Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Terlambat


__ADS_3

"Cantik itu tidak selalu dengan wajahnya indah, kulit bening dan aroma wangi. Tapi cantik itu indahnya bersabar, bening bersyukur dan wangi nya kemampuan memaafkan."


Bus way tersebut sudah berjalan di kemudian oleh pak supir. Ucup melihat ada bangku yang kosong berada di depan dekat dengan pak supir.Ucup berjalan ke arah bangku kosong yang ada di dekat supir tersebut. Ucup mendudukkan pantatnya di atas bangku kosong tersebut.


Ucup melihat ke arah kaca jendela bus way, dia melihat lalu lintas di jalan raya Pekanbaru pagi ini terlihat begitu ramai. Bahkan di persimpangan empat lampu merah yang berada jalan raya terlihat begitu ramai banyak kendaraan yang sedang berlalu lalang di jalan raya tersebut.


Bus way tersebut berhenti di halte, penumpang yang berada di dalam bus way tersebut tidak ada yang turun di halte tersebut. Melainkan ada beberapa orang yang masuk kedalam bus way tersebut. Beberapa orang yang melihat ada bangku kosong lalu mereka segera bergegas ke arah bangku kosong tersebut. Seorang ibuk yang berdiri sambil melihat ke arah sekeliling dalam bus way untuk mencari bangku kosong.


Namun si ibuk tersebut tidak menemukan bangku kosong dalam bus way tersebut. Ibuk tersebut berjalan mendekat ke arah Ucup, saat ibuk tersebut sudah berada di samping di samping bangku Ucup. Ucup menoleh ke arah ibuk tersebut yang masih berdiri di samping Ucup. Ucup memperhatikan ibuk tersebut yang berdiri di dalam bus way sambil memegang pegangan yang ada di dalam bus way tersebut.


Ucup melihat tidak ada seorang pun penumpang bus way yang ingin memberikan tempat duduknya kepada si ibuk tersebut. Ucup berdiri dari tempat duduk lalu dia berjalan ke arah si ibuk tersebut.


"Buk duduk di situ saja." Ucup yang sudah berada di hadapan si ibuk tersebut. Dia menyuruh si ibuk untuk di bangku yang tadi dia duduki.


"Baiklah nak." Si ibuk tersebut berjalan ke arah bangku yang tadi di duduki Ucup. Si ibuk tersebut duduk di bangku tersebut.


Sedangkan Ucup berdiri sambil tangan kiri nya memegang pegangan yang ada di dalam bus tersebut. Ucup melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiranya. Ucup merasa perjalanan menunggu bus way lebih lambat dari pada menggunakan motor.


Ucup yang merasa khawatir kalau pak dosennya sudah datang terlebih dahulu ke dalam kelas. Ucup mengeluarkan ponsel dari saku celana. Ucup membuat aplikasi chat di ponsel untuk mengirimkan chat kepada Gustaf.


πŸ“©" Assalamu'alaikum, Gus udah dimana?" tanya Ucup.


πŸ“©" Walaikumsalam, masih di parkir kampus. Kamu dimana?" tanya Gustaf.


πŸ“©"Di Bus Way," jawab Ucup.


πŸ“©"Tumben kamu naik bus way, kenapa motor kamu?" tanya Gustaf.


πŸ“©"Mogok," jawab Ucup.


πŸ“©"Motor kamu mogok dimana?"tanya Gustaf.

__ADS_1


πŸ“©"Dirumah," jawab Ucup.


πŸ“©"Terus kamu udah sampai mana?" tanya Gustaf.


πŸ“©"Aku masih otw nih," jawab Ucup.


πŸ“©"Ya udah kalau gitu," kata Gustaf.


πŸ“©"Apa aku boleh minta Gus?" tanya Ucup.


πŸ“©"Boleh, kamu mau minta tolong apa?" tanya Gustaf.


πŸ“©"Natik kalau udah masuk chat aku ya, kamu bisakan?" tanya Ucup.


πŸ“©"Bisa, entar aku chat. Udah dulu ya aku dan Feri mau ke kelas dulu," kata Gustaf.


