Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Kamu Nanya


__ADS_3

"Saya gengsinya gede tapi kalo soal bilang maaf, tolong dan berterima kasih. Saya tidak pernah lupa untuk itu."


Mereka sedang berkumpul di ruangan tamu ruang Ucup.


"Zai gitar kamu mana?" tanya Aska.


"Ada dikamar, kenapa emangnya?" tanya Zai.


"Ambilkan," jawab Aska.


"Emang kamu bisa main gitar?" tanya Zai.


"Gak." Aska mengelengankan kepalanya.


"Terus kenapa kamu minta aku ngambil gitar?" tanya Zai.


"Aku pengen lihat kamu main gitar sambil bernyanyi," jawab Aska.


"Udah lama aku gak lihat kamu main gitar sambil bernyanyi," kata Anton.


"Cepatan sana ambil gitar kamu," kata Ridho.


"Iya ini mau aku ambil gitarnya." Zai berdiri dari sofa.


Zai sudah duduk di sofa sambil meletakan gitarnya di pahanya. Zai mulai memetikan gitarnya.


Jereng.............. Jereng


🎵Yaa Man Shollaita Bikullil Anbiya'


y (Wahai engkau yang menjadi imam semua Nabi dalam salat)


🎵Yaa man fii qolbika Rohmatun linnas


(Wahai engkau yang hatinya berisi rahmat untuk semua manusia)


🎵Ya man allafta quluuban bil Islam


(Wahai engkau yang menyatukan hati melalui Islam)


🎵Yaa habiibii yaa shafii’i yaa Rasula Allah (Kekasihku, syafaatku, Ya Rasulullah)


🎵Bi ummi wa abi .. fadaytuka sayyidi


(Aku akan mengorbankan ayah dan ibuku untukmu wahai Nabiku)


🎵Sholatun wa salam .. ‘alayka yaa Nabi


(Salawat dan salam atasmu Ya Nabi)


🎵Habibi yaa Muhammad


(Kekasihku, Ya Muhammad!)


🎵Atayta bissalami wal huda, Muhammad (Engkau datang dengan kedamaian dan petunjuk, Muhammad)


🎵 Habibi yaa Muhammad


(Kekasihku, Ya Muhammad!)


🎵 Ya rahmatan lil’alameena ya Muhammad (Rahmat untuk umat, Ya Muhammad)


🎵Ya man hallayta hayatana bil iman


(Wahai engkau yang menentramkan hidup kami dengan iman)


🎵Ya man bijamalika ‘allamtal ihsan


(Wahai engkau yang mengajarkan kebaikan dengan keindahanmu)

__ADS_1


🎵Ya man nawwarta qulubana bil quran


(Wahai engkau yang menerangi hati kami dengan Quran)


🎵Yaa habiibii yaa shafii’i yaa Rasula Allah (Kekasihku, syafaatku, Ya Rasulullah)


🎵Bi ummi wa abi .. fadaytuka sayyidi


(Aku akan mengorbankan ayah dan ibuku untukmu wahai Nabiku)


🎵Sholatun wa salam .. ‘alayka yaa Nabi


(Salawat dan salam atasmu Ya Nabi)


🎵Habibi yaa Muhammad


(Kekasihku, Ya Muhammad)


🎵Atayta bissalami wal huda, Muhammad.(Engkau datang dengan kedamaian dan petunjuk, Muhammad)


🎵Habibi yaa Muhammad (Kekasihku, Ya Muhammad)


🎵 Ya rahmatan lil’alameena ya Muhammad (Rahmat untuk umat, Ya Muhammad)


Proookk......... Proookk


Mereka yang mendengarkan Zai bernyanyi sambil bermain gitar memberikan tepuk tangan.


"Subhanallah bagus banget suara kamu." Aska benar kagum mendengarkan suara Zai yang merdu di tambah permainan gitarnya yang sesuai.


"Perfect lah." Ridho memberikan pujian kepada Zai.


"Buat kamu aku kasih 2 jempol nih." Anton mengangkat dua jari jempolnya.


"Masyallah, suara kamu merdu." Ucup memuji suara Zai yang merdu saat bernyanyi dan bermain gitar.


"Terimakasih semuanya," kata Zai.


"Gak mau suara abang jelek," kata Ucup.


"Ya gak apa-apa abang lagian cuma kita-kita aja yang dengarin." Anton mencoba membujuk Ucup untuk bernyanyi.


"Kalian aja yang nyanyi abang mau merokok dulu." Ucup berdiri dari sofa lalu di berjalan ke arah teras rumah.


Diruangan tamu Zai memetik gitar sementara teman-temanya bergantian bernyanyi.


