
"Mengapa harus stres memikirkan seseorang yang bahkan tidak bertanya apakah kamu baik-baik saja."
Sore Harinya..........
Aqila sudah berada di tempat kemarin tetapi abang tukang tela-tela belum juga berada di sana. Disana sudah terlihat ramai beberapa kaum hawa sudah berkumpul menunggu kedatangan abang tela-tela.
"Abang tela-tela, mana sih kok jam segini belum datang."
"Mungkin lagi Otw ke sini."
"Kita tunggu aja abang tela-tela datang."
"Hei, itu coba kalian lihat." Seorang perempuan yang sedang berkumpul di tempat biasanya abang tela-tela berjuang menujukkan jarinya ke arah abang tela-tela yang sedang mendorong gerobaknya ke arah tempat dia biasa berjualan.
"Itu abang tela-tela."
"Akhirnya dia datang juga."
Abang tela-tela sudah sampai di tempat dia biasa berjuang dengan di kelilingi oleh beberapa orang perempuan.
"Abang beli tela-tela nya.
"Sebentar ya, abang goreng dulu tela-telanya." Si abang tersebut mulai menyalakan kompornya untuk memanaskan minyak goreng, setelah minyak goreng tersebut panas abang tela-tela memasukkan tela-tela tersebut kedalam wajan.
"Iya abang ganteng."
"Abang aku 5 ribu rasa balado."
"Abang aku 5 ribu rasa jagung manis."
"Abang aku 10 ribu rasa original."
"Abang aku 10 ribu rasa BBQ."
__ADS_1
"Iya iya iya, tunggu sebentar ya." Si abang tela-tela masih membolak-balikkan tela-tela di dalam wajan.
Aqila berjalan menghampiri abang penjual tela-tela tersebut yang sudah di kelilingi oleh perempuan. Aqila mencoba masuk dalam kerumunan orang-orang yang mengelilingi abang tela-tela tersebut.
"Permisi kakak geser sedikit." Aqila meminta seorang perempuan yang berdiri di hadapannya untuk mengeserkan badan.
"Ih apa-apan sih." Si perempuan tersebut tidak ingin mengeserkan badannya untuk Aqila.
"Abang cepat dong."
"Abang aku duluan."
"Abang kok dia sih duluan, aku yang udah dari tadi."
"Abang punya aku mana."
"Tolong bersabar, kalian semua akan kebagian kok." Abang tela-tela mengangkat tela-tela yang berada si wajan lalu di mengirimkan tela-tela tersebut. abang tela-tela memasukan kembali tela-tela kedalam wajan. Tela-tela yang sudah di tiriskan dimasukkan dalam toples lalu bumbu tela-tela di masukan kedalam toples tersebut. Toples tersebut di tutup kemudian toples tersebut di goyangan oleh abang tela-tela. Abang tela-tela melakukan itu agar bumbu tercampur rata dengan tela-tela tersebut.
"Aku buru-buru nih."
Abang penjual tela-tela sudah membuat tela-tela dengan rasa yang telah di pesan oleh para pembelian. Ucup memberikan tela-tela yang dibungkus oleh kertas dan di masukan ke dalam kantong plastik. Para pembeli yang sudah mendapatkan tela-tela tersebut memberikan uang kepada si abang tela-tela setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah kepergian mereka Aqila bisa menghampiri si abang penjual tela-tela yang sedang sibuk mengoreng tela-tela buatannya.
"Abang tela-tela rasa balado nya 5 ribu." Aqila yang sudah berdiri di samping si abang tela-tela.
"Tunggu sebentar," kata si abang tela-tela.
Aqila terus saja melihat ke arah si abang penjual tela-tela tersebut yang lagi mengangkat tela-yela dari wajan. Aqila yang dari tadi memadangi wajah si abang penjual tela-tela, Aqila mengakui bahwa abang si penjual tela-tela tersebut emang tampan seperti oppa Korea.
