
"Untuk yang berpikir buruk tentang Ry, terima kasih masih memikirkan Ry."
"Ayah ibu mana uang jajan untuk aku?" Zia yang melirik ke arah ayah dan ibu secara bergantian.
"Minta ama ibu," jawab ayah.
"Lah kok ama ibu sih ayah?" tanya ibu.
"Kan semua uang udah ayah kasih ke ibu." Ayah yang menoleh ke arah ibu.
"Ibu mana uang jajan untuk aku?" Zai yang mengulurkan tangannya ke arah ibu.
"Ini uang buat jajan adek." Ibu mengeluarkan selembar uang berwarna ungu dari saku bajunya lalu dia memberikan kepada Zai.
"Ya masak cuma segitu ibu, tambahin lagi uang jajannya soal aku belum sarapan." Zai yang wajah di buat memelas agar ibu memberikan uang jajan tambahan.
"Ya udah nih ibu tambahin lagi." Ibu mengambil selembar uang berwarna ungu lagi dari saku bajunya lalu dia memberikan uang tersebut kepada Zai.
"Makasih ibu, ayah ibu aku pergi dulu," kata Zai.
Saat Zai berjalan keluar dari dapur dia berpapasan dengan Ucup yang hendak masuk kedalam dapur.
"Mau kemana Zai?" Ucup yang berdiri di hadapan Zai.
Zia berjalan melongos tanpa berbicara dengan Ucup, dia masih merasa kesal ama sikap Ucup yang menjewer kupingnya tadi malam. Sehingga dia memutuskan untuk terus berjalan pergi meninggalkan Ucup yang berada di hadapannya.
Ucup melihat ke arah Zai yang sudah berjalan menjauhi dari dirinya. Ucup buru-buru berjalan masuk ke dalam dapur. Sesampai di dapur Ucup melihat ke arah ayah dan ibu yang sedang menikmati sarapan paginya.
"Selamat pagi ayah ibu." Ucup yang menghampiri ayah dan ibu yang sedang duduk di kursi sambil makan.
"Pagi Ucup." Ayah yang meletakkan sendok di atas piringnya lalu dia menoleh ke arah Ucup.
"Ucup kok di sini, Ucup tidak mengantarkan adek ke sekolah?" tanya ibu.
__ADS_1
"Jadi adek mau berangkat ke sekolah ibu?" tanya Ucup.
"Iya Ucup," jawab ibu.
"Kalau gitu Ucup mau mengantarkan adek dulu." Ucup menyalim punggung tangan ayah dan ibu secara bergantian lalu dia segera berjalan terburu-buru untuk keluar dari dapur tersebut.
Ucup mempercepat langkah kakinya berjalan ke arah kamar Zai. Ucup sudah berdiri di depan pintu kamar Zai, lalu dia membuka pintu kamar Zai. Dia memasukkan kepalannya kedalam kamar Zai sambil melihat kedalam kamar Zai. Ucup melihat ke dalam kamar Zai, dia tidak melihat Zai berada di dalam kamar tersebut. Ucup melihat ke arah meja belajar biasanya Zai meletakan tasnya di sana tetapi Ucup tidak melihat tas Zai berada di atas meja belajar tersebut.
Ucup segera mengeluarkan kepalannya dari kamar Zai, dia menutup pintu kembali kamar Zai. Dia berjalan terburu-buru ke arah pintu rumahnya, dia membuka pintu rumahnya. Ucup berjalan melewati pintu rumah tersebut, dia sudah berdiri di teras rumahnya lalu dia menoleh ke arah rak-rak sepatu yang ada di rumahnya. Ucup melihat bahwa sepatu Zai sudah tidak ada di rak-rak tersebut. Dia yakin bahwa Zai sudah berangkat sekolah, tapi dia tidak tahu Zai kesekolah naik apa.
Ucup yang masih berdiri di teras rumah lalu dia menoleh ke arah halaman rumah, dia melihat di halaman rumah tersebut hanya terpakir motor ayah saja sedang motor Ucup yang tadi dia parkir di samping motor ayah sudah tidak ada.
