
"Dulu kamu pernah menjadi aamiin aku yang paling serius, tapi sekarang kamu menjadi ikhlas aku yang paling tulus."
"Kalau gitu aku mau sana dulu abang." Aska yang berjalan menghampiri Lea dan Zai.
"Ya udah abang tunggu di sini." Ucup yang lebih memilih untuk tetap berdiri di situ menunggu Lea dan Zai menghampiri dia.
Aska yang menghampiri Lea dan Zai yang baru saja keluar dari rumah hantu.
"Kalian baru keluar, padahal aku dan abang Ucup udah dari tadi nungguin kalian." Aska yang sudah berdiri dihadapan Lea dan Zai.
"Jangan asal ngomong kamu, aku dari tadi sama abang Ucup." Lea yang menatap tajam ke arah Aska
"Tuh kamu lihat dari tadi aku dan abang Ucup berdiri di sana nungguin kalian." Aska menujukkan jarinya ke arah Ucup yang sedang berdiri. Ucup juga melihat ke arah mereka.
"Kalau itu abang Ucup, lalu siapa yang di samping aku?" Lea yang melihat ke arah yang di tunjuk oleh Aska, dia melihat Ucup yang sedang berdiri sambil menoleh ke arah mereka.
"Kamu lihat aja sendiri." Aska yang menyuruh Lea untuk melihat cowok yang dari tadi Lea gandeng tangannya.
"Kamu." Lea menoleh ke arah si cowok tersebut, dia terkejut saat mengetahui bahwa cowok tersebut ternyata Zia. Lea buru-buru melepaskan gandeng tangannya kepada Zai.
"Iya ini aku," kata Zai.
"Kenapa kamu gak ngomong dari tadi kalau kamu bukan abang Ucup?" Lea yang menatap Zai dengan tatapan kesal.
"Lah kan aku gak tahu kalau kamu mikirnnya aku ini abang Ucup," kata Zai.
"Udah ah malas aku ngomong ama kamu." Lea yang berjalan melongos meninggalkan Zai dan Aska yang masih berdiri di situ.
"Tuh anak kenapa?" Aska yang keningnya berkerut melihat Lea yang berjalan melongos pergi.
"Ntalah." Zai yang mengangkat bahunya.
Lea berjalan menghampiri Ucup yang sedang melihat ke arahnya.
"Ternyata abang Ucup ada di sini."Lea yang sudah berdiri di hadapan Ucup.
"Abang dari tadi nungguin Lea," kata Ucup.
"Berapa lama abang nungguin aku di sini?" tanya Lea.
"Kira-kira sekitar 10 menit Lea," jawab Ucup.
Aska dan Zai menghampiri Ucup dan Lea yang ngobrol. Aska dan Zai sudah berdiri di dekat Ucup dan Zai.
"Abang," kata Aska dan Zai secara serentak.
"Eh ternyata kalian udah di sini." Ucup yang menoleh ke arah Aska dan Zai secara bergantian.
__ADS_1
"Abang ini udah malam sebaiknya kita pulang," kata Zai.
"Betul apa yang Zai katakan abang," kata Aska.
"Apa Lea sudah mau pulang?" tanya Ucup.
"Belum." Lea yang berbicara pelan sambil menunduk kepalannya ke bawah.
"Ini itu udah malam mendingan kita pulang." Zai yang berbicara dengan suara yang keras.
"Zai kalau ngomong itu gak usah ngegas tuh di lihatin orang-orang." Aska sengaja menyenggol lengan Zai, lalu dia membisikkan ketelinga Zai bahwa Zai sedang di lihatin orang-orang.
"Kenapa Lea belum mau pulang?" Ucup yang berbicara dengan lemah lembut kepada Lia.
"Hm,a....ku____." Lea yang merasa malu untuk memberitahu Ucup alasan dia belum mau pulang.
Kruuukk.........Kruuukk
Ucup, Zai dan Aska mendengar suara tersebut. Mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut, saat mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut. Mereka mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari perut Lea.
"Hahahahaha." Zai yang mengetahui hal tersebut lalu dia tertawa terbahak-bahak.
"Udah Zai jangan tertawa lagi." Aska yang menegur Zai untu berhenti tertawa, Aska yang melihat ke arah Lea yang wajah tertunduk karena merasa malu.
