata abang Ucup." Si cowok tersebut mengangkat wajahnya lalu dia melihat ke arah samping. Setelah melihat si cowok yang berada di sampingnya ternyata adalah Ucup si cowok tersebut merasa terkejut.
"Apa kamu Aska temannya Zai?" Ucup yang melihat ke arah cowok tersebut.
"Iya, abang ama pacarnya ya?" tanya Aska.
__ADS_1
"Tidak, kamu ke sini dengan siapa?" tanya Ucup.
"Zai abang," jawab Aska.
"Zai ada dimana?" tanya Ucup.
"Ayo abang ikut aku!" Ajak Aska.
"Iya Aska," kata Ucup.
Aska berjalan bersama dengan Ucup, mereka berjalan ke arah wahana komedi putar. Zai yang sedang berdiri di dekat komedi putar tiba-tiba saja seorang cewek yang sedang berjalan tidak melihat ke arah depan sehingga si cewek tersebut menabrak punggung Zaza.
Braaakk........Braakk
"Maaf aku ga sengaja." Si cewek yang menundukkan kepalanya karena takut setelah menabrak punggung seorang yang berdiri di depannya.
"Makanya kalau jalan itu pakai mata." Zai membalikkan badan melihat ke arah si cewek yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang tertunduk.
"Bukan kalau jalan itu pakai kaki," kata Lea.
"Kamu udah salah masih ngejawab lagi." Zai yang berbicara dengan nada suara yang tinggi.
"Iya aku salah udah nabrak kamu, aku juga udah minta maaf ama kamu." kata Lea.
"Kalau orang itu lagi ngomong di lihat wajahnya, angkat muka kamu," kata Zai.
"Iya, kamu." Lea yang mengangkat wajahnya lalu dia melihat ke arah si cowok yang berdiri di hadapannya, ternyata cowok yang berdiri di hadapannya adalah Zai. Betapa terkejutnya Lea saat melihat Zai.
"Kamu." Zai juga terkejut melihat ke arah Lea.
"Ngapain kamu di sini?" Lea yang berbicara dengan ketus kepada Zai.
"Suka-suka aku lah," jawab Zai.
"Aduh sial banget aku malam ini harus ketemu ama cowok kayak kamu." Lea yang merasa malam ini sial karena kehilangan Ucup di pasar malam malah ketemu ama Zai di pasar malam.
"Emang kamu pikir aku mau ketemu ama cewek kayak kamu?" Zai yang menatap Lea dengan tatapan yang tajam.
"Udahlah aku lagi gamood berdebat ama kamu," jawab Lea.
"Ckckck pede banget siapa juga lagi yang mau berdebat ama kamu," kata Zai.
__ADS_1
"Au ah gelap." Lea yang wajah cemberut.
...~ Bersambung ~...