Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Pink Boy


__ADS_3

" Percayalah keluarga cewek lebih susah menerima si cowok, dari pada keluarga cowok yang lebih gampang menerima si cewek."


Ucup berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya kebelakang melihat ke arah si cewek yang sedang berjalan menyusulnya.


"Ada apa?" tanya Ucup.


"Aku mau bilang terima kasih ama abang." Si cewek tersebut sudah berdiri di hadapan Ucup.


"Sama-sama," kata Ucup.


"Nama abang siapa?" Si cewek tersebut penasaran dengan nama Ucup lalu dia bertanya kepada Ucup.


"Apalah artinya sebuah nama." Ucup membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah kasir.


"Biar aku tahu nama abang, jadi kalau kita ketemu lagi aku bisa memanggil nama abang." Si cewek yang berjalan mengikuti si Ucup.


Ucup yang terus saja berjalan ke arah meja kasir tanpa memperdulikan perkataan si cewek tersebut. Saat Ucup sudah berada di meja kasir di meletakan keranjang belanja nya di atas meja kasir.


Kasir indomaret tersebut mengeluarkan barang belanjaan Ucup dari keranjang. Kasir indomaret menghitung barang belanjaan Ucup sambil memasukannya kedalam kantong plastik.


"Apa ada tambahan lagi abang?" tanya kasir indomaret.


"Sebungkus rokok U dan sebungkus rokok S," kata Ucup.


"Rokok S mau yang besar atau kecil?" tanya kasir indomaret.


"Besar," jawab Ucup.


Kasir indomaret membalikkan badannya mengambil sebungkus rokok U dan sebungkus rokok S. Setelah itu kasir kembali menambahkan dua bungkus rokok ke dalam barang belanjaan yang Ucup beli.


"Jadi berapa totalnya?" Ucup yang melihat ke arah kasir indomaret tersebut.


"Total Rp 133.300,00," jawab kasir indomaret.


"Ini." Ucup mengeluarkan uang dari saku celananya, lalu dia memberikan dua lembar uang kepada kasir indomaret. Uang yang dia berikan selembar uang berwarna merah dan selembar uang berwarna biru.


"Ini kembalinya abang." Kasir tersebut memberikan uang kembalian kepada Ucup bersama dengan struk belanja Ucup.


"Iya." Ucup mengambil uang kembalian dan struk barang belanjaan dari tangan kasir indomaret.


"Ini barang belanjaan abang." Kasir indomaret memberikan plastik yang berisi barang belanjaan Ucup.


Ucup mengambil barang belanjaan dari tangan kasir indomaret. Dia berjalan sambil membawa kantong plastik di tangan kanannya. Si cewek yang tadi sudah berdiri di hadapan Ucup, dia menghalangi jalan Ucup.


"Kamu mau apa?" Ucup melihat ke arah si cewek yang menghalangi jalannya.

__ADS_1


"Aku mau tahu nama abang, jadi nama abang siapa?" tanya si cewek tesebut.


"Kenapa kamu mau tahu nama aku? lagian kalau kamu tahu nama aku juga gak ada gunanya," kata Ucup.


"Ada gunanya aku tahu nama abang," kata si cewek tersebut.


"Emang apa gunanya kamu tahu nama aku?" tanya Ucup.


"Saat aku ketemu ama abang aku bisa memanggil nama abang," jawab si cewek tersebut.


"Kalau begitu saat kita bertemu lagi aku akan memberi tahu nama aku ke kamu, jadi bisakah kamu minggir?" tanya Ucup.


"Abang janji dulu baru aku minggir," jawab si cewek tersebut.


"Insyallah, sekarang kamu minggir," kata Ucup.


"Iya abang." Si cewek tersebut tersenyum ke arah Ucup lalu dia menggeser badannya agar Ucup bisa melewati dia.


Malam Minggu.......


Malam minggu ini Ucup berencana untuk menepati janjinya kepada Lea. Ucup yang sedang berada di dalam kamarnya, dia membuka lemari pakaian sambil memilih baju yang akan di pakainya untuk malam minggu dengan Lea.