"Terus aja kamu ngetawain aku." Lea yang wajahnya sudah memerah karena merasa malu.
"Ini mulut bisa diam gak sih." Aska yang menutup mulut dengan mengunakan kedua tangannya.
"B...i....s....a." Zai yang sudah sulit berbicara karena mulutnya di tutupi oleh tangan Aska.
"Apa Lea lapar?" Ucup merasa kasihan melihat wajah Lea yang tertunduk malu di hadapan mereka bertiga.
"Iya." Lea menganggukan kepalanya.
"Lea mau makan apa?" tanya Ucup.
"Terserah abang aja," jawab Lea.
Zai yang berusaha melepaskan tangan Aska dari mulutnya. Ucup menoleh ke arah Zai, dia merasa kasihan melihat Zai seperti. Sehingga Ucup meminta Aska untuk melepaskan tanganya dari mulut Zai. Aska menuruti Ucup dengan melepaskan tangannya dari mulut Zai.
"Akhirnya lepas juga tuh tangan dari mulut aku." Zai merasa legah karena Aska melepaskan tangannya dari mulut Zai.
"Tuh lihat, Lea jadi malu gara-gara kamu ngetawain dia," kata Aska.
"Cepatan kamu minta maaf ama Lea." Ucup yang menatap tajam ke arah Lea.
"Gak ah, kan aku gak salah." Zai yang tidak mau meminta maaf ama Lea, karena dia tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Ayo kita pergi dari sini abang!" Lea mengandeng tangan Ucup lalu dia mengajak Ucup untuk berjalan pergi meninggalkan Aska dan Zai di sana.
"Iya." Ucup yang berjalan mengikuti Lea.
"Eh tunggu abang aku mau di bawa kemana." Zai segera berjalan mengikuti Lea dan Ucup, Aska juga berjalan menyusul mereka.
Ucup mengendarai motor milik Lea ke arah jalan raya. Ucup mengendarai dengan kecepatan sedang sehingga Zai yang mengendarai motor Ucup bisa mengikuti Ucup. Sedangkan Aska duduk di belakang Zai yang sedang mengemudi dengan kecepatan sedang.
"Sebenarnya mereka itu mau kemana?" Zai yang terus melihat ke arah motor yang Ucup kendarai.
"Ntlah aku tidak tahu." Aska yang menangkat bahunya.
"Percuma juga aku nanya ama kamu, udah lebih baik kamu diam." Zai yang terlihat kesal dengan Aska.
"Iya, ini aku kunci mulut aku," kata Aska.
Ucup yang sedang mengendarai motor milik Lea, tampak di buat binggung oleh sikap Lea setelah naik motor sama sekali tidak ada berbicara.
"Lea." Ucup yang memanggil nama Lea.
"Eh iya abang." Lea yang sadar namanya di sebut ama Ucup.
"Lea kok diam aja dari tadi, apa Lea sariawan?" tanya Ucup.
"Gak abang," jawab Lea.
"Terus kenapa Lea diam saja dari tadi?" tanya Ucup.
"Aku malu ama abang," jawab Lea.
"Kenapa Lea merasa malu?" tanya Ucup.
"Perut aku tadi bunyi di depan abang." Lea yang berbicara sambil tertunduk.
"Udah gak usah malu ama abang, maafin abang yang gak ngajak Lea makan dulu sebelum ke pasar malam." Ucup merasa bersalah dengan Lea.
"Abang itu gak salah ama aku jadi tidak perlu minta maaf," kata Lea.
"Tetap aja abang merasa bersalah, harusnya abang tadi tanya Lea udah makan atau belum," kata Ucup.
"Udah abang gak usah di pikirkan lagi, btw abang mau ngajak aku makan dimana?" tanya Lea.
"Ada deh entar Lea juga tahu." Ucup yang tersenyum melihat ke arah kaca spion motor.
"Aduh aku jadi gak sabar nih." Lea yang mengangkat wajahnya, sehinga Ucup bisa melihat wajah Lea dari kaca spion motor.
Ayo kira-kira Ucup bakal ngajak Lea makan dimana ya?
__ADS_1
...~ Bersambung ~...