Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Mencari Bangku Kosong


__ADS_3

"Terkadang kita untuk melawan ketidak adilan dari seorang saja tidak mampu sangking lelahnya dengan semua keadaan. Selama itu tidak benar-benar mengusik kehidupan kita, cukup tahu saja kelakuan di belakang kita tanpa harus memperpanjang, karena untuk marah saja rasa-rasanya sangat amat melelahkan dan berakhir dengan kata Ya sudahlah kita cukup tahu saja."


"Pas abang lihat aku merokok tadi, aku sudah minum terlebih dahulu. Nih botol nya abang." Ucup mengambil botol minuman yang berada di sampingnya lalu dia menunjukkan botol minuman yang air kopi sudah setengah di minum oleh Ucup.


"Kebetulan aku juga haus, glug...... glug." Fiqrie mengambil botol tersebut dari tangan Ucup, setelah itu dia membuka tutup botol meminuman tersebut. Fiqrie meminum air kopi yang berada di. dalam botol tersebut.


"Abang jangan di habiskan." Ucup yang melihat air kopi di dalam botol tersebut sudah tinggal sedikit. Dia meminta Fiqrie untuk tidak menghabiskan air kopi tersebut karena dia masih ingin minum air kopi tersebut.


"Ya udah habis." Fiqrie yang sengaja menghabiskan minuman di dalam botol tersebut. Fiqrie memperlihatkan air di dalam botol tersebut sudah habis kepada Ucup.


"Kenapa abang habiskan?aku kan masih haus." Ucup melihat ke arah Fiqrie dengan tatap yang kesal.


"Abang juga haus ya udah kamu beli aja lagi." Fiqrie yang berbicara tanpa merasa bersalah kepada Ucup.


"Aku gak ada uang buat beli lagi." Ucup sengaja berbohong kepada Fiqrie bahwa dia tidak memiliki uang lagi untuk membeli minuman lagi.


"Emang uang jajan yang di kasih ibu kamu beli apa?" tanya Fiqrie.


"Beli bensin, rokok dan minum. Makan aja aku belum abang." Ucup yang wajah terlihat lesu saat berbicara kepada Fiqrie.


"Kamu mau minum apa?" Dinda yang tidak tega melihat wajah Ucup.


"Kayak yang tadi habis diminum abang aja kakak," jawab Ucup.


"Ya udah kakak beli dulu." Dinda yang membalikkan badan lalu dia hendak berjalan ke arah warung tersebut.


"Tunggu dulu Beb." Fiqrie mencekal tangan Dinda .


"Kenapa Ayang?"Dinda yang tidak jadi berjalan ke arah warung tersebut.


" Beb gak usah beli minum buat Ucup," kata Fiqrie.


"Lah abang kok gitu sih, pakai gak bolehin kakak beli minum buat aku padahal abang yang udah ngabisin minum aku. Pokoknya aku gak mau tahu abang harus ganti minuman aku yang tadi abang habiskan." Ucup yang memaksa Fiqrie untuk mengganti minumannya yang sudah Fiqrie habiskan.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang kamu ikut abang, ayo kita pergi dari sini Beb!" Fiqrie menggandeng tangan Dinda, mereka berjalan sambil bergandengan tangan meninggal warung tersebut.


"Baiklah abang." Ucup segera berdiri dari bangku tersebut lalu dia berjalan meninggalkan warung tersebut.


Fiqrie dan Dinda sudah berada di samping motornya lalu Fiqrie terlebih dahulu naik ke atas motornya sambil memutar motor sehingga sudah menghadap jalan raya. Dinda yang masih berdiri di samping motor Fiqrie.


"Lah kok belum naik Beb," kata Fiqrie.


"Nih aku mau naik Ayang." Dinda naik ke atas motor, dia sudah duduk di belakang Fiqrie.


"Abang tunggu aku." Melihat Fiqrie dan Dinda sudah berada di atas motor Fiqrie, Ucup berjalan terburu-buru ke atas motornya. Ucup sudah sampai di atas motornya, lalu dia menyalakan motornya. Ucup mengendarai motornya untuk mendekat ke arah motor Fiqrie.


Fiqrie yang melihat Ucup sudah mengendarai motornya, dia juga mengendarai motornya ke arah jalan raya. Ucup mengikuti motor Fiqrie yang berada di depannya mereka beriringan mengendarai motor di jalan raya.


