
"Jika mencintaimu adalah sebuah pekerjaan, maka akulah yang paling semangat lembur tanpa ingin libur."
Setelah angkot tersebut pergi meninggalkan Ucup, maka Ucup berjalan ke arah jalan menuju ke arah rumahnya. Ucup berjalan menuju ke arah rumahnya, saat dia berjalan kaki lalu dia mendengar bunyi klakson motor. Ucup berhenti jalan kaki lalu dia menoleh ke arah bunyi klakson motor tersebut.
"Abang dari mana?" Sebuah motor berhenti di hadapan Ucup, si pengendara motor tersebut membuka kaca helem nya.
"Ooo... ternyata kamu, kampus." Ucup melihat ke arah si pengendara motor tersebut, ternyata pengendara motor tersebut Aska.
"Lah kok abang jalan kaki, motor abang kemana?" tanya Aska.
"Mogok, kamu dari mana?" tanya Ucup.
"Biasa aku dari rumah abang," jawab Aska.
"Kamu pasti habis nganterin Zai pulang ke rumah," kata Ucup.
"Nah itu abang tahu," kata Aska.
"Ya tahu lah kan biasa begitu," kata Ucup.
"Sini abang biar aku anterin pulang ke rumah. " Aska yang menawarkan diri untuk mengantarkan Ucup.
"Gak usah abang mau jalan kaki aja, mendingan sekarang kamu pulang takut ayah ibu nyariin kamu." Ucup menolak tawaran Aska, dia merasa tidak enak untuk merepotkan Aska.
"Benaran abang tidak mau aku anterin?" Aska yang menatap Ucup dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Iya benaran, sana kamu pulang." Ucup yang menyuruh Aska untuk pulang.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu abang." Aska yang menyalim punggung tangan Ucup.
"Kamu hati-hati bawa motornya, jangan ngebut-ngebut bawa motornya.
Seminggu Kemudian............
__ADS_1
Siang ini Ucup sudah berada di depan pintu gerbang sekolah untuk menunggu Zai. Tidak lama kemudian bel pulang sekolah berbunyi, siswa-siswa segera keluar dari kelas. Mereka berbondong-bondong berjalan ke arah gerbang sekolah mereka ingin segera pulang kerumahnya.
Karena cuaca hari ini mendung, mereka tidak ingin tertimpa hujan saa berada dijalan sehingga mereka buru-buru berjalan meninggal sekolah. Ucip melihat ke arah pintu gerbang sekolah, Zai yang sedang berjalan sendirian tetapi di belakang Zai ada beberapa siswi yang cantik.
Beberapa siswi tersebut lalu berjalan di samping Zai.
"Kamu kok sendirian aja?" Seorang siswi yang berjalan di samping Ucup.
Zai yang bersikap acuh kepada siswi tersebut, dia tidak mengubris pertanyaan si siswi tersebut. Teman-teman si siswi tersebut mengertawai siswi tersebut yang diabaikan oleh Zai. Si siswi tersebut yang di tertawakan oleh teman-temannya menjadi bersemangat untuk semakin mendekati Zai
"Zai kok diam aja." Si siswi tersebut yang berjalan di samping Zai, dia mengikuti langkah kaki Zai.
"Zai ngomong dong jangan diam-diam bae," kata siswi tersebut. Si Siswi tersebut yang terus melirik ke arah Zai yang terus berjalan sambil diam tanpa sepatah kata pun yang terucap dari mulut Zai. Sehingga membuat si siswi tersebut semakin penasaran. Si siswi tersebut memikirkan cara agar Zai mau berbicara kepadanya akhirnya dia mendapatkan ide agar Zai mau berbicara kepadanya.
"Zai aku mau ngomong." Si siswi tersebut berjalan mendahului Zai lalu dia sudah berdiri di depan Zai untuk menghalangi jalan Zai.
"Dengar, aku tidak kenal dengan kamu sebaiknya kamu minggir." Zai berhenti berjalan kaki karena si siswi tersebut menghalangi jalan Zai.
"Kalau begitu, ayo kita berkenalan!" Si siswi tersebut mengajak Zai untuk berkenalan.
