Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Panen Singkong


__ADS_3

"Tak perlu menjadi orang lain untuk banyak di sukai. Terlalu naif jika harus berpura-pura sempurna hanya untuk mencari perhatian. Tetaplah tampil seadanya dan lihat bagaimana dunia melihat dirimu sendiri."


Sebulan Kemudian............


Hari minggu kami sekeluarga berencana untuk pergi kebun singkong karena hari ini singkong di kebun akan di panen. Kami sekeluarga sudah berada di halaman rumah hendak berangkat kebun. Saat kami sekeluarga hendak berangkat kebun singkong.


Tiba-tiba saja dua motor melaju ke arah halaman rumah kami. Dua motor tersebut berhenti di samping motor ayah dan motor Ucup. Satu motor di naiki oleh dua orang laki-laki sedang di motor yang satu lagi hanya di naiki oleh seorang laki-laki.


"Assalamu'alaikum." Kata mereka yang berada di atas motor.


"Walaikumsalam," jawab kami sekeluarga.


"Eh, kalian ngapain pagi-pagi kerumah aku?" Zai melihat ke arah ketiga orang laki-laki tersebut.


"Kita mau ngajak kamu joging, Zai mau pergi kemana?" Seorang laki-laki tersebut melihat ke arah Zai.


"Mau kebun singkong," jawab Zai.


"Ya berarti kamu gak bisa ikut kita joging dong." Seorang laki-laki tersebut melihat ke arah Zai dengan tatapan yang sedih.


"Iya aku gak bisa, lagian salah kalian gak chat aku dulu sebelum kesini," kata Zai.


"Kan biasa kamu di rumah aja hari minggu, tumben hari ini kamu mau kebun singkong. Ada apa emangnya di sana?" tanya seorang laki-laki tersebut.


"Mau panen singkong," jawab Zai.


"Apa kami boleh ikut ke kebun kamu?" tanya seorang laki-laki tersebut.


"Aku gak tahu, kalau kalian mau tanya saja ama ayah aku." Zai menyuruh si laki-laki tersebut untuk bertanya ke ayahnya secara langsung.


"Baiklah kalau gitu aku tanya dulu ke ayah kamu." Si pria tersebut memikirkan motornya setelah itu dia turun dari motornya. Si laki-laki tersebut berjalan menghampiri ayah Zai yang sedang berbicara dengan Ucup.


Saat si laki-laki tersebut sudah berada di sampaing Ucup.


"Aska." Ucup menyapa si laki-laki tersebut, dia adalah Aska teman sekelas Zai.


"Abang Ucup dan pakde." Zai segera menyalim punggung tangan ayah Zai dan Ucup.

__ADS_1


"Kapan kamu nyampai sini?" tanya Ucup.


"Kira-kira lima menit ya lalu abang," jawab Ucup.


"Tumben kamu pagi-pagi udah ke sini, ada apa?" tanya Zai.


"Aku tadi kesini mau ngajak Zai joging abang," jawab Aska.


"Tidak bisa kami mau pergi kebun," kata Ucup.


"Pakde, apa aku dan teman-teman aku boleh ikut kebun?" Aska yang melihat ke arah ayah Ucup.


"Mau apa kamu ikut ke kebun?" tanya ayah.


"Kami mau membantu pakde memanen singkong, apa kah boleh kami ikut?" tanya Aska.


"Apa kalian kuat mencabut singkong?" Ayah masih ragu memberikan izin kepada Aska dan teman-teman untuk ikut memanen singkong.


"Insyaallah kami kuat pakde." Aska yang menyakinkan ayah bahwa mereka kuat mencabut singkong.


"Menurut kamu bagaimana?" tanya ayah.


"Biarkan saja mereka ikut ayah, lagian semakin banyak orang yang ikut memanen singkong di kebun kita maka semakin cepat kita selesai manen singkong di kebun." Ucup memberikan masukan kepada ayah untuk memberikan izin kepada teman-teman Zai untuk ikut memanen singkong di kebun.


"Baiklah kalian boleh ikut ke kebun." Ayah memberikan izin kepada teman-teman Zai untuk ikut ke kebun.


