
"Simpan cerita sedihmu, ceritakan saja dalam do'amu dan biarkan sabar selalu menemanimu."
Malam Harinya........
Ucup yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Ucup yang menjadikan lengannya sebagai bantalan kepalanya.Ucup melihat ke arah langit-langit kamarnya. Ucup yang sedang memikirkan tentang variasi rasa keripik singkong.
Ceklek........ Ceklek
"Abang." Zai membuka pintu kamar Ucup, dia sudah berdiri di depan pintu kamar Ucup.
"Woi abang." Zai berteriak karena panggil pertama Ucup tidak merespon dia sehingga dia pun berteriak memanggil Ucup.
"Ada apa?" Ucup yang tersadar dari lamunanya setelah mendengarkan teriakan dari Zai.
"Abang dari tadi aku panggil kok gak jawab." Zai berjalan masuk ke dalam kamar Ucup.
"Maaf abang gak dengar." Ucup bangun dari tidurnya sekarang dia duduk di atas tempat tidur.
"Abang lagi mikirin apa?" Zai duduk di pinggir tempat tidur Ucup.
"Mikirin variasi buat rasa keripik singkong, apa kamu ada ide?" Ucup melihat ke arah Zai.
"Gak ada." Zai menggelengkan kepalanya.
"Tadi ada mahasiswi yang ngasih ide buat rasa pedas keripik singkong, menurut kamu gimana?" tanya Ucup.
"Boleh juga di coba ide itu abang." Zai yang setuju ama ide yang di berikan mahasiswi tersebut.
"Tapi masalahnya harga cabe lagi mahal, kalau kita pakai cabe maka biaya produksi akan bertambah mahal, makanya abang masih ragu untuk membuat keripik cabe." Ucup yang menjelaskan kepada Zai.
"Jadi gimana dong abang?" Setelah mendengar penjelasan dari Ucup, Zai mulai mengerti tentang masalah yang Ucup hadapi.
"Abang masih pusing memikirkan ide untuk membuat variasi rasa singkong dengan tidak mengeluarkan modal yang banyak untuk biasa produksi nya," kata Ucup.
"Ya sudah entar aku bantu mikir solusi nya ya abang," kata Zai.
"Terimakasih ya Zai,"kata Ucup.
"Kasih kembali abang," Zai.
Esok kan Harinya.......
Jam istirahat sekolah Zai memberikan keripik singkong kepada Ridho, Anton dan Zai.
"Tumben kamu ngasih kita keripik singkong buatan abang Ucup secara gratis." Anton yang mengambil keripik singkong dari tangan Zai.
"Kamu itu udah di kasih gratis masih banyak komen lagi." Ridho yang juga mengambil keripik singkong dari tangan Zai, Ridho yang kesal dengan perkataan Anton.
__ADS_1
"Terimakasih Zai." Aska yang mengambil keripik singkong dari tangan Zai.
"Sama-sama, aku ngasih kalian keripik singkong tersebut ada alasannya," kata Zai.
"Ah ternyata ada udang di balik bakwan nih," kata Anton.
"Kamu salah, bukan ada udang di balik bawan tapi ada udang di balik batu." Ridho yang memperbaiki perkataan Anton yang salah.
"Begitu maksud aku," kata Anton.
"Apa alasannya?"Aska yang penasaran dengan alasan Zai makanya dia ingin segera mengetahui nya.
"Aku lagi butuh ide buat membuat variasi rasa keripik singkong buat abang Ucup, apa kalian bisa memberikan aku ide?" Zai yang melihat ke arah Ridho, Anton dan Aska secara bergantian.
"Insyaallah," jawab Aska.
"Nih aku kasih ide, mendingan kamu bikin keripik cabe." Anton yang sudah membuka bungkus keripik singkong tersebut.
"Nah tumben kamu pintar," kata Ridho.
"Ya elah aku kan emang pintar dari sononya," kata Anton.
"Masalah hargai cabe lagi mahal kalau buat pedas pakai cabe pasti biaya produksi bertambah sedangkan modal abang Ucup untuk produksi itu cuma pas-pasan aja." Zai menjelaskan kepada mereka tentang modal Ucup yang pas-pasan.
