
"Ry lebih suka bersikap lunak dari pada keras, baik dari pada jahat. Mencintai dari pada membenci, pengertian dari pada menghakimi. Dan yang aku lebih suka menjadi orang terluka dari pada melukai orang lain dan menyakiti orang lain."
Zai membaringkan badannya di atas tempat tidur. Zai melihat ke arah atas langit-langit kamarnya. Zai yang merasakan kantuk sehingga mulutnya menguap terus, dia menutup mulutnya yang terbuka di sebabkan menguap terus. Zai yang sudah tidak dapat menahan rasa kantuknya sehingga akhirnya dia tertidur.
Aska yang sudah membaca beberapa halaman dari buku tersebut. Aska yang sedikit demi sedikit sudah mengerti cara bermain gitar dari buku yang di bacanya. Aska berpikir kalau dia akan lebih cepat belajar bermain gitar kalau ada orang yang bermain gitar di hadapannya.
"Zai, kamu kan bisa main gitar. Coba kamu main gitar." Aska berbicara sambil melihat ke arah buku yang berada di tangannya masih di bacanya.
"Coba kamu main gitar, aku pengen lihat kamu main gitar. " Aska yang meminta Zai untuk bermain gitar.
"Kamu gak mau main gitar ya," kata Aska.
"Kamu kok dari tadi diam aja, kamu kenapa?" Aska menutup buku yang di baca lalu dia menoleh ke arah Zai.
"Ya ternyata dia udah tidur." Aska melihat Zai yang sudah tertidur nyenyak.
"Terus aku mau ngapain?" Aska yang mengetahui Zai sudah tidur lalu dia merasa bingung.
"Apa aku coba belajar main gitar aja, mumpung ada gitar di sini?" Aska beralih melihat ke arah samping meja belajar Zai, di samping meja belajar Zai terdapat gitar kesayangan Zai. Aska meletakkan buku yang dia baca di atas tempat tidur Zai. Aska turun dari tempat tidur. Dia berjalan ke arah gitar tersebut. Dia mengambil gitar yang berada di samping meja belajar.
Aska duduk di kursi depan meja belajar, dia meletakkan gitar milik Zai di pahanya. Aska mulai memetik senar gitar tersebut.
Jereng........... Jereng
Aska memetik gitar dengan asal-asal karena dia belum bisa memetik gitar sesuai kunci. Aska yang merasa petikkan gitarnya jelek lalu dia berdiri dari tempat duduk. Aska berjalan sambil membawa gitar, dia yang sudah berada berdiri di samping tempat tidur. Aska duduk di atas tempat tidur lalu dia mengambil buku tersebut.
Aska membuka buku tersebut sambil jari-jari di letakan pada posisi yang seperti di buku tersebut. Setelah itu Aska kembali memetik gitar tersebut. Aska masih merasa petikkan gitar tersebut nadanya tidak sesuai.
"Ahh, ternyata belajar gitar itu sulit." Aska yang merasa frutasi karena belum bisa metik gitar tersebut sesuai dengan nada yang dia mau.
"Ah kayak aku emang gak ada bakat main gitar." Aska mencoba lagi belajar memetik gitar sesuai dengan buku tersebut. Tetapi hasilnya tetap sama suara gitar yang di petik oleh Aska terdengar sumbang di telinga Aska.
"Ah aku nyerah deh." Aska yang merasa kesal lalu dia berteriak. Aska meletakkan gitar tersebut di atas tempat tidur.
Zai yang mendengar teriak Aska lalu dia membuka kedua matanya. Saat dia sudah membuka matanya, dia menoleh ke arah suara tersebut.
"Kenapa kamu teriak-teriak? di sini bukan hutan." Zai menatap tajam ke arah Aska.
"K...a... mu sudah bangun." Aska menoleh ke arah Zai, dia melihat Zai yang sedang menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Aku bangun karena kamu berisik." Zai yang bangun dari tidur lalu dia duduk di atas tempat tidur.