Ucup memilih baju kaos oblong berwarna pink yang akan di pakainya. Dia mengambil baju kaos oblong tersebut dari dalam lemari pakaiannya. Baju kaos oblong tersebut masih baru belum pernah Ucup pakai. Ucup memilih memakai baju kaos oblong berwarna pink tersebut agar membuat Lea senang.


Ucup yang sudah memakai baju kaos oblong berwarna pink dan celana jeans berwarna hitam. Ucup berdiri di depan cermin untuk melihat penampilannya memakai baju kaos oblong berwarna pink dan celana jeans warna hitam. Ucup yang merasa penampilan sudah cukup ganteng lalu berjalan ke arah pintu kamarnya.


Di Depan rumah Lea


Ucup sudah berdiri di depan rumah Lea dengan penampilan yang cukup keren. Ucup memencet tombol bel rumah Lea.


Ting.............Tong


Ting.............Tong


Ting.............Tong


Bibik yang mendengar suara bel berbunyi lalu dia bergegas berjalan ke arah pintu. Bibik yang sudah berada di depan pintu rumah Lea lalu membuka pintu rumah tersebut.


Ceklek............Ceklek


Ucup yang melihat bibik membuka pintu rumah Lea.


"Assalamualaikum bibik," kata Ucup.


"Walaikumsalam Ucup," kata bibik.

__ADS_1


"Apa Lea ada bibik?"tanya Ucup.


"Ada Ucup." Bibik yang melihat penampilan Ucup malam ini begitu berbeda, bibik yang sedang berusaha menawan tawanya karena melihat Ucup memakai baju berwarna pink.


"Apa bibik bisa panggilkan Lea kesini?" tanya Ucup.


"Bisa, tunggu sebentar ya Ucup." Bibik berjalan masuk kedalam rumah, saat bibik sudah sampai di dekat tangga rumah. Bibik mulai melepaskan tawanya karena melihat Ucup berpenampilan seperti itu.


Bibik menaiki tangga sambil tertawa terbahak-bahak karena melihat penampilan Ucup. Bibik berhenti tertawa karena sudah berada di lantai atas. Dia berjalan ke arah kamar Lea, saat bibik sudah sampai di depan pintu kamar Lea.


Bibik yang ingin mengetuk pintu kamar Lea, belum sempat bibik mengetuk pintu kamar Lea. Pintu kamar Lea terbuka, Lea yang membuka pintu kamarnya.


"Bibik." Lea yang berjalan melewati pintu kamarnya, dia melihat bibik yang sudah berdiri di hadapannya.


"Baru aja bibik mau manggil non Lea, eh non Lea udah keluar kamar duluan." Bibik yang melihat Lea sudah keluar dari pintu kamarnya.


"Ada apa emangnya bibik?" Lea yang berdiri di hadapan bibik.


"Ada yang cariin non Lea," jawab bibik.


"Siapa yang cariin aku bibik?" tanya Lea.


"Ucup non Lea," jawab bibik.


"Tumben-tumbennya abang Ucup ke sini ada apa ya?" Lea sedang berpikir mengenai kedatangan Ucup kerumahnya.


"Mau ngapelin non Lea Ucupnya." Bibik yang tersenyum melihat ke arah Lea.


"Lah emang ini malam apa bibik?" tanya Lea.


"Malam minggu makannya Ucup datang mau ngapelin non Lea," jawab bibik.


"Ya ampun ternyata ini malam minggu, aku kok lupa ya kalau ini malam minggu," kata Lea.


"Habis non Lea kelamaan Jomblo, kalau begitu bibik turun dulu non Lea." Bibik berjalan pergi meninggalkan Lea.


Di Teras Rumah Lea


Lea berjalan keluar dari pintu rumahnya lalu dia melihat ke arah seorang cowok yang sedang berdiri membelakangi Lea. Sehingga Lea hanya melihat punggung badan si cowoktersebut. Lia berjalan menghampiri seorang cowok yang berdiri membelakangi dia.


"Abang Ucup." Lea yang sudah berdiri di belakang Ucup.


"Lea." Ucup membalikkan badannya melihat ke arah suara tersebut, dia sudah tahu suara orang yang memanggilnya tersebut adalah Lea.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2