Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Pakai Uang Kamu Dulu


__ADS_3

"Secandu itukah aku terhadap kamu, aku kira setelah bertemu dengan kamu rindu aku akan berkurang karena sudah terobati tapi aku salah, nyatanya rindu aku malah semakin menggebu."


"Iya kami berpikir seperti itu Ucup," jawab Gustaf dan Feri secara serentak.


"Kalau begitu kalian salah," kata Ucup.


"Kok salah Ucup?" tanya Gustaf.


"Sebenarnya orang tua aku ngasih izin aku buat nongkrong ama kalian." Ucup yang wajahnya tersenyum melihat ke arah Gustaf dan Feri secara bergantian.


"Jadi kamu ngefrank kita?" tanya Gustaf.


"Hahaha, iya." Ucup yang tertawa melihat ke arah Gustaf dan Feri secara bergantian.


Taman Kota


Mereka sudah berada di taman kota, mereka duduk di bangku yang ada di taman kota. Malam ini suasana taman kota tampak sepi hanya ada beberapa orang yang terlihat mengunjungi taman kota.


Mereka sedang membicarakan mata kuliah yang tidak mereka sukai. Tidak jauh dari tempat mereka duduk sepasang kekasih sedang berjalan ke arah mereka. Sepasang kekasih itu tampak begitu mesra, si cewek yang bergelayut manja di lengan si cowok tersebut. Sepasang kekasih tersebut berjalan melewati mereka yang sedang duduk di bangku tersebut.


Mereka melirik ke arah sepasang kekasih yang baru saja jalan melewati mereka. Sepasang kekasih tersebut duduk di bangku yang jaraknya dekat dengan mereka.


"Udah jangan di lihatin orang pacaran." Ucup yang menyadarkan Gustaf dan Feri untuk tidak melihat sepasang kekasih yang duduk di bangku yang jaraknya dekat ama mereka.


" Gimana gak di lihat mereka pacaran di sini? buat sepet mata aku aja." Gustaf yang memalingkan wajahnya dari sepasang kekasih tersebut.


"Ini kan tempat umum." Feri yang menoleh ke arah Ucup dan Feri.


"Iya ini tempat umum tapi ngapain juga mereka harus pacaran di sini." Gustaf yang tidak suka melihat sepasang kekasih tersebut, maklumlah Gustaf jones mah.


"Kamu baper ngelihat sepasang kekasih itu?" tanya Feri.


"Gak." Sebenarnya lain di mulut maka lain pula di hati Gustaf, itulah yang Gustaf rasakan di mulut dia mengatakan gak padahal di hatinya iya dia baper ngelihat sepasang kekasih tersebut yang terlihat begitu mesra.


"Gak salah lagi, kamu emang baper ngelihat sepasang kekasih tersebut." Feri sudah berteman lama dengan Gustaf maka dia mengetahui apa yang ada di hati Gustaf.


"Mana mungkin aku baper ama sepasang kekasih tersebut." Gustaf melirik ke arah sepasang kekasih tersebut, si cewek yang sedang berdasar di bahu si cowok.


"Udah-udah gak usah bahas mereka lagi, apa sebaiknya kita pindah duduknya?" tanya Ucup.


"Tidak, kita tidak perlu pindah duduk." Feri yang menolak untuk pindah duduk dari bangku tersebut.


"Aku setuju ama kamu, lagian kita lebih dulu duduk di sini," kata Gustaf.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu, aku mau merokok dulu." Ucup mengeluarkan sebungkus rokok dan korek dari saku celananya.


"Ucup minta rokoknya." Feri langsung mengambil bungkus rokok berserta koreknya dari tangan Ucup. Feri membuka bungkus rokok tersebut.


"Lah kok kosong Ucup rokoknya." Gustaf yang berada di samping Feri melihat ke arah bungkus rokok tersebut.


"Aduh ternyata rokok aku udah habis." Ucup melihat ke arah bungkus rokok yang berada di tangan Feri.


"Kenapa kamu bawa bungkus rokok kosong sampai sini?" Feri membuang bungkus rokok kosong tersebut ketanah.


"Hehehe, maaf aku gak tahu kalau itu bungkus rokok tersebut kosong." Ucup yang memegang tengkuk kepalanya sambil tertawa.


