
"Jika diam mu bijak maka diamlah.Apabila diam mu di injak, maka bicara lah supaya tak ada lagi orang yang menginjak dan meremehkan dirimu."
"Makanya kalau bawa motor," kata Lea.
"Ini aku fokus bawa motornya." Zai kembali melajukan motornya.
"Sudah lama juga kita tidak seperti ini." Lea yang mengingat kenangannya bersama Zai naik motor.
"Iya, apa kamu merindukan kebersamaan kita seperti dulu?" tanya Zai.
"Tidak." Lea berkata tidak tetapi kepala nya mengangguk.
"Heleh, aku tidak percaya." Zai yang tidak percaya dengan perkataan Lea. Jujur saja Zai merindukan kebersamaannya dengan Lea.
"Terserah." Lea berbicara dengan nada ketus, dia tidak memperdulikan Zai mau Zai percaya atau tidak pada perkataan Lea.
"Lea apakah kita bisa seperti dulu lagi?" tanya Zai.
Di Sekolah
Bel sekolah berbunyi menandai pergantian jam pelajaran. Para siswa merasa senang mendengar bunyi bel sekolah.Itu menandakan jam pelajaran fisika telah selesai, ibu guru fisik berjalan keluar dari kelas tersebut karena di harus mengajar di kelas lain.
"Akhir tuh guru pergi." Ridho yang melihat ke arah pintu kelas.
"Kamu gak sekalian ikut pergi dari kelas ini," kata Anton.
"Jadi ceritanya kamu ngusir aku nih?" tanya Ridho.
"Gak di usir juga bentar lagi kamu pergi dari kelas ini." Anton yang berbicara dengan santai karena dia sudah paham betul dengan sifat Ridho saat pertukaran jam pelajaran Ridho akan keluar dari kelas.
"Sok tahu kamu mah." Ridho yang menyolor kening Anton.
"Aku mah tahu tempe," kata Anton.
Saat pertukaran jam pelajaran kelas mulai ribut dengan suara beberapa siswa. Ada siswa yang sedang mengobrol ama temanan nya, ada siswa juga
yang sedang bercanda dengan teman-temannya dan ada siswa yang sedang bermain game online mengunakan ponselnya.
Sudah 30 menit suasana kelas tampak seperti pasar karena suara ribut yang berasal dari beberapa siswa.
"Ketua ini udah 30 menit, apa pak guru tidak datang?" Ridho yang penasaran karena sudah 30 menit tapi pak guru belum masuk ke dalam kelasnya.
__ADS_1
"Ketua sebaiknya ke ruang guru." Anton memberikan saran kepada Ketua kelas untuk pergi ke ruangan guru.
"Perhatian semua aku akan keruangan guru untuk mencari informasi tentang pak guru. Aku minta kalian untuk tidak ribut dan keluar dari kelas." Ketua kelas berdiri dari kursi lalu dia berdiri di depan papan tulis.
"Baiklah ketua," kata semua siswa kelas tersebut.
"Aku pergi dulu." Ketua kelas berjalan ke arah pintu kelas tersebut.
"Ketua tidak usah khawatir kelas akan aman terkendali selagi masih ada aku di sini." Anto yang berdiri dari kurinya lalu dia menepuk dadanya sembil merasa bangga.
"Ceile gaya lu," kata Ridho.
"Malu woi." Beberapa siswa menyoraki sikap Anton yang seperti.
Brak........Brak
"Kalian pikir ini pasar, kalian bisa diamkan." Zai yang merasa terganggu dengan suara berisik dari beberapa siswa yang menyoraki Anton. Zai berdiri dari kursinya lalu dia menggebrak mejanya.
Setelah melihat Zai menggebrak meja beberapa siswa tersebut langsung terdiam, mereka tidak berani lagi bersuara melihat wajah Zai yang terlihat kesal.
"Rasakan kalian makanya jangan ngejek aku, marahkan Zai ama kalian."Anton merasa senang dengan sikap Zai yang menggebrak meja. Anton merasa bahwa Zai sedang membela dirinya maka Zai bersikap seperti itu.