"Abang Ucup." Seorang perempuan memberhentikan motor nya di depan halaman rumah Ucup.


"Iya, ada apa?" Ucup berdiri dari kursi yang ada di teras rumahnya. Ucup penasaran dengan seorang perempuan yang memanggil namanya. Ucup berjalan menghampiri si perempuan yang masih berada di atas motornya.


"Di rumah abang ada acara apa kok ramai?" Si perempuan tersebut melihat tiga motor terpakir di halaman rumah Ucup.


"Gak ada acara apa-apa." Ucup sudah berdiri di depan motor si perempuan tersebut. Ternyata si perempuan tersebut ialah Lea.


"Terus mereka itu ngapain kerumah abang?" tanya Lea.


"Mereka cuma main aja, Lea gak mau ikut ngumpul ama mereka?" tanya Ucup.


"Emang mereka itu siapa abang?" Lea yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ucup.


"Teman-teman sekelas Zai, ayo ikut Lea biar seru!" Ucup mengajak Lea untuk ikut biar makin ramai.


"Gak mau, kan aku gak di ajak ama mereka." Lea menolak untuk bergabung dengan Zai dan teman-temannya, dia merasa tidak di ajak oleh mereka


"Abang yang ngajak Lea, ayo main kita kerumah abang!" Ucup mengajak Lea untuk kerumahnya.


"Gak ah abang." Lea menolak dengan mengelengkan kepalanya.


"Kenapa lagi?" tanya Ucup.

__ADS_1


"Aku takut menganggu mereka abang." Lea merasa takut kehadirannya akan menganggu Zai dan teman-temannya.


"Gak menganggu mereka pasti senang dengan kehadiran kamu, ayo lah Lea!" Ucup yang sedang membujuk Lea untuk mau kerumah Ucup. Ucup memasang wajah memelas kepada Lea.


"Iya aku aku abang." Lea yang tidak tega melihat wajah Ucup yang terlihat memelas akhirnya Lea mau ke rumah Ucup.


Ucup dan berjalan bersama ke arah rumah Ucup. Lea lebih dahulu sampai di depan pintu rumah.


"Selamat malam semuanya." Lea sudah berdiri di depan pintu rumah.


"Selamat malam, Lea sini." Mereka menjawab salam Lea lalu mereka mengajak Lea untuk masuk ke dalam ruangan tamu.


"Kalian lagi pada ngapain?" Lea berjalan masuk ke dalam rumah Ucup.


"Kita cuma lagi ngumpul-ngumpul aja," jawab Anton.


"Kamu dari mana?" Aska yang melihat ke arah Lea.


"Rumah." Lea yang sudah berdiri di hadapan mereka.


"Silakan duduk Lea." Anton menyuruh Lea untuk duduk di sofa ruangan tamu.


"Iya." Lea mendudukkan pantatnya di sofa yang berada di ruangan tamu tersebut.


"Lea tadi mau kemana?" tanya Ridho.


"Keliling kota aja, Zai nyanyi lagi dong." Lea meminta Zai untuk menyanyi lagu.


"Gak mau." Zai menolak permintaan Lea.


"Gimana kalau Lea aja yang nyanyi?" tanya Anton.


"Lea nyanyi, " kata Aska.


"Iya Lea nyanyi dong," kata Ridho.


"Lea nyanyilah abang mau dengar suara Lea." Ucup yang baru masuk ke dalam ruangan tamu meminta Lea untuk menyanyikan lagu.


"Baiklah, aku mau nyanyi. Kalian mau aku nyanyi lagu apa?" tanya Lea.


"Apa ya?" Anton yang sedang berpikir.


"Lea bisa nyanyi lagu apa?" tanya Ridho.


"Lagu apa aja, aku bisa." Lele berbicara dengan percaya diri.


"Coba kamu nyanyikan lagu favorite kamu," kata Aska.


"Apa Zai tahu lagu dreams?" tanya Lea.


"Siapa penyanyinya?" tanya Zai.


"Jungkook bts, apa Zai tahu?" tanya Lea.


"Iya tahu, apa kamu mau nyanyikan lagu itu?" tanya Zai.


"Iya, apa kamu bisa main gitarnya?" tanya Lea.


"Bisa," jawab Zai.


"Dreams itu lagu apa sih?" tanya Aska.


"Itu lagu openingnya piala dunia," jawab Anton.


"Apa kamu gak tahu?" tanya Ridho.


"Gak, makanya aku itu nanya," kata Aska.


"Kamu nanya bertanya tanya." Lea berbicara dengan logat yang sama seperti Dilan kw.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2