
"Happy new year buat kamu yang sudah bisa berjuang sampai saat ini, 365 hari yang berat. Aku harap 2023 kami bisa lebih semangat lagi."
Ucup berjalan buru-buru ke arah kamarnya, Ucup sudah berada di depan pintu kamarnya. Ucup segera membuka pintu kamarnya lalu dia berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ucup segera menutup pintu kamarnya. Ucup berjalan ke arah lemari pakaian, dia yang sudah berada di depan lemari pakaian lalu dia membuka pintu lemari pakaian nya. Ucup mengambil pakaian di dalam lemari tersebut.
Setelah itu Ucup segera memakai pakaian, Ucup yang sudah berpakaian rapi lalu dia mengambil tas ransel yang berada di atas meja belajarnya. Setelah itu Ucup membawa tas ransel di punggung nya. Ucup berjalan keluar dari kamernya.
Ucup berjalan ke arah dapur, sesampainya di dapur Ucup melihat ayah, ibu dan Zai sedang sarapan.
"Ayo sini Ucup kita sarapan!" Ayah yang melihat kehadiran Ucup, dia segera mengajak Ucup untuk sarapan pagi bersama.
"Maaf ayah ibu aku tidak bisa sarapan bersama hari ini." Ucup yang berjalan menghampiri mereka yang sedang sarapan di meja makan.
"Kenapa?" tanya ibu
"Soalnya aku ada mata kuliah pagi ini ibu," jawab ibu.
"Zai sudah selesai sarapan nya?" Ucup yang sedang melihat ke arah Zai yang sedang menikmati nasi goreng yang berada di dalam piring.
"Belum." Zai yang mengelengkan kepala nya sambil melihat ke arah Ucup.
"Cepatan Zai sarapannya biar setelah itu abang antar ke sekolahan Zai." Ucup menyuruh Zai untuk segera menghabiskan sarapannya, agar setelah itu Ucup bisa mengantarkan Zai ke sekolahnya.
"Abang gak usah ngantar aku kesekolahan." Zai yang menolak Ucup untuk mengantarkannya ke sekolahan.
"Terus adek mau berangkat kesekolah ama siapa?" tanya ibu.
"Aku mau berangkat sekolah ama Aska," jawab Zai.
"Apa Aska akan menjemput Zai?" tanya Ucup.
"Iya tadi aku udah chat Aska untuk menjemput aku di rumah," jawab Zai.
"Terus apa Aska mau menjemput Zai di sini?" Ucup yang terus saja bertanya kepada Zai.
"Aska mau menjemput aku, emangnya kenapa abang?" Zai menganggukan kepalanya, lalu dia menoleh ke arah Ucup.
__ADS_1
"Kalau begitu abang tidak perlu mengantarkan kamu kesekolah."Ucup merasa legah karena hari ini tidak harus mengantarkan Zai kesekolah.Ucup juga takut kalau dia akan datang terlambat kekampus.
"Hari ini abang tidak perlu mengantarkan aku ke sekolahan." Zai mengatakan bahwa hari ini Ucup tidak perlu mengantarkan Zai berangkat ke sekolahan. Hari ini Zai akan berangkat kesekolah bersama dengan Aska.
"Baiklah kalau begitu, ayah ibu aku pamit ke kampus dulu." Ucup berpamitan kepada kedua orang tuanya. Setelah itu Ucup menyalim punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
"Ucup ini uang jajan buat ke kampus." Ibu memberikan selembar uang kertas berwarna biru kepada Ucup.
"Terima kasih ibu." Ucup mengambil selembar uang kertas berwarna biru dari tangan ibu. Setelah uang tersebut berada di tangan Ucup, dia segera memasukan uang tersebut kedalam saku celana jeansnya.
"Sama, kamu harus belajar dengan giat agar bisa berhasil menjadi sarjana." Ibu yang menyuruh Ucup untuk belajar lebih keras, ibu ingin Ucup segera lulus mendapatkan gelar menjadi seorang sarjana.
