Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ucup Mengantarkan Yoora


__ADS_3

" Mumpung masih muda banyakin cari duit biar gak di remehin terus sama orang yang berduit."


"Coba abang lihat, apa di sini ada tukang ojek?" tanya siswi tersebut.


"Gak ada." Ucup yang melihat ke arah sekeliling sekolah Zai, dia tidak menemukan tukang ojek di sana.


"Terus aku pulang gimana abang?" tanya siswi tersebut.


"Jalan kaki," jawab Ucup.


"Masak abang tega lihat cewek secantik aku pulang dengan jalan kaki, mana rumah aku jauh lagi dari sini bisa gempor kaki aku." Siswi tersebut yang wajahnya memelas.


"Emang alamat rumah kamu dimana?" tanya Ucup.


"Jl. Marpoyan jauh kan dari sini abang," jawab siswi tersebut.


"Iya jauh," kata Ucup.


"Abang tinggal dimana?" tanya siswi tersebut.


"Di rumah orang tua," jawab Ucup.


"Ya kalau itu aku juga tahu, maksud aku alamat rumah abang dimana?"tanya siswi tersebut.


"Jl. Kubang Raya, udah sebaiknya kamu turun dari motor aku mau pulang nih." Ucup yang menyuruh siswi tersebut untuk turun dari motornya.


"Aku gak mau turun, pokoknya aku mau abang ngatar aku sampai depan rumah," kata Siswi tersebut.


Ucup yang terlihat frustasi karena harus menghadapi siswi tersebut, akhirnya Ucup memutuskan untuk mengantarkan siswi tersebut ke depan rumahnya. Ucup menyuruh siswi tersebut untuk bergeser duduknya. Siswi tersebut bergeser duduk kebelakang.


Ucup naik ke atas motornya lalu dia menyalakan motornya, setelah itu Ucup melajukan motornya ke arah rumah siswi tersebut. Cewek tersebut terlihat senang karena Ucup mau mengantarkan dia sampai ke depan rumahnya.


"Apa kamu teman sekelas Zai?"tanya Ucup.


"Bukan abang," jawab siswi tersebut.


" Jadi kalian beda kelas," kata Ucup.


"Kami beda kelas dan jurusan abang," kata siswi tersebut.


"Berarti kamu jurusan ips," kata Ucup.


"Iya, apa abang masih ingat sama aku?" tanya siswi tersebut.


"Masih, kamu cewek yang ngajak aku kenalan waktu itu kan?" tanya Ucup.


"Iya kita gak jadi kenalan karena bel masuk sekolah berbunyi, sampai sekarang aku belum tahu napa abang siapa?" tanya siswi tersebut.

__ADS_1


"Aku gak bakal ngasih tahu nama aku ama kamu," jawan Ucup.


"Lah kenapa emangnya abang?" tanya siswi tersebut.


"Aku gak mau nama aku di masukin ke dalam kartu keluarga kita," kata Ucup.


"Wwwwkkk, abang masih ingat aja." Siswi tersebut yang tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan Ucup.


"Lah kok kamu ketawa?" Ucup yang melihat ke arah kaca spion motornya. Dia melihat siswi tersebut yang sedang tertawa.


"Habis abang lucu sih, aku waktu itu cuma bercanda jangan di bawa serius dong abang," kata siswa tersebut.


"Serius atau bercanda aku tetap gak bakal ngasih tahu nama aku ama kamu." Ucip yang berbicara dengan tegas kepada siswi tersebut.


"Kalau abang gak mau ngasih tahu nama abang ama aku gak masalah kok. Aku akan cari tahu sendiri nama abang siapa," kata siswi tersebut.


"Itu terserah kamu." Ucup yang berbicara dengan nada ketus.


"Apa abang gak penasaran dengan nama aku?" tanya siswi tersebut.


"Gak." Ucup mengelengkan kepalanya.


"Aku kasih tahu aja nama aku ama abang, biar abang entar malam gak bisa tidur memikirkan aku. Nama aku Yoora Lestari, biasa di panggil Yoora abang." Yoora yang tersenyum.