"Ini tela-tela pesanannya." Si abang penjual tela-tela tersebut memutar badannya sehingga dia bisa melihat seorang perempuan yang sudah berdiri dari sampingnya tadi.
"Abang Ucup." Aqila melihat wajah abang penjual tela-tela tersebut ternyata Ucup.
__ADS_1
"Kamu." Ucup yang terkejut melihat si pembeli tela-tela ternyata Aqila adek kelasnya di kampus.
"Abang Ucup kok gak pernah kelihatan di kampus?" Aqila tidak pernah melihat Ucup di kampus sehingga dia menjadi penasaran, aqila memutuskan untuk bertanya kepada Ucup secara langsung.
"Ini tela-tela kamu." Ucup memberikan sebuah kantong plastik kapad Aqila.
"Iya, ini uangnya abang." Aqila mengambil kantong plastik dari tangan Ucup, lalu Aqila memberikan selembar uang kepada Ucup.
"Terimakasih." Ucup mengambil uang dari tangan Aqila, Ucup melanjutkan mengoreng tela-tela.
"Sama-sama, abang kok belum jawab pertanyaan aku." Aqila yang masih penasaran dengan Ucup yang tidak pernah terlihat di kampus.
"Saya lagi sibuk jualan, lagian saya punya alasan tersendiri yang kamu tidak perlu tahu." Ucup yang berbicara dengan nada yang tegas kepada Aqila.
Setelah mendengar perkataan Ucup membuat Aqila menjadi sedih. Aqila berjalan sambil membawa kantong plastik yang berada di tangan nya. Aqila berjalan ke arah motor yang terpakir tidak jauh dari tempat Ucup berjualan.
Malam ini jualan Ucup cepat habisanya sehingga dia cepat pulang kerumah. Sesampainya Ucup di
depan rumah nya, dia mendorong gerobak tersebut masuk keteras rumah nya. Ucup meletakan gerobak tersebut di depan teras rumahnya. Setelah itu Ucup memasukkan peralatan yang dia bawa ke dalam rumah.
Ucup sudah berada di dalam kamarnya, Ucup duduk di atas tempat tidur sambil mengeluarkan uang berada di plastik tersebut dengan cara dia menumpahkan uang yang berada di kantong plastik tersebut. Uang tersebut berhamburan di atas tempat tidur Ucup.
Setelah itu Ucup mulai menghitung uang hasil penjualan tela-tela nya malam ini. Ucup sudah selesai menghitung uang hasil berjualan tela-telannya. Ucup merasa bersyukur bahwa jualannya setiap hari habis tidak tersisa. Kalau seperti ini terus maka Ucup bisa menabung mengumpulkan uang untuk membayar uang semester nya.
Ucup meletakan uang tersebut di bawah batal, Ucup membaringkan badannya di atas tempat tidur. Ucup meletakkan kepala di atas bantal yang di bawahnya terdapat uang hasil penjualan. Ucup menatap langit-langit kamar tidurnya. Ucup berdoa agar usaha tela-tela yang dia rintis ini berhasil tidak bangkrut seperti usaha keripik singkongnya yang bangkrut.
Ucup merasa begitu bersemangat saat usaha yang baru beberapa bulan dia rintis sendiri sudah berjalan lancar. Ucup mengelolanya sendirian tanpa bantuan dari siapa pun. Ucup sedang memikirkan apa dia mau melanjutkan kembali kuliahnya setelah cuti. Atau Ucup akan melanjutkan usahanya yang saat ini sedang naik daun.
Usaha tela-tela yang sedang Ucup lakukan ini lagi viral di malang anak muda sehingga penjualan Ucup meningkat. Ucup yang mempunyai bakat pintar masak di tambah lagi wajah Ucup yang tampan membuat banyak kaum hawa yang tertarik menyicipi tela-tela buatan Ucup.
Di tambah lagi wajah Ucup yang ganteng dan sifatnya yang ramah terhadap orang lain sehingga membuat kaum hawa berbondong-bondong untuk melihat dan membeli tela- tela buatan Ucup.
...~ Bersambung ~ ...
__ADS_1