
"Kejujuran itu Gratis sedangkan kebohongan selalu Berbayar."
Si cewek tersebut memberhentikan motornya ketika melihat Ucup membalikkan badan melihat ke arahnya.
"Abang Ucup habis dari mana?" tanya si cewek tersebut.
"Warung, Lea dari mana?" Si Ucup melihat ke arah si cewek tersebut, ternyata si cewek tersebut adalah Lea.
"Rumah teman, abang Ucup habis beli apa ke warung?" tanya Lea.
"Indomie goreng, telur dan rokok," jawab Ucup.
Lea mematikan motornya lalu dia memarkirkan motor di pinggir jalan. Lea turun dari jalan motornya lalu dia menghampiri Ucup yang berdiri di hadapan Lea.
"Abang Ucup sejak kapan merokok?" Lea melihat ke arah Ucup yang sedang menghisap sebatang rokok.
"Udah lama Lea," jawab Ucup.
Lea mengambil sebatang rokok yang berada di mulut Ucup. Lea menjatuhkan sebatang rokok tersebut ke tanah lalu dia menginjak sebatang rokok tersebut mengunakan sendalnya. Sebatang rokok yang masih menyala tersebut di injak oleh Lea sampai rokok tersebut mati.
"Kenapa Lea membuang rokok abang?" tanya Ucup.
"Aku tidak suka abang Ucup merokok." Lea yang wajah terlihat tidak suka melihat ke arah Ucup.
"Kenapa Lea tidak suka abang merokok?"tanya Ucup.
"Abang pasti sudah tahu bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan. Aku mohon abang berhenti merokok." Lea menatap wajah Ucup dengan wajah yang memelas.
"Abang udah coba berhenti merokok tetapi tidak bisa." Ucup yang tidak tega melihat wajah Lea lalu dia menoleh ke arah yang lain.
"Kalau abang gak bisa berhenti merokok mulai sekarang abang kurangi merokoknya, abang maukan melakukannya demi aku?"tanya Lea.
"Insyallah akan abang usahakan Lea," kata Ucup.
"Nah bagus itu baru abang Ucup yang aku kenal." Lea yang tersenyum menatap ke arah Ucup.
"Lea ngapai dari rumah teman malam kayak gini?" tanya Ucup.
"Minjam buku," jawab Lea.
"Kenapa Lea gak pinjam buku ama Zai?" tanya Ucup.
__ADS_1
Wajah Lea yang awal terlihat bahagia seketika berubah menjadi muram setelah Ucup menyebutkan nama Zai. Ucup juga menyadari perubahan wajah Lea ketika dia menyebut nama Zai di hadapan Lea.
Ucup bertambah yakin kalau telah terjadi sesuatu di antara Zai dan Lea, makanya Lea sudah tidak pernah main kerumah Ucup. Lea yang lagi berpikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan Ucup.
"Lea dengarkan apa yang abang katakan?" Ucup yang melirik ke arah Lea yang tampak sedang diam.
"Iya aku dengar apa yang abang katakan," kata Lea.
"Coba Lea ulangi lagi apa yang tadi abang tanyakan ke Lea." Ucup sengaja bertanya kembali tentang pertanyaan yang tadi ia tanyakan kepada Lea.
"Oh iya ini udah malam, apa abang Ucup tidak mau pulang?" Lea mencoba mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin membahas hubungan dengan Zai untuk saat ini.
"Iya ini abang mau pulang," jawwb Ucup.
"Gimana kalau abang Ucup pulang ama aku aja?" tanya Lea.
"Abang mau banget," jawab Ucup.
"Kalau gitu abang Ucup yang bawa motornya aku, gimana?" tanya Lea.
"Lea aja yang bawa motornya soalnya abang pengen di boncengin ama cewek secantik Lea," jawab Ucup.
"Hahaha, abang Ucup bisa aja nih gombalin aku." Lea yang tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengarkan perkataan Ucup.
"Masak sih abang Ucup?" Lea yang terlihat ragu dengan perkataan Ucup.
" Iya, kalau Lea gak percaya ya udah."Ucup membalikkan badan lalu berjalan kaki.
