
"Stay private belajarlah dari hari-hari kemarin, terlalu sering di banggakan belum tentu tulus."
Esokan Harinya............
Cahaya matahari masuk ke kamar Zai melewati jendela kamar.Cahaya matahari mengenai wajahnya sehingga Zai mulai membuka kedua matanya.Saat kedua mata Zai telah terbuka dia melihat ke arah sekeliling kamarnya.
Zai bangun dari tidurnya lalu dia duduk di atas tempat tidur. Zai menoleh ke arah jam di dinding kamarnya.Ternyata sudah menujukan pukul 09.30 wib, lalu Zai turun dari tempat tidurnya.
Zai sudah berada di luar kamarnya lalu dia berjalan ke arah kamar mandi. Zai sudah berada di dalam kamar mandi dia membasuhi wajahnya setelah itu dia mengosok giginya. Zai yang sudah selesai mengosok gigi lalu dia berkumur dengan mengunakan air yang berada di dalam gayung.
Setelah Zai keluar dari kamar mandi dia berjalan kedapur. Sesampainya di dapur Zai tidak melihat ibu, lalu Zai memutuskan untuk mencari ibu di kamarnya.Zai berjalan ke arah kamar ibu, dia sudah tiba di depan kamar ibu.
"Ibu ibu ibu." Zai memanggil ibu sambil membuka pintu kamar ibu.
Ceklek......... Ceklek
Saat pintu kamar ibu terbuka Zai berjalan masuk ke dalam ibu, Zai yang sudah berada di dalam kamar ibu. Dia melihat ke sekeliling kamar Ibu untuk menemukan ibu ternyata dia tidak menemukan keberadaan ibu di dalam kamar tersebut.
Ibu kemana sih kenapa tidak ada di dalam kamar? batin Zai
Sebaiknya aku cari ibu di tempat lain batin Zai.
Zai berjalan keluar dari kamar ibu, saat Zai sudah berada di luar kamar dia menutup kembali kamar ibu.Zai berjalan sambil memanggil ibu, dia melakukan itu agar ibu mengetahui bahwa dia sedang mencari Zai.
Zai berhenti di ruangan keluarga tetapi Zai tidak menemukan keberadaan ibu di sana. Zai berpikir mungkin ibu sedang berada di dalam kamar Ucup.Zai memutuskan untuk mencari keberadaan ibu di dalam kamar Ucup. Zai berjalan ke arah kamar Ucup sambil memanggil ibu.
Zai yang sudah berada di depan pintu kamar Zai segera membuka pintu kamar Ucup. pIntu kamar Ucup terbuka lalu Zai berdiri didepan pintu kamar Ucup sambil mencari keberadaan ibu. Tetapi Zai tidak menemukan keberada ibu di dalam kamar Ucup.
Zai keluar dari kamar Ucup dia menutup kembali kamar Ucup.Zai segera berjalan ke arah ruangan tamu saat dia sudah berada di ruangan tamu. Zai tidak melihat motor milik ayah dan motor milik Ucup. Baru lah Zai merasa yakin bahwa mereka semua pergi meninggalkan Zai sendirian di dalam rumah.
Kemana semua orang pergi?kenapa mereka tega, pergi tidak ada yang mengajak aku.Aku merasa kalau mereka semua sudah tidak menyayangi aku lagi batin Zai.
Zai merasa penasaran dengan keberadaan mereka yang tidak ada di rumah meninggalkan dia di rumah sendirian. Sehingga Zai memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel ayahnya terlebih dahulu.
Zai sudah berada di dalam kamarnya dia mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidurnya.Ketika ponsel Zai sudah berada di tangannya dia langsung mencari kotak nomor ponsel ayah.Zai yang sudah menemukan kontak nomor ponsel ayah dia segera menghubungi nomor ponsel ayah.
__ADS_1
Panggil telpon dari Zai masuk ke dalam ponsel ayah tetapi ayah tidak mengangkat panggil telpon Zai. Sampai tiga kali Zai menelpon ke nomor ponsel ayah tetapi tidak di angkat oleh ayah.Sekarang Zai menghubungi nomor ponsel Ucup.