"Aduh gimana nih gak ada rokok?" tanya Gustaf.


"Emang tadi kamu gak bawa rokok?" tanya Feri.


"Gak, rokok aku tinggal di rumah," jawab Gustaf.


"Ya udah kalau gitu beli rokok aja," kata Feri.


"Terus siapa yang mau beliin rokoknya?" tanya Gustaf.


"Kamu lah yang pergi beli rokok." Feri yang menunjukkan jarinya ke arah Gustaf.


"Kalau begitu aku saja yang pergi membeli rokok." Ucup berdiri dari bangku tersebut lalu Ucup berjalan pergi.


"Ucup tunggu dulu." Feri yang berdiri dari bangku tersebut, lalu dia berjalan menghampiri Ucup.


"Ada apa?" Ucup membalikkan badannya lalu melihat ke arah Feri yang sudah berdiri di hadapannya.


"Apa aku boleh nitip?" tanya Feri.


"Kamu mau titip apa?" tanya Ucup.


"Aku mau titip rokok sebungkus, ini uangnya." Feri mengeluarkan uang dari saku celananya. Dia mengambil selembar uang berwarna merah dari saku celananya. Dia memberikan uang tersebut kepada Ucup.


"Terus kamu nitip apa lagi?" tanya Ucu.


"Minuman dan Snack," jawab Feri.


"Kopiko yang botolan," jawab Feri.


"Terus makanannya apa?" tanya Ucup.

__ADS_1


"Kacang dua kelinci," jawab Feri.


"Kalau aku coca-cola dan chitato." Gustaf berdiri dari kursinya lalu dia menghampiri Feri dan Ucup yang sedang berbicara.


"Yang tanya kamu mau minum dan makan apa itu siapa?" Feri yang menatap Gustaf dengan tatapan yang kesal.


"Gak ada sih, tapi aku mau nitip ama Ucup. Ucup maukan beli titipan aku?" Gustaf yang wajahnya terlihat memelas.


"Mau, entar aku belikan titipan kamu," jawab Ucup.


"Mana uang kamu?" tanya Feri.


"Uang untuk apa?" Gustaf yang berpura-pura lupa kalau soal uang.


"Ya untuk beli titipan kamu," jawab Feri.


"Ucup pakai uang kamu dulu entar aku ganti," kata Gustaf.


"Kamu lupa tadi kita udah janji mau traktirin Ucup nongkrong, sini uang kamu?" Feri yang mengulurkan tangannya ke arah Gustaf.


"Kalau gitu pakai uang kamu aja dulu, soalnya aku gak bawa uang," kata Gustaf.


"Masak sih kamu gak bawa uang." Feri yang menatap Gustaf dengan tatapan curiga.


"Kalau kamu gak percaya periksa aja saku aku." Gustaf yang menyadari tatapan Feri lalu menyuruh Feri memeriksa sakunya.


"Baiklah aku periksa." Feri berjalan mendekati Gustaf setelah posisi Feri tepat di hadapan Gustaf lalu Feri memegang saku celana Gustaf. Ternyata saku celana Gustaf kosong tidak ada uang, lalu Feri memeriksa saku baju Gustaf ternyata kosong tidak ada uang.


"Sekarang kamu percayakan kalau aku gak bawa uang?" tanya Gustaf.


"Iya aku percaya." Feri yang sudah selesai memeriksa saku Gustaf, ternyata di saku Gustaf kosong tidak ada uangnya akhirnya Feri percaya ama Gustaf.


Gustaf dan Feri yang tidak mendengar suara Ucup lalu menoleh ke arah Ucup, mereka berdua terkejut melihat ke arah tersebut ternyata Ucup sudah tidak ada disana.


"Lah tadi kan Ucup di sini, terus dimana Ucup sekarang?" tanya Gustaf.


"Mana ku tahu." Feri yang berjalan ke arah bangku yang tadi mereka duduki.


"Lah kok aku di tinggal sendirian di sini." Gustaf yang menyadari bahwa Feri berjalan pergi meninggalkan dia yang masih berdiri di situ.


Gustaf berjalan menyusul Feri yang sudah duduk di bangku tersebut. Feri mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu dia sibuk memainkan ponsel di tangannya.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2