
"Kalau dia marah ama kamu nggak usah marah balik, bikin novel saja jadikan dia tokoh antagonis dan kisahnya happy ending. Di akhir cerita salaman, baikan rangkulan, ngopi lagi, ketawa-ketiwi lagi. Biar hidup ini makin indah, semoga novel kamu banyak yang baca, di sukai dah gitu saja."
Tap.......
Tap.......
Tap.......
Suara langkah kaki seorang pria yang berjalan masuk melewati pintu kelas. Para mahasiswa yang berada di dalam kelas tersebut menoleh ke arah pintu kelas. Mereka melihat seorang pria berjalan masuk ke dalam kelas. Saat melihat ke arah seorang pria tersebut para mahasiswa mulai diam tidak ada yang berani berbicara karena pria tersebut adalah pak dosen yang akan memberikan mata kuliah kepada mereka.
Pak dosen sudah berdiri di hadapan para Mahasiswa. Pak dosen memperkenalkan dirinya kepada para mahasiswa setelah pak dosen duduk di kursi yang berada di depan papan tulis. Pak dosen melihat absen nama mahasiswa yang berada di kelas ini lalu pak dosen memanggil satu persatu nama mahasiswa berdasar nama yang berada di absen mahasiswa. Pak dosen menyuruh nama-nama siswa yang di panggil untuk berdiri dari kursinya lalu memperkenalkan dirinya kepada dosen.
Satu persatu nama mahasiswa telah di panggil mereka juga telah memperkenalkan diri kepada pak dosen.
"Muhammad Yusuf." Pak dosen memanggil nama Ucup.
"Saya pak." Ucup yang berdiri dari kursinya lalu menatap ke arah pak dosen.
"Perkenalan diri kamu." Pak dosen yang melihat ke arah Ucup.
"Assalamualaikum wr wb," kata Ucup.
"Walaikumsalam wr wb," kata seluruh mahasiswa.
"Perkenalan nama lengkap saya Muhammad Yusuf, biasa di panggil Ucup. Umur 23 tahun, saya memiliki dua saudara laki yaitu seorang abang yang bernama Muhammad Fiqrie dan seorang adek yang bernama Muhammad Zainel. Saya tinggal bersama kedua orang tua dan adek saya di alamat Jl. Kubang Raya," kata Ucup.
"Apa pekerja ayah Ucup?" tanya pak dosen.
"Petani singkong pak," jawab Ucup.
Pak dosen menyuruh Ucup untuk kembali duduk di kursinya. Ucup kembali duduk di kursinya. Pak dosen memanggil nama mahasiswa yang lainya untuk lanjut memperkenalkan.
Setelah selesai memanggil nama seluruh mahasiswa yang ada di kelas tersebut, pak dosen juga sesudah mulai mengenali nama siswa yang berada di kelas ini. Pak dosen memulai materai perkuliahannya, pak dosen menjelaskan kepada mahasiswa tentang mata kuliah yang akan mereka pelajari. Mahasiswa mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh pak dosen.
Jam kuliah telah habis pak dosen berpamitan ama seluruh mahasiswa. Pak dosen berdiri dari kursi lalu berjalan meninggalkan kelas. Setelah pak dosen pergi meninggalkan kelas beberapa mahasiswa berjalan ke arah pintu kelas untuk meninggalkan kelas.
Ucup memasukan buku tulis dan pena ke dalam tas ranselnya. Ucup menarik reseleting tasnya lalu dia berdiri dari kursi.
"Ucup udah ini kita nongkrong ke cafe yuk!" ajak Feri.
"Maaf aku gak bisa." Ucup yang sudah melekatkan tasnya di punggung.
"Kenapa Ucup?'tanya Gustaf.
__ADS_1
"Aku harus menjemput Zai sekarang," jawab Ucup.
" Ya udah jemput aja Zai, terus bawa dia ke cafe tempat biasa kita nongkrong. Kita tunggu di sana ya Ucup," kata Feri.
"Maaf Feri aku gak bisa, soalnya aku mau bantu kedua orang tua di kebun singkong." Ucup yang menolak Feri dan Gustaf untuk nongkrong di cafe.
"Ya Ucup gak asik nih,"kata Feri.
