Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ngegas


__ADS_3

"Perihal senja, senja telah mengajarkan Ry satu hal, bahwa sesuatu yang indah dapat datang dan pergi semaunya."


"Apa benar kamu bakal datang kerumah aku?"tanya Zai.


"Insyaallah natik aku datang kerumah kamu,"jawab Aska.


" Ya udah kalau gitu, sampai ketemu di rumah aku."Zai turun dari motor Aska lalu dia berjalan ke arah Ucup.


"Iya," jawab Zai.


"Kalian mau buat tugas kelompok?" tanya Lea.


"Iya, Lea kelompok siapa?" tanya Aska.


"Belum ada kelompok," jawab Lea.


"Ya udah kalau gitu Lea ikut kelompok kita aja gimana?" tanya Aska.


"Apa boleh aku ikut kelompok kalian?" tanya Lea.


"Boleh," Jawab Aska.


"Gak boleh," jawab Zai.


"Jadi aku boleh atau gak nih masuk kelompok kalian?" Lea yang melihat ke arah Aska dan Zai secara bergantian.


"Zai bolehin aja Lea masuk kelompok kita." Aska yang menatap Zai dengan tatapan yang memelas.


"Ya udah dia boleh masuk ke kelompok kita tapi_____." Zai yang sudah berada di samping motor Ucup lalu dia membalikan badan melihat ke arah Aska. Dia melihat Aska yang sedang menatap dia dengan tatapan yang memelas sehingga Zai merasa kasihan akhirnya Zai memperbolehkan Lea untuk masuk dalam kelompok mereka.


"Tapi apa Zai?" tanya Aska.


"Dia jangan sampai menyusahkan kita berdua," jawab Zai.


"Tenang aja aku gak bakal jadi nyusahin kalian berdua di kelompok ini, jawab Lea.


" Bagus deh kalau begitu aku cabut dulu."Zai naik ke atas motor Ucup.


"Sampai ketemu di sana ya, aku juga mau pulang dulu." Setelah berpamitan dengan mereka Aska menyalakan motornya lalu dia mengendarai motornya meninggalkan mereka.


"Eh tunggu dulu aku pulang ama siapa?" Si siswi tersebut berdiri di depan motor Ucup sehingga dia menghalangi motor Ucup.


"Awas minggir kamu menghalangi jalan motor aku." Ucup menyuruh si siswi tersebut untuk pergi dari tempat tersebut.


"Aku gak mau minggir." Si siswi tersebut tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Mau kamu itu apa sih?" Zai yang wajah berubah jadi kesal menatap ke arah si siswi tersebut.


"Aku mau pulang," jawab si siswi tersebut.


"Ya udah sana kamu pulang ngapain masih di sini." Zai yang menyuruh si siswi tersebut untuk pulang.


"Hushus sana kamu pergi." Lea yang mengusir si siswi tersebut untuk dari tempatnya berdiri sekarang.


"Lea ngusir dia kayak ngusir kucing aja," kata Ucup.


"Apa kamu pikir aku ini kucing?" tanya si siswi tersebut.


"Masih mendingan kucing dari pada kamu," jawab Lea.


"Lah kok gitu sih Lea?" tanya si siswi tersebut.


"Kucing imut kamu amit mah," jawab Lea.


"Jangan sekata-kata kamu ngomong Lea." Si siswi tersebut yang tidak Terima dengan perkataan Lea.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut di sini,kamu minggir aku mau lewat," kata Ucup.


"Aku gak mau," kata si siswi tersebut.


"Ah kamu benar-benar menguji kesabaran aku." Zai benar di buat kesal oleh sikap siswi tersebut.


"Boleh, abang mau minta tolong apa?" tanya Lea.


"Lea tolong antarkan dia pulang, bagaimana Lea?" Ucup yang berbicara sambil menatap Lea dengan tatapan iba.


"Bisa, tapi apa dia mau pulang ama aku?" Lea yang merasa iba setelah mendapatkan tatapan seperti itu.


"Tak ada rotan akar pun jadi, gak diantar abang Ucup ama Lea pun aku jadi," kata siswi tersebut.


"Ya udah sana kamu naik motor Lea, kalau gak kamu bakal di tinggal Lea," kata Ucup.


Sore Harinya.......