Kebun Singkong


Mereka semua sudah berada di kebun singkong milik ayah Zai. Di kebun tersebut sudah ada beberapa orang bapak-bapak yang akan ikut memanen singkong tersebut. Ayah, ibu dan beberapa orang bapak-bapak tersebut sedang berada di pondok.


Sedangkan Zai, Ucup, Aska, Ridho dan Anton sedang berjalan berkeling-keling kebun singkong tersebut. Mereka sedang melihat batang singkong yang hampir rata-rata tinggi nya di atas tinggi mereka.


"Abang ini gimana cara mencabut batang singkongnya sedang batang singkong nya lebih tinggi dari tinggi badan kita?" Aska yang berhenti berjalan lalu dia melihat ke arah batang singkong tersebut yang rata-rata berukuran tinggi.


"Kita potong atau patahkan dulu batang singkong tersebut, setelah sudah tidak tinggi lagi barulah kita cabut." Ucup memberitahukan cara mencabut batang singkong tersebut.


"Apa kita boleh coba mencabut satu batang abang?" Anto yang badan paling besar di antara Zai, Aska dan Ridho. Makanya Anton ingin menujukan kepada teman-temanya bahwa dia itu kuat bisa mencabut batang singkong sendirian.

__ADS_1


"Boleh, silahkan cabut saja yang ingin kamu cabut."Ucup memberikan izin kepada Anton untuk mencabut batang singkong.


" Baiklah kalau gitu aku cabut yang batang singkong besar sesuai ama postur badan aku." Setelah mendapatkan izin dari Ucup, maka Anton berjalan ke arah batang singkong yang terlihat lebih besar dari batang singkong yang lainnya. Anton sudah berhenti berjalan, dia berdiri di depan batang singkong yang ukuran batangnya lebih besar di bandingkan batanga singkong yang lainya.


"Kamu yakin mau cabut batang singkong itu Anton?" Aska yang berjalan menghampiri Anton, dia sudah berada di samping Anton, sebenarnya Aska merasa ragu Anton bisa mencabut batang singkong tersebut.


"Yakin dong." Anton yang begitu percaya diri bahwa dia bisa mencabut batang singkong yang besar tersebut.


"Emang kamu sanggup cabut batang singkong itu?" Aska menunjukkan jarinya ke arah batang singkong tersebut.


"Kuatlah, nih kamu lihat." Anton mematahkan batang singkong tersebut setelah itu Anton mencabut batang singkong tersebut.


"Apa kamu butuh bantuan?" Aska melihat Anton yang sedang berusaha mencabut batang singkong tersebut.


"Tidak perlu aku bisa sendiri." Anton mengatakan kepada Aska bahwa dia bisa sendiri.


"Kamu yakin bisa sendiri?" tanya Aska.


"Iya, sudahlah jangan ajak aku bicara terus." Anton yang terlihat kesal dari tadi Aska mengajak nya untuk berbicara padahal Aska tahu kalau Anton lagi berusaha untuk mencabut batang singkong yang besar tersebut.


"Baiklah nih aku kunci mulut aku." Aska menutup. mulutnya seolah-seolah dia menguci mulutnya.


Mereka semua melihat Anton yang dari tadi berusaha mencabut batang singkong tersebut tetapi tidak bisa juga, akhirnya Anton kehabisan tenaga lalu dia duduk di atas tanah yang berada di hadapan batang singkong tersebut.


"Sana minggir Anton biar aku aja yang cabut." Ridho menyuruh Anton untuk bergeser dari batang singkong tersebut.


"Hahahaha, kamu yakin mau cabut batang singkong ya besar itu, emang kamu kuat?" Anton yang menyepelekan si Ridho, karena badan Ridho yang paling kurus di antara mereka semua.


"Yakinlah, makanya kamu geser," kata Ridho.


"Iya nih aku geser." Anton berdiri dari tempat duduknya, lalu dia berjalan menjauh dari batang singkong.


"Nih lihat aku cabut batang singkong." Ridho yang sudah berdiri di depan batang singkong lalu dia berusaha mencabut batang singkong.


Hanya dalam satu kali tarikan saja Ridho berhasil mencabut batang singkong tersebut. Batang singkong tersebut berhasil di cabut, buah singkong tersebut besar-besar pantas saja Anton kesulitan saat mencabutnya.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2