
"Senjata terindah itu bukan mengaku besar seraya mengecilkan orang lain. Senjata terindah itu adalah mengalahlah hingga seorang tak seorang pun bisa mengalahkanmu, merendahlah hingga tak seorangpun bisa merendahkanmu. Dari pada mendongak angkuh menatap silau matahari lebih baik bersujud, karena itu cara terindah berbisik rapat ke arah bumi tetapi di dengar oleh penghuni langit.
Jangan memandang orang dari status dan hartanya karena sepatu emas Fir'aun ada di neraka dan sendal Bilal bin rabbah terdengar sampai ke surga."
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=> Ray <\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Zai yang terus bermain game online sampai tidak sadar bahwa hari sudah siang. Baterai ponsel Zai juga sudah mau lobet, dia segera berhenti bermain game online. Dia berdiri dari tempat duduknya sambil membawa ponsel di tangan kanan. Zai berjalan ke arah kamar, dia sesudah berada di depan pintu kamarnya lalu dia membuka pintu kamarnya.
Zai yang sudah berada di dalam kamar lalu dia mengecas ponselnya. Dia meletakkan ponselnya diatas meja belajar. Zai yang sedang berdiri di depan meja belajar kakinya merasakan bahwa lantai di kamarnya tersebut terdapat pasir. Zai melihat ke arah lantai kamarnya ternyata emang ada pasir.
Zai keluar dari kamarnya dia mencari sapu di ruangan keluarga, sesampainya di ruangan keluarga Zai tidak menemukan sapu di sana. Zai berjalan ke arah kamar Ucup, saat Zai sudah berada di depan pintu kamar Ucup. Zai membuka pintu kamar Ucup.
Ceklek................ Ceklek
Setelah pintu kamar Ucup terbuka, Zai berjalan masuk kedalam kamar Ucup. Zai yang sudah berada di dalam kamar Ucup melihat sekeliling-keliling sudut kamar Ucup. Kamar Ucup tampak bersih dan rapi,berbanding terbalik dengan kamar Zai yang terlihat kotor dan berantakan.
Zai yang tidak melihat ada sapu di kamar Ucup, lalu dia berjalan keluar melewati pintu kamar Ucup. Zai yang sudah berada di depan pintu kamar Ucup lalu dia menutup kembali pintu kamar Ucup. Zai berjalan ke arah dapur, dia yang sudah tiba di dapur. Zai melihat ke arah westafel yang penuh dengan peralatan masak dan peralatan makan yang kotor.
Zai berjalan ke arah westafel yang berada di dapur. Zai sudah berdiri di depan westafel, dia ingin mencuci semua barang yang kotor berada di westafel tersebut. Zai bingung barang mana yang harus dia cuci terlebih dahulu. Zai mencuci peralatan makan yang kotor terlebih dahulu Zai menyalakan air kran. Zai membasahi terlebih dahulu peralatan makan setelah itu dia mengosok peralatan makan yang kotor dengan sabun pencuci piring.
Setelah mengosok semua peralatan dapur dengan mengunakan sabun pencuci piring. Zai membasuhi semua peralatan makan dengan mengunakan air yang mengalir melalui kran. Setelah itu Zai melanjutkan mencuci peralatan masak. Zai mencuci semua peralatan masak yang penuh dengan minta minyak dengan mengunakan sabun pencuci piring.
Setelah semuanya sudah di cuci oleh Zai, di meletakkan semuanya di atas rak-rak piring. Zai mengerikan tangannya yang basah dengan mengunakan kain lap yang berada di atas meja makan. Zai membuka tudung saji ternyata di dalam tudung saji tersebut ada sebuah piring yang berisi nasgor. Zai menutup kembali tudung saji tersebut.