"Jadi gimana dong?" Aska yang melihat ke arah Ridho dan Anton secara bergantian.
"Aduh otak aku lagi gak bisa mikir nih karena lapar, entar deh kalau aku udah kenyang baru bisa mikir." Anton yang memakan keripik singkong yang begitu lahapnya.
"Hidup itu untuk makan," kata Anton.
"Makan untuk hidup." Ridho yang memperbaiki perkataan Anton yang lagi-lagi salah.
"Sudah-susah bukan dapat solusi malah pusing kepala aku di buat ama kalian berdua." Mendengar perdebatan Ridho dan Anton membuat kepala Zai menjadi pusing. Sehingga Zai memilih meninggalkan kelas tersebut.
Saat pulang sekolah Anton segera berlari ke arah Ucup yang sedang duduk di atas motornya.
"Abang Ucup." Anton yang ngos-ngosan berlari ke arah Ucup, sekarang dia sudah berdiri di depan motor Ucup.
"Kamu temannya Zai kan?ada apa?" Ucup yang melihat ke arah Anton ya g sudah berdirinya di hadapan nya.
"Iya, abang lagi mau buat variasi rasa keripik singkong ya?" tanya Anton.
"Iya, tahu dari mana kamu?" tanya Ucup.
"Aku tahu dari Zai," jawab Anton.
"Ooo.... begitu." Ucup yang menanggukan kepalanya.
__ADS_1
"Abang aku buat ide buat variasi rasa keripik singkong, apa abang mau coba?" tanya Anton.
"Apa dulu ide kamu?" tanya Ucup.
"Natik aku kasih tahu abang," jawab Anton.
"Eh kalian ngomong apa?" Zai yang sudah berada di samping Anton.
"Ada deh," jawab Anton.
"Ayo kita pulang abang!" ajak Zai.
"Aku ikut ya abang," kata Anton
Mereka sudah berada di dapur rumah Ucup, mereka sedang melihat Anton yang sedang mencoba membuat keripik singkong variasi rasa baru buatan Anton.
"Apa abang yakin ama dia?" Zai yang merasa tidak yakin dengan Anton.
"Ntah lah Zai." Ucup yang mengangkat bahunya.
"Aku malah gak yakin ama Anton, soalnya tuh anak tahunya cuma makan aja." Zai yang merasa tidak yakin dengan Anton.
"Ya udah kita lihat aja dulu." Mereka yang dari tadi terus memperhatikan Anton yang sedang membuka bungkus plastik warna hijau lalu dia memasuk bumbu yang berwarna merah ke dalam toples yang sudah terisi singkong.
Anton menutup toples tersebut lalu dia menggoyangkan toples tersebut, dia melakukan hal itu agar bumbunya tercampur rata. Setelah dia melihat bumbu sudah tercampur rata. Dia berjalan sambil membawa toples tersebut ke arah Ucup dan Zai.
"Silakan kalian coba dulu." Anton yang sudah berdiri di hadalan mereka, dia membuka tutup toples lalu dia menyuruh mereka untuk mencicip keripik singkong rasa baru.
"Iya." Mereka mengambil keripik singkong tersebut dari toples.
"Gimana rasanya?" Anton yang melihat ke arah mereka berdua secara bergantiian.
"Ini enak sekali," kata Ucup.
"Mantul." Zai yang memberikan kedua jempolnya kepada Anton.
"Yeyeye, aku berhasil." Anton yang terlihat gembira karena telah berhasil membuat varian rasa baru keripik singkong tersebut
"Aku gak nyaka ternyata kamu hebat juga." Zai memuji Anton.
"Ya ialah siapa dulu Anton gitu loh." Anton yang senang mendapatkan pujian dari Zai.
"Apa nama varian rasa ini?" Ucup yang kembali mengambil keripik singkong yang berada di. dalam toples yang masih Anton pegang.
"Balado, " jawab Anton.
"Cocok banget dengan warnanya yang merah, terus apa ada variasi rasa lain lagi untuk keripik singkong tersebut?" tanya Ucup.
__ADS_1
"Jagung manis," jawab Anton.
...~ Bersambung ~...