Mereka semua terdiam tidak ada seorangpun yang berani berbicara di dalam kelas tersebut. Zai duduk kembali di kursinya, sedangkan Aska yang duduk di kursi samping Zai hanya bisa menoleh ke arah Zai. Aska juga takut bertanya kepada Zai tentang sikap yang baru saja Zai lakukan di hadapan semua siswa di kelasnya.
Suasana kelas tampak hening dan sepi sama sekali tidak ada suara orang berbicara. Ketua kelas yang sudah berada di depan pintu kelas merasa senang karena semua siswa mau mendengarkan dan menuruti perkataan untuk tidak ribut dan keluar dari kelas selama dia pergi.
"Assalamu'alaikum."Ketua kelas berjalan masuk kedalam kelas.
" Walaikumsalam," Semua siswa serentak berkata.
"Aku sangat senang kalian menuruti perkataan Aku." Ketua kelas yang sudah berdiri di depan papan tulis sambil menoleh ke arah semua siswa yang berada di kelas tersebut.
"Ketua pak guru mana?" tanya Ridho.
"Pak guru sedang rapat dengan kepala sekolah." Ketua kelas memberitahu kepada semua siswa di kelasnya bahwa pak guru sedang rapat.
"Berarti kita jamkos dong ketua?" Ridho yang terlihat bersemangat.
"Iya Jamkos." Ketua kelas membenarkan jamkos.
Susana kelas kembali ramai dan heboh setelah Ketua kelas mengatakan Jamkos kepada semua siswa. Mereka semua tampak begitu bahagia dan antusias saat jamkos. Ketua kelas yang melihat perubahan kelas dari sepi dan sunyi kini kembali lagi ramai seperti pasar.
__ADS_1
"Perhatian semua, ada yang ingin saya sampaikan." Ketua kelas berbicara meminta perhatian semua siswa yang berada di kelasnya.
"Ketua mau menyampaikan apa?" Anton menoleh ke arah Ketua kelas yang sudah berdiri di hadapannya.
"Sekarang kita Jamkos di karenakan pak guru sedang rapat dengan kepala sekolah di kantor kepala sekolah. Saya ingin kalian tidak usah ribut di dalam kelas," kata Ketua kelas.
"Ketua kelas, saya boleh bertanya." Ridho menunjukkan tangannya karena dia ingin bertanya kepada Ketua kelas.
"Silahkan kamu mau bertanya apa?" Ketua kelas mempersilahkan untuk Ridho bertanya.
"Ketua apa boleh izin?" tanya Ridho.
"Kamu mau izin untuk apa?" tanya Ketua kelas
"Perut aku sakit ketua." Ridho yang memegangi perutnya.
"Alah dia bohong tuh ketua," kata Anton.
"Aku bohong ketua perut aku beneran sakit nih," kata Ridho.
"Kalau gitu biar aku anterin kamu ke Uks." Ketua kelas berjalan menghampiri Ridho yang sedang duduk di kursinya.
"Lah kok ke Uks ketua." Ridho ya g terkejut mendengar ketua kelas akan mengantarkan dirinya ke Uks.
"Lah katanya kamu sakit tentu saja aku antar kamu ke Uks." Ketua kelas sudah berdiri di samping Ridho, dia mengulurkan tangannya ke arah Ridho.
"Perut aku memang sakit tapi____," kata Ridho.
"Tapi apa?" Ketua kelas yang penasaran di buat Ridho.
"Bohong." Anton yang menjawab pertanyaan Ketua kelas sambil tertawa terbahak-bahak, karena dia merasa yakin bahwa Ridho tidak sakin melainkan ini hanya akal-akalan saja supaya bisa keluar dari kelas. Tadi Anton melihat Ridho baik-baik saja sekarang sudah sakit.
"Apa betul yang Anton katakan itu ?" tanya Ketua kelas.
"Gak ketua," jawab Ridho.
"Lalu apa?" Ketua kelas yang terlihat penasaran.
...~ Bersambung ~...
.
__ADS_1