"Maaf ya, gara-gara aku kamu kebangun." Aska yang merasa bersalah, karena suara berisik nya Zai jadi bangun dari tidur.
"Kamu kenapa berisik tadi?" tanya Zai.
"Habis aku kesal karena tadi belajar main gitar gak bisa." Saat Aska bercerita kepada Zai, wajahnya berubah jadi kesal. Aska merasa kesal karena belajar main gitar tapi tidak bisa.
"Ooo..... jadi kamu belajar main gitar," kata Zai.
"Iya tapi gak bisa makanya aku kesal banget," jawab Aska.
"Apakah ini pertama kalinya kamu belajar main gitar?" tanya Zai.
"Iya, kenapa emangnya?" tanya Aska.
"Pantas saja, mana ada orang pertama kali belajar itu langsung bisa," jawab Zai.
"Berarti pas kamu belajar gitar itu gak langsung bisa juga ?" tanya Aska.
"Ya sama kayak kamu tadi," jawab Zai.
"Terus bagaimana cara kamu bisa bermain gitar?" Aska yang bertanya dengan penuh semangat kepada Zai.
"Gimana rasanya jari-jari kamu kena senar gitar?" tanya Aska.
"Dasar begog ya sakit lah." Zai menyolor kening Aska.
"Tapikan sesuai pengorbanan kamu, jari-jari kamu yang lecet kena senar gitar akhirnya membuat kamu bisa bermain gitar," kata Aska.
"Yang kamu omongin itu benar. Lagian tidak ada hasil tanpa usaha makanya kamu juga harus berusaha." Zai memberikan semangat kepada Aska, agar Aska mau belajar main gitar.
"Ah, aku gak mau lagilah belajar main gitar dari pada jari-jari aku lecet karena belajar main gitar." Aska yang membayangkan Jari-jarinya lecet karena main gitar." Aska yang membayangkan Jari-jarinya lecet saat bermain gitar, lalu dia melihat ke arah tangannya.
Seminggu Kemudian............
Setelah makan malam Ucup meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk pergi kerumah Gustaf.
"Ucup mau ngapain ke rumah Gustaf?"tanya Ibu.
__ADS_1
" Aku mau ngerjain tugas kampus," jawab Ucup.
"Kenapa tidak dari tadi siang? kamu kerjakan tugas kampus," tanya ayah.
"Gustaf dan Feri tidak bisa ayah," jawab Ucup.
"Apa hubungan dengan Gustaf dan Feri tidak bisa?" tanya ayah.
"Ini tugas kelompok, mereka itu sekelompok ama aku." Ucup menjelaskan kepada ayahnya tentang tugas kampus yang di kerjakan secara kelompok.
"Kenapa Ucup tidak menyuruh Gustaf dan Feri mengerjakan tugas kampusnya disini?" tanya Ibu.
"Disini gak ada wifi ibu," jawab Ucup.
"Apa itu Wifi Ucup?" Ayah dan Ibu bertanya secara serentak.
"Jaringan yang di gunakan sebagai penghubung ke internet ayah ibu." Ucup menjelaskan pengertian wifi kepada ayah ibu.
"Internet itu apa Ucup?" tanya ayah.
"Jaringan yang saling berhubungan ke komputer atau laptop," jawab Ucup.
"Gak mudeng ayah Ucup." Ayah yang tidak mengerti dengan penjelasan Ucup tentang internet.
"Jadi, gimana ayah Ucup bolehkan ngerjakan tugas kampus?" tanya Ucup.
"Boleh, tapi_____," jawab ayah.
"Tapi apa ayah?" tanya Ucup.
"Tapi kamu jangan pulang malam," jawab ayah.
"Insyallah ayah," kata Ucup.
"Ayah ibu Ucup pamit dulu." Ucup menyalim punggung tangan ayah ibu secara bergantian.
"Ucup hati-hati bawa motornya." Ibu menyuruh Ucup untuk berhati-hati mengendarai motor.
"Iya ibu," kata Ucup.
__ADS_1
"Alon-alon asal kelakon Ucup, " kata Ayah.
...~ Bersambung ~ ...