__ADS_1
Zai melihat ke sekeliling arah dapur untuk mencari sapu, tetapi Zai tidak melihat keberadaan sapu di dapur tersebut. Zai berjalan pergi meninggalkan dapur, dia berjalan ke arah ruangan tamu. Saat Zai sudah berada di ruangan tamu di melihat di belakang pintu. Ternyata sapu yang dari tadi Zai cari berada di belakang pintu.
Zai mengambil sapu yang berada di belakang pintu lalu dia segera menyapu lantai kamarnya. Dia menyapu lantai kamarnya sampai bersih dan tidak ada pasir lagi di dalam kamarnya. Setelah itu dia menyapu ruangan keluarga sampai bersih. Zai berjalan melewati melewati kamar Ucup, kamar Ucup Zai lewati begitu saja karena kamar Ucup sudah rapi dan bersih sehingga Zai tidak perlu lagi membersihkan kamar Ucup.
Zai sudah berada si ruangan tamu, dia menyapu lantai ruangan tamu. Dia juga menyapu kolong sofa, setelah ruangan tamu bersih Zai akan melanjutkan menyapu teras ruamh. Zai membuka pintu rumah ternyata pintu rumah terkunci. Zai membalikan badan lalu dia melihat ke sekeliling ruangan tamu.
Zai melihat ada kunci rumah yang tergantung di dinding ruangan tamu tersebut. Zai mengambil kunci tersebut lalu dia membuka pintu rumah dengan mengunakan kunci tersebut.
Ceklek............. Ceklek
Setelah pintu rumah terbuka Zai berjalan melewati pintu tersebut sambil menyapu lantai rumah, Dia sudah berada di teras rumahnya sambil menyapu teras rumahnya. Saat Zai sedang menyapu teras rumahnya dia mendengar suara motor lalu dia menoleh ke arah suara motor tersebut.
Sebuah motor sport berhenti di halaman rumah Zai, si pengendara motor tersebut memakirkan motornya di halaman rumah Zai. Si pengendara motor tersebut berjalan sambil memakai jeleknya ke arah rumah Zai. Zai menyapu rumah sambil melihat ke arah si pengendara. motor tersebut.
"Walaikumsalam, kamu mau cari siapa?" Zai yang sudah selesai menyapu teras rumahnya.
"Tumben kamu rajin." Si pengendara motor tersebut membuka helem nya sambil tersenyum seperti mengejek ke arah Zai.
"Ternyata kamu." Zai yang melihat si pengendara motor membuka helemnya, ternyata si pengendara motor tersebut Aska.
"Hehehe, iya ini aku. Pasti tadi kamu gak nyaka kalau ini aku." Aska yang tertawa sambil melirik ke arah Zai.
"Itu motor siapa?" Zai tidak menyaka kalau itu Aska karena Aska mengendarai motor sport selain itu Aska memakai pakai yang berbeda dari biasanya sehingga Zai tidak tahu bahwa itu Aska.
__ADS_1
"Motor pinjam," jawab Aska.
"Bukan itu yang aku tanya, itu motor punya siapa?" tanya Zai.
"Motor orang," jawab Aska.
"Kalau itu juga aku tahu gak mungkin itu motor punya monyet sih."Zai yang wajahnya telah berubah menjadi kesal melihat ke arah Zai.
" Hahahaha." Aska yang tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan Ucapan Zai.
"Adalah yang lucu?" Zai duduk di kursi yang berada di teras rumahnya.
"Motor monyet itu mengingatkan aku ama topeng monyet." Aska berjalan ke arah kursi yang berada di samping kursi yang Zai duduk. Setelah itu Aska duduk di kursi yang berada di samping Zai.
"Lah kok bisa kamu jadi keingat dengan topeng monyet?" tanya Zai.
"Soal di topeng monyet itu monyet punya motor, bahkan si monyet bisa membawa motornya," kata Aska.
"Si monyet pasti di panggil dengan nama Sarimin kan?" tanya Zai.
"Iya kok, kamu tahu?" Aska menoleh ke arah Zai dengan tatapan yangn sulit di artikan.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1