Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Murah Meriah


__ADS_3

"Orang baik aja jadi omongan, apalagi orang jahat. Udah gak usah ambil pusing, sejatinya orang hidup tidak akan selamat dari omongan orang lain."


Ucup sedang mengendarai motor Lea, sedang Lea duduk di belakang Ucup.


"Abang Ucup kita mau beli makan dimana?" tanya Lea.


"Emang Lea mau beli makan di mana?" Ucup membuka kaca helem nya melihat ke arah kaca spion motornya.


"Restauran langganan aku abang," jawab Lea.


"Dimana letak restauran langganan Lea?" tanya Ucup.


"Jl.Sudirman abang,"jawab Lea.


"Itu kejauhan Lea, kasihan bapak-bapak yang sudah kelaparan nunggu makanan yang kita beli," kata Ucup.


"Jadi gimana dong abang?" Lea yang terlihat bingung.


"Gimana kalau kita beli makanan nya di ampera yang ada di simpang jalan sana?" tanya Ucup.


"Ya udah kita kesana sekarang abang." Lea menyuruh Ucup untuk mengendarai motornya ke arah simpang jalan tersebut.


Ucup membelokan motornya ke arah kanan, ampera yang Ucup maksud berada di sebelah kanan simpang jalan raya. Ucup memikirkan motornya di depan ampera tersebut. Lea yang masih duduk di atas motor melihat ke arah ampera tersebut.


"Apakah benar harganya 10 ribu rupiah sebungkus abang?" Lea melihat ke arah tulisan yang berada di depan ampera tersebut, di situ terdapat tertulis harga makanannya 10 ribu rupiah. Lea yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ucup.


"Iya, kenapa emangnya Lea?" Ucup membuka helem milik Lea lalu tersebui dia menggantung helem tersebut di gantungan bagian depan motor.


"Masak sih abang dengan uang sebesar 10 ribu kita udah bisa makan?" Lea yang masih terlihat ragu dengan tulisan yang ada di ampera tersebut.


"Bisa, itu buktinya." Ucup menujukan jari ke arah ampera kepada Lea.


"Apa abang pernah makan di sini?" tanya Lea.

__ADS_1


"Pernah, makanya abang ngajak Lea ke sini. Sebaik sekarang kita turun dari motor ini." Ucup yang lebih dulu turun dari motor, sekarang dia sudah berada di samping motor milik Lea Ucup yang melihat ke arah Lea yang masih duduk di atas motor milik nya.


"Terus gimna soal rasa masakan di sini abang?" Lea yang turun dari motor lalu dia berdiri di samping Ucup.


"Enak Lea," jawab Ucup.


"Apa benar enak abang?" Lea masih terlihat ragu untuk membeli makanan di sini.


"Tuh coba Lea lihat, kalau gak enak gak mungkin ampera seramai ini."Ucup menujukan jari ke arah ampera tersebut, ampera tersebut kelihatan ramai. Semua bangku-bangku yang ada di dalam ampera tersebut sudah di duduki oleh orang- orang yang ingin makan di sana.


"Bisa ajakan ampera ini ramai karena harga yang murah meriah?"tanya Lea.


"Harganya murah meriah sehingga terjangkau bagi orang-orang kelas ekonomi kebawah, selain itu makanan di sini juga memiliki rasa yang enak tidak kalah dengan RM Padang lainnya." Ucup yang menyakinkan Lea.


"Apa benar abang rasa masakan di sini enak?" Lea yang masih terlihat ragu.


"Iya, abang jaminan Lea gak akan kecewa beli makanan buat bapak-bapak itu di sini. Jadi Lea. mau kan beli makanan di sini?" Ucup menatap mata Lea dengan tatapan menyakinkan Lea, agar Lea mau membeli makanan di ampera tersebut.


"Ayo buruan kita pesan makanan buat mereka!" ajakan Ucup.


"Kenapa buru-buru abang?" tanya Lea.


"Takut nantik kita kehabisan Lea," jawab Ucup.


"Kalau kehabisan kita bisa beli di tempat lain abang," kata Lea.


Sesampainya Lea dan Ucup di halaman rumah pak Rt. Mereka sudah di tunggu oleh semua orang yang berada di halaman rumah pak Rt.


"Kalian dari mana saja kenapa lama sekali?" tanya pak Rt.


"Maaf Pak Rt lama tadi ngantri beli nasi bungkusnya." Ucup yang berjalan sambil membawa sebuah kantong plastik berukuran besar. Ucup berjalan ke arah pak Rt yang sedang berdiri di halaman rumahnya.


"Alah itu cuma alasan Ucup aja pak Rt, pasti mereka tadi pacaran dulu. Gak tahu apa kita nungguin mereka sampai kelaparan nih," kata seorang pria.

__ADS_1


"Maaf bapak-bapak semua tapi aku dan Lea tadi itu tidak pacaran. Kami lama di ampera karena ngantri banyak yang beli sehingga pelayanan satu persatu membuat pesan orang yang terlebih dahulu datang sebelum kami." Ucup menjelaskan kepada semua orang yang berada di halaman rumah pak Rt.


"Sudah-sudah tidak usah di bahas lagi, yang penting sekarang makanan nya sudah ada. Ucup sini makanan nya biar bapak bagikan kepada semua orang yang berada di sini." Pak Rt meminta makanan yang berada di dalam kantong plastik, yang ada di tangan Ucup.


"Ini pak Rt." Ucup yang sudah bwtada di hadapan pak Rt, lalu dia memberikan kantong plastik yang berisi makanan kepada pak Rt.


"Terimakasih Lea dan Ucup." Pak Rt mengambil kantong plastik yang berada di tangan Ucup.


"Kenapa pak Rt berterima kasih kepada Lea dan Ucup?" tanya seorang pria.


"Saya beritahukan kepada semua bapak-bapak yang ada di sini bahwa semua makanan ini di beli oleh papa Lea, karena papa Lea tidak bisa ikut gotong royong sehingga dia membelikan semua makan untuk kita makan sebagai permintaan maaf dia tidak bisa ikut gotong royong. Selain itu papa Lea juga sudah membayar uang denda karena tidak ikut gotong royong.Berhubung papa Lea sedang berada di luar kota maka papa Lea yang menyuruh Lea mengantikan nya membeli kan semua makan ini."Pak Rt memberitahukan kepada semua orang yang berada halaman rumahnya.


"Lea tolong sampaikan kepada papa Lea kami semua berterima kasih atas makanan ini," kata seorang bapak.


"Iya natik saya sampaikan dengan papa." Lea yang berjalan ke arah Ucup dan pak Rt, Dia sudah berada di samping Ucup.


Mereka membagikan nasi bungkus berserta air minum kepada semua bapak-bapak yang berada di sana. Setelah mereka membagikan semua nasi bungkus tersebut hanya tersisa dua bungkus. Ucup memberikan sebungkus kepada pak Rt lalu dia mengambil sebungkus untuk di berikan kepada Lea.


"Ini buat Lea." Ucup memberikan sebungkus nasi tersebut kepada Lea.


"Gak usah itu buat abang aja." Lea yang menolak nasi bungkus tersebut.


"Abang udah pernah makan nasi bungkus ini tapi Lea belum pernah makan nasi bungkus dari ampera tadi, jadi sebaiknya nasi bungkus ini buat Lea aja," kata Ucup.


"Lea masih kenyang, jadi nasi bungkus buat abang saja," kata Lea.


"Apa benar Lea masih kenyang?"Ucup yang melihat ke arah Lia.


" Iya benar abang," jawab Lea.


"Gimana kalau kita makan sebungkus berdua?" tanya Ucup.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2