"Kita mau kemana Ayang?" tanya Dinda.


"Natik juga Beb tahu." Fiqrie yang tangan kirinya masih memegangi tangan Dinda.


Sebenarnya ini abang Fiqrie mau ngajak aku kemana sih?


Makin penasaran aku dibuatnya, mendingan aku ikutin aja terus motor abang Fiqrie jangan sa


aku kehilangan jejak motor abang Fiqrie batin Ucup.


Saat berada di simpang empat jalan raya yang ada di lampu merah Fiqrie memberhentikan motor. Ucup juga ikut memberhentikan motornya di belakang motor Fiqrie. Dinda mengangkat kepalanya lalu dia menoleh ke arah belakang, dia melihat Ucup yang berada di atas motornya.


"Beb ngapain melihat ke belakang?" Fiqrie yang melihat Dinda menoleh ke belakang melalui kaca spion motornya.


"Aku cuma mau memastikan kalau Ucup ngikutin motor Ayang." Dinda yang kembali menoleh ke arah depan.


"Ooo.... begitu Beb."Fiqrie yang menganggukan kepalanya.


Fiqrie yang terus saja melihat ke arah kaca spion motornya sehingga dia tidak menyadari bahwa lampu lalu lintas yang berwarna merah telah berubah menjadi hijau. Pengendara motor dan mobil yang berada di simpang empat lampu lintas tersebut melihat ke arah Fiqrie yang tidak melajukan motornya padahal lampu lalu lintas telah berganti menjadi hijau. Mereka serentak membunyikan klakson kendaraan nya agar Fiqrie mengendarai motornya.

__ADS_1


Tiiiiinnn........... Tiiiiinnn


"Cepatan jalan Ayang udah lampu hijau." Dinda menyuruh Fiqrie untuk mengendarai motor nya karena lampu sudah berganti ke hijau.


"Iya Beb." Setelah mendengarkan klakson kendaraan yang lain dan Dinda memberitahukan bahwa lampu sudah berganti, Fiqrie segera mengendarai motornya sebelum dia menjadi bahan amukan dari mereka pengendara kendaran yang lainnya


Fiqrie yang mengendarai motornya lalu dia membelokan motor ke arah kiri. Ucup yang melihat Fiqrie membelokan motornya ke arah kiri lalu dia juga melakukan hala yang sama seperti Fiqrie. Setelah membelokan motornya ke arah Kiri Fiqrie pun memberhentikan motornya di depan Ampera. Fiqrie memakirkan motornya di depan Ampera tersebut.


Dinda turun dari motor dia berdiri di samping motor Fiqrie. Dinda melihat ke arah jalan raya sambil melambaikan tangan ke arah Ucup. Ucup yang melihat Dinda melambaikan tangan ke arahnya segera dia mengendarai motornya ke arah Dinda.


Ucup memberhentikan motornya tepat di hadapan Dinda.Fiqrie yang sudah turun dari motornya lalu dia menghampiri Dinda yang berdiri di depan motor Ucup.


"Ayo kita masuk!" Fiqrie mengandengan tangan Dinda sambil mengajak mereka masuk.


"Abang ngapain kita kesini." Ucup yang turun dari motor melihat ke arah Fiqrie dan Dinda secara bergantian.


"Mau beli baju." Ucup yang berjalan sambil mengandengan tangan Dinda.


"Tapi ini kan Ampera abang." Ucup berjalan mengikuti Fiqrie dan Dinda yang sudah berjalan. di depan. Ucup melihat ke arah tempat tersebut ternyata tempat tersebut yaitu Ampera.


"Nah itu tahu masih tanya juga." Fiqrie yang terus berjalan bersama Dinda tanpa menoleh ke arah belakang. Fiqrie dan Dinda yang sudah berada dalam Ampera tersebut. Saat berada di dalam Ampera mereka berhenti berjalan.


"Kok berhenti Ayang?" tanya Dinda.


"Beb bantu aku cari bangku kosong buat kita duduk." Fiqrie meminta Dinda untuk membantu nya mencari bangku kosong.


"Iya aku bantuin Ayang. " Dinda yang melihat ke arah sekeliling Ampera tersebut untuk mencari bangku kosong.


"Gimana apa Beb udah dapat?" tanya Fiqrie.


"Belum, semua penuh. Sebaiknya kita cari Ampera lain aja gimana Ayang?" tanya Dinda.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2