"Udah dulu ya Gus dan Feri aku duluan, mau jemput Zai nih." Ucup yang berjalan terburu-buru meninggalkan kelas tersebut.
Di Sekolahan Zai
Ucup yang sudah sampai di depan gerbang sekolah, dia memakirkan motornya di depan pintu gerbang sekolah Zai. Ucup melihat beberapa siswa yang keluar dari gerbang sekolah tetapi Ucup tidak melihat ada Zai di antara beberapa siswa tersebut.
Ucup yang masih menunggu Zai keluar dari gerbang sekolah. Ucup melihat suasana sekolah sudah tampak sepi tetapi Zai belum juga keluar dari kelasnya. Seorang siswi berjalan melewati gerbang sekolah.
Siswi tersebut melihat ke arah Ucup yang sedang duduk di atas motor. Siswi tersebut berjalan ke arah Ucup dengan perasaan yang begitu bahagia.
"Abang nunggu aku ya?" Siswi tersebut sudah berada di samping motor Ucup.
"Eh kamu, jangan ke geeran deh." Ucup yang menoleh ke arah siswi tersebut.
"Kalau gak nunggu aku berarti abang nunggu Zai ya?" tanya siswi tersebut.
"Gak abang," jawab siswi tersebut.
Ucup turun dari motor lalu berjalan ke arah pintu gerbang sekolah.
"Abang mau kemana?" Siswi tersebut melihat ke arah Ucup yang berjalan meninggalkan dia.
"Mau cari Zai." Ucup yang sudah berada di dekat gerbang sekolah.
"Percuma abang cari gak ada lagi siswa di sekolah ini cuma tinggal aku." Si cewek tersebut berjalan menghampiri Ucup.
Ucup berjalan melewati gerbang sekolah lalu dia berjalan ke arah pos pak satpam. Pak satpam yang sedang duduk di posnya.
"Assalamualaikum pak." Ucup yang sudah berdiri di depan pos pak Satpam.
"Walaikumsalam." Pak satpam yang melihat ke arah Ucup yang sedang berdiri di hadapan dia.
"Pak apa boleh saya bertanya?" tanya Ucup.
"Boleh, kamu mau tanya apa?" tanya pak satpam.
__ADS_1
"Apa pak Satpam melihat Zai?" tanya Ucup.
"Iya saya melihat Zai," jawab pak satpam.
"Apa Zai sudah keluar dari sekolah?" tanya Ucup.
"Iya Zai keluar sekolah setelah bel berbunyi," jawab pak Satpam.
"Terima kasih info pak Satpam, kalau begitu saya pamit dulu." Ucup yang susah membalikan lalu dia berjalan.
"Tunggu dulu kamu siapa Zai?" tanya pak satpam.
"Saya abangnya Zai, apa tadi pak melihat Zai keluar sekolah dengan seseorang?" Ucup berhenti berjalan lalu dia membalikan badan. Dia melihat ke arah pak satpam.
"Iya," jawab pak Satpam.
"Cewek atau Cowok?" tanya Ucup.
"Cowok kenapa emangnya?" tanya pak Satpam.
"Tidak ada saya hanya ingin tahu adek saya pulang dengan siapa. Apa pak satpam tahu nama seorang yang pulang ama Zai?" tanya Ucup.
"Aska, apa kamu kenal?" tanya pak satpam.
"Iya saya kenal itu sahabat Zai." Ucup berjalan meninggalkan pak Satpam.
Sesampainya Ucup di samping motornya, Ucup melihat siswi sudah duduk di atas motornya.
"Kamu ngapain duduk di atas motor aku?" tanya Ucup.
"Nungguin abang," jawab si cewek tersebut.
"Kamu cepatan turun dari motor aku." Ucup yang terlihat tidak suka melihat si cewek tersebut yang duduk di atas motornya.
"Aku gak mau turun," kata cewek tersebut.
"Ahahah kamu maunya apa sih? aku lagi pusing nih." Ucup yang terlihat kesal menjambak rambutnya.
"Aku mau di anterin pulang ama abang," jawab si cewek tersebut.
"Tidak mau, lagian aku ini bukan tukang ojek. Mendingan kamu minta antarin pulang ama tukang ojek aja sana," kata Ucup.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1