"Eh, abang Ucup tunggu dulu." Lea yang memegang tangan Ucup.
"Ada apa lagi Lea?" Ucup berhenti berjalan lalu menoleh ke arah Lea.
"Aku mau bonceng abang. Aku ngambil motor dulu ya." Lea melepaskan tangannya dari tangan Ucup lalu dia berjalan menghampiri motornya. Lea naik ke atas motornya lalu dia menyalakan motornya.
Lea mengendarai motor tersebut ke arah Ucup yang masih berdiri menunggu Lea di situ. Lea memberhentikan motornya di samping Ucup.
"Ayo naik abang Ucup!" Ajakan Lea.
"Iya Lea." Ucup naik ke atas motor tersebut lalu dia mengendarai motor tersebut.
Lea melajukan kecepatan motornya dengan standar. Saat motor yang Lea kendarai akan melewati rumah yang tadi anjingnya mengejar Ucup. Ucup buru-buru mengangkat kakinya setinggi-tingginya, dia masih terlihat takut kalau sampai anjing tersebut kembali mengejar dia.
__ADS_1
Saat motor yang Lea kendarai sudah berada di depan rumah tersebut, bahkan anjing yang tadi mengejar Ucup hanya berdiri sambil melihat motor Lea lewat. Setelah melewati rumah tersebut Ucup menurunkan kakinya.
"Abang kenapa?" Lea yang melihat Ucup dari kaca spion motornya.
"Gak ada apa-apa Lea," jawab Ucup.
"Abang Ucup kok kelihatan takut tadi, emang abang Ucup takut ama apa?" Lea yang dari tadi memperhatikan Ucup dari kaca spion motornya.
"Aku takut ama anjing ya tadi Lea," kata Ucup.
"Kok bisa abang takut ama anjing yang tadi?" tanya Lea.
"Habis anjing yang tadi di mengogong dan ngejar-ngejar aku tadi," jawab Ucup.
"Pantas aja abang Ucup takut." Lea yang jadi mengerti alasan Ucup takut ama anjing.
"Emang Lea gak takut ama anjing yang tadi?" tanya Ucup.
"Gak abang Ucup," jawab Lea.
"Kenapa Lea gak takut ama anjing yang tadi?" Ucup yang terlihat begitu penasaran ama Lea.
"Menurut Lea anjing yang tadi itu lucu dan sangat mengemaskan," kata Lea.
"Lea itu aneh, anjing yang galak dan menyeramkan kayak gitu malah di bilang lucu dan mengemaskan." Ucup yang keningnya berkerut setelah mendengarkan perkataan Lea, dia tak habis pikir dengan Lea yang mengatakan bahwa anjing tersebut begitu lucu dan mengemaskan.
"Aku gak aneh. Hewan yang aku sukai itu Anjing, rencana aku ingin memelihara anjing di rumah aku abang Ucup." Lea yang memberitahukan keinginannya kepada Ucup.
"Jangan pelihara anjing, mendingan pelihara kelinci atau kucing aja." Ucup memberikan saran kepada Lea untuk memelihara hewan lain selain anjing.
"Tapi aku sukanya ama anjing abang Ucup," kata Lea.
"Kalau Lea memelihara anjing abang gak mau main kerumah Lea." Ucup yang wajah terlihat cemberut.
"Aku gak masalah kalau abang Ucup gak mau main kerumah aku. Lagian abang Ucup juga jarak mau main kerumah aku," kata Lea.
Mendengar perkataan Lea, Ucup hanya bisa terdiam karena yang Lea katakan itu memang benar. Lea memberhentikan motornya karena sudah sampai di depan rumah Ucup.
"Kenapa berhenti Lea?" tanya Ucup.
"Ini sudah sampai depan rumah abang Ucup, coba aja abang Ucup lihat," jawab Lea.
__ADS_1
"Eh iya sudah nyampe depan rumah abang, apa Lea mau mampir ke rumah abang?" Ucup turun dari motor Lea lalu dia berdiri di samping motor Lea.
...~ Bersambung ~...