Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Teman-Teman Zai Ingin Bertemu Ucup


__ADS_3

"Semakin dewasa, kita akan paham betul bahwa tidak semua hal harus di bagikan kepada dunia. Cukup hanya kita saja yang merasakan."


"Ya udah aku pulang dulu abang." Lea melajukan motornya meninggalkan Ucup dan Zai.


Malam Minggu........


Setelah makan Ucup mencuci semua peralatan makan yang kotor.


"Abang mau kopi?" Zai yang masih duduk di atas kursi.


"Iya, kenapa Zai?" Ucup yang masih mencuci peralatan makan di atas westafel.


"Aku mau buatin abang kopi." Zai berdiri dari tempat kursi tersebut.


"Gak usah Zai."Ucup masih ingat kejadian Zai membuatkan kopi yang rasanya asin sehingga dia segera menolak Zai membuatkan nya kopi.


"Kenapa abang gak mau?" tanya Zai.


"Waktu itu kamu buat kopi rasanya asin," jawab Ucup.


"Kapan aku buat kopi rasanya asin abang?" tanya Zai.


"Coba kamu ingat-ingat kapan kamu pernah buat kopi." Ucup menyuruh Zai untuk mengingat dia membuat kopi.


"Tunggu aku ingat dulu." Zai mencoba mengingat waktu dia membuatkan kopi.


"Itu waktu abang malas buat kopi, lalu Feri yang mau buat kopi. Ternyata kopi itu kamu yang buat," kata Ucup.

__ADS_1


"Oo.... iya aku ingat, itu pertama kali aku buat kopi." Zai akhinya ingat bahwa dia yang membuat kopi yang waktu itu.


"Pantas aja rasa kopi buatan kamu asin," kata Ucup.


"Emang benar kopi buatan aku asin?" tanya Zai.


"Iya pasti kamu kasih garam bukan gula," kata Ucup.


Tok........ Tok


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam, kalian mau ngapain ke sini?" Zai membuka pintu rumahnya lalu dia melihat mereka sudah berdiri di depan pintu rumah.


"Main, emang gak boleh?" tanya Anton.


"Kita lagi pengen aja main kesini," jawab Anton.


"Abang Ucup mana?" tanya Aska.


"Ada di dalam kamar, kamu kesini mau cari abang Ucup?" tanya Zai.


"Iya," jawab Aska.


"Ada perlu apa kamu cari abang Ucup?" tanya Zai.


"Aduh kaki aku pegal nih, dari tadi berdiri gak di suruh masuk," kata Ridho.

__ADS_1


"Aduh aku sampai lupa nyuruh kalian masuk, ayo silahkan masuk!" Zai segera menyuruh mereka untuk masuk.


"Iya kita masuk nih." Mereka berbicara dengan Zai sambil berjalan masuk ke dalam rumah Zai, mereka sekarang sudah duduk di sofa yang berada di ruangan tamu.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku yang tadi, sebenarnya ada apa kamu cari abang Ucup." Zai yang masih penasaran karena Aska mencari Ucup.


"Aku kangen ama abang Ucup, panggilin abang Ucup dong." Aska meminta Zai untuk memanggil Ucup.


"Benar kamu cuma kangen ama abang Ucup?" tanya Zai lagi.


"Iya," jawab Aska.


"Ya udah biar aku aja yang panggil abang Ucup." Anton yang berdiri dari sofa lalu dia berjalan ke arah kamar Ucup.


Anton sudah berada di depan pintu kamar Ucup, dia mengetuk pintu kamar Ucup sambil memanggil Ucup.


"Ada apa Zai?" Saat bersamaan pintu kamar Ucup terbuka.


"Ini aku Anton bukan Zai abang Ucup." Anton yang tersenyum melihat ke arah Ucup.


"Eh ternyata kamu tadi abang kira Zai." Ucup yang kaget ternyata yang berdiri di hadapannya itu Anton bukan Zai.


"Iya abang, apa abang lagi sibuk?" Anton yang mencoba berbasa basi ama Ucup padahal udah basi.


"Tidak, kenapa emangnya?" tanya Ucup.


"Kami kangen ama abang, makanya kami pengen ngobrol ama abang udah lama kita gak pernah ngumpul kayak dulu abang. Apa abang mau ngumpul ama kita?

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2