
"Di hajar realita, di perdaya ekspetasi, di kejar impian dan di bebani keadan."
Setelah Lea pergi mengendarai motornya Ucup berjalan ke arah rumahnya. Ucup yang berada di depan pintu rumah lalu membuka pintu rumahnya dengan mengunakan kunci. Setelah pintu rumah Ucup terbuka lalu Ucup masuk ke dalam rumah.
Ucup yang sudah berada di ruangan tamu lalu melihat ke arah lantai ruangan tamu ternyata terdapat pasir. Ucup mengambil sapu yang berada di belakang pintu lalu Ucup berjalan sambil membawa sapu ke arah kamarnya.
Ucup terlebih dahulu menyapu setiap sudut kamar, setelah dia merasa kamarnya sudah bersih lalu dia menyapu ruangan keluarga Ucup menyapu setiap sudut ruangan keluarga. Setelah ruangan keluarga bersih dia masuk ke dalam pintu kamar Zai.
Ucup yang melihat kamar Zai berantakan seperti kapal pecah. Selimut, bantal dan guling yang berserakan jatuh di lantai. Belum lagi sperai yang sudah terlepas dari kasur. Ucup yang melihat kamar Zai lalu menarik napasnya terlebih dahulu.
Setelah itu Ucup mulai memasang kembali sperai di kasur dengan rapi lalu dia meletakan bantal dan guling di atas kasur. Ucup mengambil selimut yang ada di lantai lalu melipat nya dia meletakan selimut di atas bantal.
Setelah selesai membersihkan setiap ruangan yang ada di rumah Ucup merasa haus lalu dia ke dapur untuk mengambil air minum. Ucup sudah berada di dapur lalu membuka kulkas Ucup mengambil sebuah botol yang berisi air putih dari dalam kulkas. Ucup membuka tutup botol air tersebut lalu Ucup meminumnya.
Siang Harinya.......
Ucup yang berada di ruang keluarga sambil menoton televisi melihat ke arah jam di dinding rumahnya sudah menujukan pukul 13.00 wib. Tetapi ibu dan ayah belum juga pulang dari kebun. Zai juga belum pulang dari sekolahnya.
"Assalamualaikum." Zai yang berada di depan pintu melepaskan sepatunya.
Ceklek.....Ceklek
Zai membuka pintu rumah lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Walaikumsalam." Ucup berdiri dari tempat duduk lalu berjalan ke arah ruangan tamu.
Sesampai di ruangan tamu Ucup berpasangan dengan Zai.
"Baru pulang adek?" tanya Ucup
"Iya, ayah ibu mana abang?" tanya Zai.
__ADS_1
"Ayah ibu belum pulang, adek sana ganti pakaian terus kita makan siang bersama," jawab Ucup.
"Ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu ya abang." Zai yang berjalan melewati Ucup.
"Abang tunggu di dapur," kata Ucup.
Ucup sudah duduk di kursi yang berada di dapur. Ucup sedang menunggu Zai untuk makan bersama. Ucup merasa khawatir ama ayah ibu yang belum pulang untuk makan siang. Tidak biasanya ayah ibu tidak pulang ke rumah pada siang hari. Ayah ibu berangkat ke kebun tadi pagi setelah sarapan. Ayah ibu hanya membawa 2 buah botol yang berisi air putih.
"Abang kok belum makan?" Zai yang sudah berdiri di samping Ucup.
"Abang nunggu adek, ayo duduk di sini!" Ucup menepuk kursi yang berada di sampingnya.
"Harusnya abang gak usah nunggu aku, aku jadi gak enak nih buat abang menunggu." Zai yang duduk di kursi samping Ucup.
"Gak apa adek, abang lebih suka makan ama adek soalnya ada temannya," kata Ucup.
"Ini siapa yang masak abang?" Zai yang membuka tudung saji yang berada di atas meja makan. Zai melihat makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.
"Wah aku gak nyaka kalau abang bisa masak, aku ambil sendiri aja abang," kata Zai.
"Nih piringnya." Ucup memberikan piring yang ada di tangannya kepada Zai.
"Terima kasih abang." Zai mengambil piring dari tangan Ucup.
"Sama-sama, makan yang banyak ya adek biar cepat besar." Ucup yang melihat kearah Zai.
"Aku ini udah besar abang." Zai yang memasukan satu centong nasi ke dalam piring lalu memasukan sayur bening bayam, tempe goreng dan sambel terasi.
"Iya abang tahu adek udah besar." Ucup yang mengambil piring di atas meja lalu memasukan nasi, sayur bening bayam, tempe goreng, ikan asin dan sambel terasi.
Setelah mereka selesai makan siang Ucup membereskan semua peralatan makan yang kotor. Ucup meletakan semuanya di atas westafel, sedangkan Zai masih duduk di atas kursi.
__ADS_1
"Abang ayah ibu kok belum pulang."Zai yang melihat Ucup sedang mencuci peralatan makan yang kotor si westafel.
"Setelah ini abang mau nyusul ayah ibu ke kebun, apa adek mau ikut?" Ucup yang sedang mencuci peralatan makan dengan mengunakan sabun lalu dia lalu dia membasuh peralatan makan mengunakan air.
"Gak ah abang aku capek baru pulang sekolah," kata Zai.
"Apa adek gak masalah abang tinggal di rumah sendirian?" Ucup yang sudah selesai mencuci peralatan makan.
"Gak masalah abang, lagian aku mau rebahan di atas kasur," jawab Zai.
Sesampai Ucup di kebun Ucup memarkirkan motornya di samping motor Ayahnya. Ucup berjalan sambil membawa sebuah kantong plastik. Ucup berjalan ke arah pondok yang berada di kebun tersebut.
Ucup melihat ayah ibu tidak ada di pondok tersebut. Ucup yang sudah berada di pondok tersebut meletakan plastik yang berwarna hitam tersebut di atas pondok.
Ucup berjalan mengelilingi kebun singkong milik ayah Ucup.
"Ayah.......Ibu......." Ucup yang memanggil kedua orang tuanya.
Ucup melihat ke seluruh arah kebun singkong milik ayahnya tetapi dia tidak melihat keberadaan kedua orang tuannya. Lalu Ucup berjalan ke arah kebun singkong yang satu lagi.
Ayah Ucup memiliki 2 buah kebun singkong, kebun singkong yang pertama itu di tanam singkong roti ( ubi roti). Singkong roti biasanya sudah mulai bisa di panen sekitar 9 bulan ke atas. Umur singkong roti milik ayah Ucup baru 5 bulan berarti masih 4 bulan lagi baru di panen.
Kebun singkong yang kedua itu kebun singkong yang khusus di ambil daun singkong nya saja sehingga batang singkong ditanam rapat- rapat. Selamat singkong roti milik ayah belum panen maka ayah ibu setiap hari mengambil daun singkong untuk di jual.
Ucup sudah berada di kebun singkong yang kedua Ucup melihat kedua orang tuanya yang berada di bawah terik matahari masih memetik daun singkong. Dia menghampiri kedua orang tuanya yang sedang sibuk memetik daun singkong dari barangnya.
"Ayah ibu sebaiknya istirahat dulu." Ucup yang sudah berada di samping ibu.
"Sejak kapan Ucap datang?" ibu menoleh ke arah samping lalu ibu terkejut melihat Ucup yang sudah berada di sampingnya.
"Ucup baru aja datang, apa ayah ibu sudah makan?" tanya Ucup.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...