πŸ“©"Iya, terimakasih," kata Ucup.


Bus way tersebut berhenti di halte, Ucup melepaskan pegangan tangan lalu dia berjalan ke arah pak supir bus way. Ucup yang sudah berdiri di samping pak supir lalu dia mengeluarkan selembar uang kertas dari saku celana.


"Pak ini ongkosnya." Ucup memberikan selembar uang kertas kepada pak supir bus way.


"Iya nak." Pak supir bus way tersebut mengambil selembar uang kertas dari tangan Ucup.


Setelah Ucup membayar ongkos bus way dia berjalan ke arah pintu bus way yang sudah terbuka. Ucup berjalan keluar dari bus way tersebut sekarang dia sudah berada di halte bus way. Beberapa penumpang juga turun di halte yang sama dengan Ucup.


Setelah para penumpang bus way tersebut turun lalu pak supir bus way melajukan kembali bus way tersebut. Ucup berjalan kaki di jalan trotoal, dia berjalan menuju arah kampus. Ucup yang sudah berada di depan gerbang kampusnya. Ucup harus menyebrang jalan raya untuk bisa sampai ke kampusnya.


Ucup sudah berdiri di depan gerbang kampusnya, dia melihat kekanan dan kekiri dulu setelah merasa jalan raya tersebut terlihat sunyi Ucup segera berjalan menyeberangi jalan raya tersebut . Ucup sudah sampai di depan gerbang kampus lalu dia berjalan masuk ke dalam gerbang kampus. Ponsel Ucup yang berada di saku celana bergetar sehingga Ucup mengeluarkan ponsel tersebut dari saku celana.


πŸ“©"Kamu dimana? " tanya Gustaf.

__ADS_1


πŸ“©"Di gerbang kampus, kenapa?" Ucup yang berjalan sambil membalas chat dari Gustaf.


πŸ“©"Cepatan ke kelas pak dosen udah masuk," jawab Gustaf.


πŸ“©"Waduh, gimana nih dong?" Ucup yang wajahnya berbag jadi panik, dia segera memasukan kembali ponsel di saku celananya. Setelah itu Ucup segera berlari ke arah kelasnya.


Ucup sudah berada di kampus dia sedang berlari ke arah kelas, saat Ucup yang sedang berlari melewati beberapa kelas dia tidak sengaja menabrak seorang perempuan.


Bruuukk......... Bruuukkk


"Maaf aku gak sengaja." Ucup menabrak seorang perempuan karena dia sudah terlambat maka dia melewati si cewek tersebut begitu saja.


"Eh cuma ngomong minta maaf main langsung pergi aja. " Buku yang berada di tangan si perempuan yang Ucup tabrak tersebut terjatuh keatas lantai. Si perempuan tersebut kesal dengan siapa Ucup yang setelah minta maaf main lansung pergi tidak mau membantu si perempuan tersebut mengambil buku yang terjatuh di lantai.


Ucup mendengar perkataan si perempuan yang dia tabrak tetapi Ucup harus segera bergegas kedalam kelasnya karena pak dosen sudah ada di dalam kelasnya. Ucup terus saja berlari ke arah kelasnya hingga dia sudah tiba di depan pintu kelas yang masih tersebut.


Tok......... Tok


"Assalamu'alaikum pak." Ucup mengetuk pintu kelas, dia sudah berdiri di depan pintu kelas tersebut.


"Walaikumsalam," jawab semua orang.


"Kamu kenapa terlambat?" Pak dosen yang melihat ke arah pintu kelas, dia melihat seorang mahasiswa yang sedang berdiri di depan pintu.


"Maafkan pak tadi motor saya mogok terpaksa naik bus way, makanya saya datang terlambat ke kampus." Ucup sedang menjelaskan kepada pak dosen agar pak dosen bisa memaklumi ke datangan Ucup yang terlambat.


"Apa itu cuma alasan kamu saja?" pak dosen yang berjalan ke arah Ucup yang sedang berdiri di depan pintu.


"Itu memang benar pak bukan hanya alasan saya saja pak, apakah saya boleh masuk pak? "Ucup yang menatap wajah pak dosennya.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2