Tuuutt........... Tuuutt
"Halo,abang dimana?" tanya Zai.
"Zai kalau nelpon itu ngucapin salam dulu baru nanya kayak gitu," jawab Ucup.
"Assalamu'alaikum abang," kata Zai.
"Walaikumsalam Zai," kata Ucup.
"Abang dimana?"tanya Zai.
"Di kebun, kenapa emangnya?" tanya Ucup.
"Apa ayah dan ibu juga berada di sana?"tanya Zai.
"Tidak, kenapa emangnya?"tanya Ucup.
"Lalu apa abang tahu ayah dan ibu pergi kemana?" tanya Zai.
"Tapi sekarang ayah dan ibu tidak ada di rumah, aku tinggal sendirian di rumah," kata Zai.
"Apa Zai sudah menghubungi nomor ponsel ayah?" tanya Ucup.
"Sudah tapi tidak di angkat oleh ayah," jawab Zai.
"Emang sudah berapa kali Zai menghubungi nomor ponsel ayah?" tanya Ucup.
"Tiga kali abang, sebenarnya ayah dan ibu kemana sih abang?" tanya Zai.
"Ntlah abang tidak tahu, sebaiknya kamu tunggu saja paling sebentar lagi ayah dan ibu pulang," kata Ucup.
"Ya aku tunggu lah, lagian aku mau pergi kemana coba abang.Motor gak ada uang juga aku tidak punya," kata Zai.
__ADS_1
"Ya udah kamu baik-baik aja di rumah," kata Ucup.
"Terus abang kapan pulang?"tanya Zai.
" Mungkin sore abang baru pulang, tumben kamu tanya abang pulang.Ada apa?" tanya Ucup.
"Gak ada aku cuma tanya aja, apa abang gak bisa pulang sekarang gitu?" tanya Zai.
"Gak bisa, kerjaan abang di kebun belum siap.Lagian kamu kan udah biasa tinggal di rumah sendirian," jawab Ucup.
"Aku emang udah biasa tinggal sendirian di rumah," kata Zai.
"Ya udah kalau gitu, abang mau lanjut memetik daun singkong dulu," kata Ucup.
Setelah mendengarkan perkataan Ucup Zai segera mematikan telponnya.Sedangkan Ucup yang berada di kebun merasa geleng-geleng kepala melihat tingkah Zai yang langsung mematikan telpon tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
Ucup segera memasukkan ponsel ke dalam saku celana training nya.Ucup kembali memetik daun singkong yang berada di kebun tersebut.Saat Ucup sedang asik memetik daun singkong di kebunnya.
"Ucup Ucup Ucup." Seorang ibuk yang berjalan ke arah Ucup yang sedang memetik daun singkong.
"Iya, ada apa ibuk?"Ucup yang merasa ada yang memanggil namanya lalu dia membalikkan badanya ke arah belakang.Dia melihat seorang ibu yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
"Ayah ibu kamu mana?" Si ibuk yang sudah berdiri di hadapan Ucup.
"Di rumah, ada apa ibuk mencari orang tua saya?" tanya Ucup.
"Ada yang mau ibu bicarakan kepada ayah ibu kamu," jawab si ibuk tersebut.
"Kalau begitu sebaiknya ibuk kerumah saja." Ucup menyuruh si ibuk tersebut untuk kerumahnya menemui kedua orang tuanya.
"Apa tidak bisa kalau ibu ngomong ama kamu aja?" tanya si ibuk tersebut.
"Aduh gimana ya ibuk?" Ucup yang terlihat ragu saat mengatakan itu.
"Kamu kok kelihatan seperti ragu begitu." Si ibuk tersebut yang memperhatikan wajah si Ucup.
__ADS_1
"Maaf ibuk bukannya saya tidak mau, tetapi menurut saya lebih baik ibuk ngomong langsung ama ayah ibu saya." Ucup memberikan saran kepada si ibuk tersebut untuk ngomong langsung ke ayah ibu Ucup.
...~ Bersambung ~...