"Aamiin," kata mereka serentak.
"Kalau begitu ayah ibu Zai aku berangkat dulu ke kampus." Setelah berbicara seperti itu Ucup hendak berjalan pergi dari dapur.
"Abang tunggu dulu," kata Zai.
"Ada apa Zai?" Ucup yang menoleh ke arah Zai.
"Tumben nih ada angin apa? kok Zai mau menyalim tangan abang." Ucup yang keningnya berkerut melihat Zai yang sudah selesai menyalim punggung tangannya.
"Kan biasanya aku juga nyalim tangan abang," kata Zai.
"Iya tapi harus di suruh dulu Zai baru mau nyalim tangan abang." Ucup yang masih terkejut dengan sikap Zai yang pagi ini tampak berbeda dari biasanya.
"Ucup kata mau berangkat kok ke kampus." Ibu yang sengaja mengingat kan Ucup untuk berangkat ke kampus.
"Aku berangkat dulu semuanya." Setelah berbicara Ucup segera berjalan pergi meninggalkan dapur tersebut.
Setelah kepergian Ucup dari dapur ibu dan ayah melihat ke arah Zai yang kembali duduk ke kursinya. Zai kembali melanjutkan memakan nasi goreng.
"Adek gak berangkat sekolah?" tanya ibu.
"Nantik ibu, aku masih makan." Zai yang menyuapi nasi goreng ke dalam mulutnya mengunakan sendok.
__ADS_1
"Kalau begitu habiskan makananya." Ibu berdiri dari kursinya.
"Ibu mau kemana?" Zai melihat ke arah ibu.
"Ibu mau siap-siap." Setelah itu ibu berjalan pergi meninggalkan Zai dan ayah yang masih berada di dapur.
"Apa ibu mau ikut ke kebun bersama ayah?" tanya Zai.
"Iya, adek cepat habiskan sarapan nya." Ayah menyuruh Zai untuk cepat menghabiskan sarapan nya.
"Udah habis sarapan aku ayah." Zai sudah menghabiskan sarapan nya lalu dia meletakkan sendok yang berada di tangannya di atas piring kosong.
"Nih minum dulu." Ayah menuangkan air dari dalam teko ke dalam gelas kosong yang berada di tas meja tersebut. Ayah menuangkan air tersebut sampai penuh ke dalam gelas tersebut setelah itu ayah memberikan gelas yang berisi air kepada Zai.
"Terima kasih ayah, glug glug." Zai mengambil gelas tersebut lalu dia meminum air yang berada di dalam gelas tersebut. Zai hanya meminum sedikit air yang berada di dalam gelas tersebut. Setelah itu Zai meletaka gelas tersebut di atas meja.
"Sama-sama, kenapa tidak di habiskan?" tanya ayah.
"Coba ayah lihat udah gak ada lagi nasi goreng di atas piring aku." Zai menunjukkan jarinya ke arah piringnya.
"Bukan itu yang ayah maksud Zai." Ayah melihat ke arah piring Zai yang berada di atas meja yang berada di depan Zai.
"Lalu apa ayah?" Zai yang terlihat bingung.
"Itu air yang berada di dalam gelas, kenapa tidak Zai habiskan?" Ayah menujukkan jarinya ke arah gelas yang berada di atas meja berhadapan dengan Zai.
"Ooo.... ternyata air yang berada di gelas ini, kalau aku banyak minum air yang ada perut aku gembung ayah." Zai melirik ke arah jari tangan ayah yang menujuk ke arah gelas tepat berada di hadapan Zai.
"Kalau minum segelas tidak akan membuat arek gembung," kata ayah.
"Iya tapi aku malas kalau saat belajar harus buat air kecil ayah." Zai yang memberikan alasan kepada ayah.
Saat ayah dan Zai sedang ngobrol di dapur tiba-tiba saja mereka mendengar suara klakson motor yang berbunyi ke telinga mereka.
Tiiinnnnn............ Tiiinnnnn
__ADS_1
...~ Bersambung ~...