Setelah mata kuliah selesai Ucup langsung mengendarai motornya ke arah rumahnya. Sesampainya Ucup di halaman rumah nya dia melihat ada dua motor yang sudah terpakir di halaman rumah Ucup. Ucup memikirkan motornya di halaman rumah lalu dia turun dari motornya. Ucup berjalan ke arah rumahnya, dia melihat pintu ruamhnya yang terbuka. Dia juga melihat beberapa pasangan sandal ada di depan teras rumahnya.


"Assalamu'alaikum."Ucup membuka sepatu lalu dia berjalan ke teras rumahnya.


"Walaikumsalam." Mereka serentak menjawab.


Tap......... Tap

__ADS_1


Tap..........Tap


Tap..........Tap


Ucup yang sudah berdiri di depan pintu lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah. Saat Ucup sudah berada ruangan tamu, dia melihat Zai dan teman-teman sedang mengerjakan tugas kelompok.


"Kalian sedang apa?"tanya Ucup.


"Kami sedang mengerjakan tugas kelompok abang." Aska yang berdiri dari tempat duduk lalu dia berjalan menghampiri Ucup. Aska yang sudah berdiri di hadapan Ucup lalu dia menyalim punggung tangan Ucup.


"Abang Ucup sudah pulang." Lea yang berdiri dari tempat duduk lalu dia menghampiri Ucup. Lea menyalim punggung tangan Ucup.


"Udah baru saja abang pulang, kalian lanjutkan kerjakan kelompok nya. Abang mau istirahatlah dulu ya Lea." Ucup berjalan pergi meninggalkan ruangan tamu.


"Iya abang," kata Lea.


Ucup yang sudah berada di dalam kamarnya lalu dia merebahkan badannya di atas tempat tidur. Ucup yang merasa kelelahan telah lalu dia tertidur di atas tempat tidur.


Zai dan teman-teman sedang mengerjakan tugas kelompok. Mereka sedang berdiskusi saat mengerjakan tugas kelompok.


"Aska coba periksa yang aku kerjakan ini." Lea memberikan buku tulis ke arah Aska.


"Kasih Zai aja soalnya aku masih sibuk nih." Aska yang sedang menulis di buku tulisnya mengunakan pena.


"Mana sini bukunya biar aku periksa." Zai mengulurkan tangannya ke arah Lea.


"Nih bukunya." Lea memberikan buku tulis ketangan Zai.


"Ini salah semua, kamu itu begog gak bisa mengerjakan tugas semudah itu."Setelah buku tulis milik Lea berada di tangan Zai, lalu Zai memeriksa tugas yang ada di buku tulis tersebut. Zai melihat tugas yang di kerjakan Lea salah semua sehingga Zai berbicara dengan volume suara yang besar dan membentak Lea.


"Iya aku tahu kamu pintar tapi gak seharusnya kamu ngatain aku itu begog." Lea yang tersinggung dengan perkataan Zai.


"Kalian ini kenapa sih?" Aska yang berhenti menulis lalu dia menoleh ke arah Zai dan Lea secara bergantian.


"Nih kamu lihat sendiri."Zai yang melempar buku tulismilik Lea ke arah Aska.


"Jangan main lempar aja Zai." Aska yang menangkap buku yang Zai lempar ke arahnya. Setelah itu Aska memeriksa tugas yang Lea kerjakan.


"Gimana udah kamu periksa kan?" Zai yang menoleh ke arah Ucup.


"Udah, terus masalah apa? kok sampai kamu ngatain Lea kayak tadi." Aska merasa perkataan yang Zai katakan tadi begitu menyinggung perasaan Lea.


"Udah jelas semua yang dia kerjakan itu salah, makanya tadi aku gak mau dia masuk ke kelompok kita." Zai yang berbicara dengan suara pantang kepada Aska.


"Kalau yang Lea kerjakan itu salah maka kamu gak perlu ngomong ngegas kayak gitu juga. Semua bisa kita bicarakan secara baik-baik, lalu kamu hanya perlu memberitahukan kepada Lea kalau semua yang dia kerjakan itu salah.Maka aku yakin Lea akan memperbaik kesalahan tersebut. Apa Lea mau memperbaiki tugas ini?" tanya Aska.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2