"Ini jalan rumah kamu yang mana?" Ucup yang terlihat binggung karena seudah berada di simpang tiga.


"Iya." Ucup membelokkan motornya ke arah kanan.


"Lurus aja abang sampai mentok tuh jalan," kata Yoora.


"Nih udah mentok, rumah kamu yang mana?" Ucup mengendarai motor mengikuti petunjuk dari Yoora, akhirnya dia sudah berada di jalan buntu.


"Nah itu rumah aku abang." Yoora yang menujukan jari ke arah sebuah rumah.


Ucip memberhentikan motornya di depan halaman rumah tersebut. Tetapi Yoora masih belum juga turun dari motor Ucup.


"Udah sampai nih," kata Ucup.


"Iya abang." Yoora yang masih betah duduk di belakang Ucup di atas jok motor.


"Loh kok kamu masih diam aja, cepatan turun." Ucup yang berbicara dengan suara keras.


"Aku udah turun nih abang." Yoora turun dari motor Ucup, dia berdiri di samping motor Ucup.


"Abang mau mampir dulu?" tanya Yoora.


"Gak," jawab Ucup.

__ADS_1


"Terima kasih, abang sudah mengantarkan aku dengan selamat sampai di depan rumah," kata Yoora.


"Sama-sama." Ucup mengendarai motornya le arah rumahanya.


Di Rumah Ucup


Zai yang sudah sampai di depan rumahnya dengan di antar oleh Aska. Zai turun dari motor Aska, dia berdiri di samping motor Aska.


"Terima kasih Aska." Zai melihat ke arah Aska.


"Rumah kamu kok kelihatan sepi orangnya pada kemana?" Aska yang melihat ke arah rumah Zai yang pintu dan jendelanya tertutup.


"Kedua orang tua aku ke kebun singkong," jawab Zai.


"Terus kalau abang Ucup kemana?" tanya Aska.


"Kuliah," jawab Zai.


"Apa kamu gak apa-apa aku tinggal sendiri di sini?" tanya Aska.


"Iya aku gak apa-apa," jawab Zai.


"Kalau begitu aku balik dulu ya." Aska mengendarai motornya meninggalkan Zai yang masih berdiri di sana.


Zai berjalan ke arah rumahnya, sesampainya dia di depan pintu rumahnya. Dia mencari kunci untuk membuka pintu rumahnya. Zai mencari kunci rumah dengan melihat di bawah pot bunga yang ada di teras rumahnya tetapi tidak ada.


Zai tidak menemukan kunci rumah lalu duduk di kursi yang berada di teras rumahnya. Zai duduk sambil menunggu Ucup yang belum sampai ke rumahnya. Zai mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Zai menghubungi nomor ponsel Ucup tetapi tidak di angkat ama Ucup. Zai kembali menghubungi nomor ponsel ponsel Ucup sampai sebanyak 3 kali tetapi tidak di angkat ama Ucup.


Zai terlihat kesal karena Ucup tidak mengangkat panggil telponnya yang sebanyak 3 kali. Zai memasukan kembali ponsel di dalam saku celana. Zai duduk sambil menunggu Ucup.


Ucup mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, dia ingin segera sampai kerumah. Ucup merasa yakin bahwa Zai sudah sampai di depan rumah dan sedang menunggu dia.


Ucup yang terus saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dia memotong setiap motor dan mobil yang berada di depan motor Ucup. Akhirnya motor yang Ucup kendarai sampai juga di halaman rumah Ucup.


Ucup memberhentikan motornya di halaman depan rumahnya. Dia turun dari motor berjalan-jalan ke arah rumahnya.


"Abang dari mana?" Zai yang sudah berdiri dari kursinya.


"Dari sekolah kamu." Ucup membuka pintu rumah dengan mengunakan kunci yang berada di tangannya.


"Nagapin abang ke sekolah aku?" Zai.


"Aku jemput kamu tadi, tapi kamu udah pulang duluan," kata Ucup.


"Aku gak tahu kalau abang mau jemput aku tadi," kata Zai.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2