Ucup merasa panik karena tidak melihat motornya terpakir di halaman rumahnya. Ucup segera masuk ke dalam rumah sambil berteriak-teriak memanggil ayah dan ibunya.
"Ayah Ibu." Ucup yang berteriak- teriak memanggil kedua orang tuanya sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Ayah dan Ibu yang mendengar suara Ucup, mereka bergegas berdiri dari kursi lalu mereka berjalan ke arah suara Ucup. Ucup yang sudah berada di ruangan tamu lalu ayah dan ibu juga sudah berada di ruangan tamu.
"Ada apa Ucup?" Ayah yang berjalan menghampiri Ucup.
"Ada di halaman rumah," jawab ayah.
"Tidak ada ayah," kata Ucup.
"Pasti ada di sana." Ayah yang merasa yakin bahwa motor Ucup berada di halaman rumahnya.
"Tidak ada ayah, kalau ayah tidak percaya. Ayo kita lihat ke halaman rumah." Ucup menggandeng tangan ayahnya, dia berjalan sambil menggandeng tangan ayahnya ke arah halaman rumahnya. Ucup dan Ayah berjalan melewati pintu rumah mereka sudah berdiri di depan teras.
"Coba ayah lihat, apa motor aku ada?" Ucup melepaskan gandeng tangannya dengan ayah lalu dia menujukkan jari-jarinya ke arah halaman rumah.
"Kenapa motor Ucup tidak ada?" Ayah yang menoleh ke halaman rumah, ternyata di halaman tersebut hanya terpakir sebuah motor yaitu motor ayah sedangkan motor Ucup tidak ada di sana.
"Motor aku hilang ayah." Ucup yang wajahnya terlihat sedih karena motornya tidak ada di halaman rumahnya.
__ADS_1
"Masak pagi-pagi begini sudah ada maling?" tanya ayah.
"Maling itu tidak harus malam ayah, tapi kalau sudah ada kesempatan untuk mencuri maka dia akan melakukannya," jawab ayah.
"Kamu benar Ucup, lalu ini bagaimana sekarang?" tanya Ucup.
"Aku mau tanya ama tetangga di sekitaran rumah kita.Siapa tahu mereka ada yang melihat orang yang mengambil motor aku," kata Ucup.
"Kalau begitu ayah juga ikut," kata ayah.
Ibu berjalan melewati pintu rumahnya, ibu sudah berdiri di teras sambil melihat ke arah ayah dan Ucup.
"Ada apa ayah?" tanya ibu.
"Motor Ucup hilang ibu." Ayah melihat ke arah ibu.
"Kok bisa ayah?" Ibu yang terkejut mendengar perkataan ayah bahwa motor Ucup hilang.
"Ya bisalah, kan maling sekarang lebih pintar ibu," jawab ayah.
"Ayah dan Ucup mau pergi dulu, ibu segera masuk ke dalam rumah dan jangan lupa di kunci pintu rumah," kata ayah.
"Baiklah lah ayah," kata ibu.
"Kalau begitu aku dan ayah pamit." Ucup menyalim punggung tangan ibu.
Setelah Ucup menyalim punggung tangan ibu, ayah mengulurkan tangannya ke arah ibu. Ibu menyambut tangan ayah lalu mencium punggung tangan ayah. Setelah itu ayah dan Ucup berjalan pergi meninggalkan ibu yang berada di teras rumahnya.
Setelah ayah dan Ucup tidak terlihat lagi, ibu segera berjalan masuk ke dalam rumah. Ibu seger menutup pintu rumahnya, Setelah pintu rumah tertutup ibu mengunci pintu rumahnya.
Ibu duduk di sofa ruangan tamu, lalu ibu berdoa semoga motor Ucup bisa ketemu. Setelah selesai berdoa ibu teringat ama Zai, ibu yang ingin memberitahukan kepada Zai bahwa motor Ucup hilang. Ibu berdiri dari sofa lalu dia berjalan ke arah kamarnya. Ibu berjalan masuk ke dalam kamar lalu dia mengambil ponsel yang berada di kasur.
Setelah ponsel sudah berada di tangan ibu, lalu ibu segera menghubungi nomor ponsel Zai.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...