Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Kororo


__ADS_3

"Tidak perlu spek bidadari, yang penting bisa menghargai perjuangan laki-laki."


Ucup yang melihat ke kaca spion motor, dia melihat Lea yang tampak melamun. Ucup tahu bahwa Lea sedang binggung untuk menjawab pertanyaan Ucup tentang siapa yang ganteng Ucup atau Zai.


Ucup melihat ke arah depan, dia melajukan kendaraan dengan kecepatan yang sedang. Saat Ucup sedang mengendarai motor Lia, dia melihat ada pasar malam. Ucup berkeinginan untuk mengajak Lea ke pasar malam, dia merasa yakin bahwa Lea belum pernah pergi ke pasar malam.


Ucup membelokkan motornya ke arah kanan, dia melajukan motornya ke dekat parkiran pasar malam. Ucup memberhentikan motornya di parkiran, Lea yang masih sibuk dengan lamunan nya tidak menyadari bahwa motor yang di kendarai Ucup sudah berhenti di parkiran.


"Lea." Ucup yang memarkirkan motornya.


"Lea turun kita sudah sampai." Ucup yang membesarkan volume suaranya agar Lea bisa tersadar dari lamunannya.


"Eh, kita dimana nih abang?" Lea yang tersadar dari lamunannya karena mendengar suara Ucup yang besar.


"Pasar malam, apa Lea pernah ke pasar malam?" tanya Ucup.


"Belum abang." Lea menggelengkan kepalannya.


"Lea mau disini aja atau kesana?" Ucup yang melihat Lea masih duduk di belakangnya.


"Hehehe, aku mau kesana ama abang." Lea yang melihat ke arah pasar malam yang terlihat begitu ramai.


"Kalau gitu Lea turun dari motor sekarang." Ucup yang menyuruh Lea untuk turun dari motor.


"Iya aku turun sekarang abang." Lea turun dari motornya.


Setelah Lea turun dari motor, Ucup juga turun dari motor Lea. Ucup dan Lea berjalan ke arah pasar malam. Ucup dan Lea sudah sampai di pasar malam. Lea tampak begitu bahagia saat sudah berada di pasar malam. Bahkan Lea menarik tangan Ucup untuk berjalan ke arah sebuah wahan di pasar malam tersebut.


"Lea mau naik wahana apa?" Ucup yang berjalan mengikuti Lea karena tangan di tarik ama Lea.


"Udah abang ikut aku aja." Lea yang terus saja berjalan sambil menarik tangan Ucup.


"Iya abang ikut kemana aja Lea mau." Ucup yang pasrah sambil berjalan mengikuti Lea.


"Nah kita sudah sampai." Lea dan Ucup berhenti di sebuah wahana bernama Kororo.


"Lea mau naik Kororo?" Ucup melihat wahana Koror.


"Jadi nama wahana itu kororo, iya abang." Lea melepaskan tangan Ucup lalu dia berjalan ke arah tempat pembelian tiket.

__ADS_1


"Lea mau kemana?" Ucup yang melihat Lea berjalan meninggalkan dia.


"Beli tiket." Lea berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya melihat ke arah Ucup.


"Biar abang aja yang membeli tiketnya." Ucup berjalan menghampiri Lea.


"Abang ikut naik kororo kan?" tanya Lea.


Ucup yang terdiam mendengarkan perkataan Lea. Ucup belum pernah menaiki wahana kororo.


"Kok abang diam aja," kata Lea.


"Gimana kalau Lea aja yang naik?" tanya Ucup.


"Gak mau, pokoknya Lea mau sama abang naiknya," jawab Lea


"Apa abang takut ketinggian?" tanya Lea.


"Gak," jawab Ucup.


"Terus kenapa abang gak mau naik kororo?" tanya Lea.


"Ya abang gak mau aja," jawab Ucup.


"Tapi Lea." Ucup yang berusaha untuk menolak permintaan Lea.


"Gak ada tapi-tapian abang," kata Lea.