"Tapi aku tertarik untuk berkenalan dan menjadi pacar kamu." Si siswi tersebut tersenyum menatap ke arah Zai.
"Kamu bisa minggir tidak." Zai yang membentak si siswi tersebut
"Aku tidak akan minggir sebelum kamu mau berkenalan dengan aku." Si siswi tersebut yang ngotot untuk tetap berdiri di hadapan Zai sambil merentangkan tangannya agar Zai tidak bisa lewat.
"Baiklah kalau mau tidak mau minggir jangan salahkan aku, kalau bersikap kasar kepada kamu." Zai menurunkan lengan siswi tersebut sebelah kiri, setelah lengan siswi tersebut turun lalu dia berjalan begitu saja meninggalkab si siswi tersebut.
"Eh tunggu dulu." Si siswi tersebut berusaha untuk mengejar Zai yang berjalan menjauh dari dia.
"Baiklah kalau kamu tidak mau berkenalan dengan aku." Si siswi tersebut yang sudah berada si belakang Zai.
"Zai nama aku Cinta, aku pastikan kamu akan jatuh cinta kepada Cinta." Cinta yang berbicara dengan suara yang lebih keras agar Zai mendengarkan perkataannya.
__ADS_1
Zai sama sekali tidak menoleh ataupun berbicara kepada Cinta. Zai sudah berada di samping motor Ucup, dia segera naik ke atas motor Ucup.
"Abang jalan." Zai yang memegang baju Ucup lalu dia menyuruh Ucup untuk segera mengendarai motornya.
"Iya." Ucup segera mengendarai motornya, Ucup mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Ucup melihat Zai dengan mengunakan kaca spion motornya.
"Apa abang bisa ngebut bawa motornya?" Zai yang menoleh ke atas, dia yang melihat awan di langit sudah gelap. Sehingga dia merasa yakin bahwa sebentar lagi akan turun hujan.
"Gak bisa kenapa emangnya?" tanya Ucup.
"Kalau begitu biar aku saja yang bawa motor lebih baik abang aku bonceng." Zai yang menawarkan diri untuk membawa motor mengantikan Ucup.
"Tidak perlu, lebih baik abang bonceng kamu." Ucup yang menolak Zai membawa motor, Ucup merasa takut kalau Zai yang membawa motor.
"Kalau abang yang bawa nih motor lelet kayak kura-kura berjalan," kata Zai.
"Abang ada pertanyaan untuk kamu?" tanya Ucup.
"Abang mau tanya apa?" tanya Zai.
"Kelinci dan kura-kura lomba berlari, menurut kamu siapa yang menang?" tanya Ucup.
"Ya kelinci lah abang," jawab Zai.
"Kamu salah," kata Ucup.
"Aku gak mungkin salah abang, udah pasti kelinci itu berlari lebih cepat dari pada kura-kura. Aska merasa yakin bahwa kelincilah pemenang lomba lari tersebut.
" Kamu salah," kata Ucup.
"Sekarang abang jelaskan kenapa kelinci yang berlari lebih cepat kalah dengan kura-kura." Zai yang merasa penasaran.
Saat lomba Kelinci sudah berlari jauh meninggal kura-kura yang berjalan dengan sangat lambat, kelinci sudah berada di dekat garis finish . Kelinci memutuskan untuk berhenti berlari lalu dia duduk di bawah pohon, dia berpikir kalau kura-kura tidak akan mungkin bisa menyusul nya. Kelinci yang merasa mengantuk akhirnya tertidur di bawah pohon tersebut.
__ADS_1
Kura-kura yang terus berjalan walaupun dengan sangat lambat, akhirnya kura-kura berhasil melewati Kelinci yang sedang tertidur di bawah pohon. Kura-kura terus saja berjalan sehingga dia sudah berada dekat dengan garis finish. Kelinci yang terbangun lalu dia melihat ke arah garis kura-kura sudah berada di dekat sana. Kelinci bangun dari tempat duduknya lalu dia segera berlari ke arah garis finish. Tetapi kura-kura lebih dahulu sampai di garis finish tersebut sehingga kura-kura yang menjadi pemenang dalam lomba lari.
...~ Bersambung ~...