Dengan berat hati terpaksa Ucup berjalan kaki ke arah tempat penjualan tiket wahana kororo. Ucup sudah berada di tempat penjualan tiket wahana kororo. Antrian begitu panjang di tempat penjualan tiket wahana kororo.


Ucup ikut mengantri untuk membeli tiket wahana kororo tersebut. Sedangkan Lea berdiri di dekat wahana kororo sambil menunggu Ucup yang sedang mengantri untuk membeli tiket wahana kororo.


Setelah melewati antrian yang cukup panjang akhirnya Ucup mendapatkan giliran untuk membeli tiket wahana kororo. Ucup membeli dua tiket wahana kororo lalu dia membayar tiket wahana kororo tersebut kepada penjual tiket.


Ucup yang sudah mendapatkan tiket wahana kororo di tangannya. Ucup berjalan ke arah Lea yang sedang menunggunya. Lea yang merasa sudah lama menunggu Ucup lalu menoleh ke arah tempat penjualan tiket wahana kororo.


Lea melihat Ucup yang sedang berjalan ke arahnya. Lea langsung berjalan menghampiri Ucup, karena dia tidak sabaran untuk bisa segera naik wahana kororo. Lea sudah berada di hadapan Ucup, dia menarik tangan Ucup untuk segera berjalan ke arah wahana kororo.


Ucup dan Lea sudah berada di dekat wahana kororo. Mereka harus mengantri untuk naik ke wahan kororo tersebut. Mereka sedang menunggu antrian untuk naik ke wahan kororo tersebut.

__ADS_1


"Aduh lama banget sih." Lea yang nampak tidak sabar lalu dia berusaha untuk menyerobot antrian.


"Sabar Lea entar kita juga naik." Ucup menghentikan Lea yang ingin menyerobot antrian naik ke wahana kororo tersebut.


"Aku pengen cepat naik abang." Lea yang wajahnya berubah jadi cemberut.


"Iya tapi kita harus ngantri dulu." Ucup yang menasehati Lea agar mengantri terlebih dahulu sebelum naik wahana kororo.


Untuk menaiki wahana kororo tersebut, Ucup dan Lea harus menaiki tangga. Lea terlebih dahulu menaiki tangga tersebut baru di susul oleh Ucup yang berada di belakang Lea. Lea memberikan dua tiket kepada penjaga karcis tersebut.


Penjaga karcis menyuruh Lea dan Ucup untuk naik ke wahan kororo tersebut. Lea dan Ucup sudah berada di wahana kororo. Mereka duduk di bangku yang berada di tengah. Setelah bangku yang ada di wahana kororo tersebut penuh terisi oleh orang-orang.


Wahana kororo tersebut mulai bergerak seperti ayunan. Awalnya wahana kororo bergerak dengan lambat, setelah itu wahana kororo bergerak semakin cepat itu membuat orang yang menaiki wahana kororo tersebut berteriak histeris.


"Awwwww."


"Awwwww."


Lea yang terlihat tenang saat menaiki wahan kororo berbeda dengan Ucup yang tangan tiba-tiba menjadi dingin saat dia menaki wahana kororo tersebut. Lea menoleh ke arah Ucup yang dari tadi tidak berbicara.


"Abang kenapa?" Lea yang memperhatikan wajah Ucup yang pucat.


"Gak kenapa-kenapa." Ucup yang sedang berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa takutnya kepada Lea.


"Terus kenapa wajah abang pucat?" Lea yang begitu penasara karena wajah Ucup yang terlihat pucat.


"Gak pucat tapi putih wajah abang." Ucup yang sedang berusaha ngeles dari Lea.


"Heleh, aku bisa bedakan pucat ama putih abang." Lea yang tidak percaya ama perkataan Ucup.


"Udah bahas yang lain," kata Ucup.


"Abang takut ya?" tanya Lea.


"Abang tuh takutnya ama Allah," jawab Ucup.


"Maksud aku abang takut naik wahana kororo ya?" tanya Lea.


Ucup terdiam sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan Lea.

__ADS_1


"Udah ngaku aja abang? bohong dosa loh abang." Lea yang mendesak Ucup untuk jujur.


...~ Bersambung~...


__ADS_2