
"Orang yang suka menjelek-jelekan di belakang itu persis seperti roda belakang yang menatap roda depan. Frustasi, dengki ingin sekali mengejar roda, apa daya, dia tetap dalam posisi hanya bisa menatap saja semua kelebihan si roda depan."
Sebulan Kemudian.........
Malam harinya Ucup sedang mengemasi semua peralatannya yang berada di gerobak. Tiba-tiba saja tiga orang pria datang menghampiri gerobak Ucup, tiga orang pria tersebut ialah preman.
"Mana uang ke amanan?" Seorang preman sudah berdiri di hadapan Ucup.
"Uang kemana apa abang?" Ucup melihat ke arah si preman tersebut.
"Kalau kamu berjual di sini harus bayar uang keamanan," jawab si preman tersebut.
"Lah, kenapa aku harus bayar uang keamanan kalau berjualan di sini?" tanya Ucup.
"Tempat ini termasuk wilayah kekuasaan kami, jadi kamu harus bayar uang keamanan kepada kami," kata si preman tersebut.
"Memang berapa uang keamanan yang harus aku bayar?" tanya Ucup.
"Setiap hari kamu harus memberikan kami sebesar 100 ribu," jawab si preman tersebut.
"Apa 100 ribu?" Ucup terkejut mendengar perkataan si preman tersebut yang menyebutkan uang keamanan sebesar 100 ribu, untuk mendapatkan uang sebesar itu Ucup harus mengoreng tela-tela di dalam wajan.
"Iya 100 ribu, kenapa emang nya?" Si preman tersebut menatap Ucup dengan tatapan yang tidak suka.
"Apa tidak bisa di turunkan uang keamanan nya abang?" Ucup merasa bahwa uang keamanan tersebut begitu mahal sehingga dia meminta uang keamanan tersebut di turunkan.
"Tidak bisa, dari sebelum kamu berjualan di sini uang keamanan sudah segitu," kata si preman.
"Kalau kamu tidak mau membayar uang keamanan maka kamu tidak di perbolehkan untuk berjualan di sini," kata Preman yang satunya lagi.
"Kenapa abang melarang saya berjualan di sini? lagian ini juga bukan tanah abang, jadi abang tidak boleh bersikap seenaknya saja kepada saya." Ucup yang tidak Terima si preman tersebut melarang dia berjualan.
"Hei, asal kau tahu saja aku ini pengusaha wilayah ini." Si preman tersebut menarik kerah baju Ucup.
"Abang itu hanya preman yang kerja cuma bisa mengamcam dan meminta-minta kepada pedagang kecil seperti kami ini." Ucup yang sama sekali tidak takut dengan preman tersebut bahkan saat ini kerah bajunya sudah di pegang oleh seorang preman..
"Wah ternyata nyali sudah cukup besar, berani-beraninya kau berkata begitu kepada bos kami," kata preman yang satunya.
"Kalian itu hanya manusia biasa sama seperti aku untuk apa aku takut yang aku takuti itu hanya Allah," kata Ucup.
"Mana uang kamu?" tanya si preman tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak mau menyerahkan uang aku pada kalian." Ucup menolak menyerah kan uangnya kepada preman tersebut.
"Baiklah lah kalau kau tidak mau menyerahkan uang secara baik-baik," kata si preman lainnya.
"Aku akan memberikan kamu sedikit pelajaran karena sudah berani kapad aku." Si preman tersebut melepaskan tangannya dari kerah baju si Ucup.
Bugh....... Bugh
Si preman tersebut memberikan melepaskan pukulan kepada perut Ucup. Ucup pun langsung terjatuh tersungkur di tanah saat mendapat pukulan di bagian perutnya.
"Mampus kau," kata preman lainnya.
"Cepatan kau ambil uangnya." Si preman menyuruh preman lainnya mengambil uang yang berada di laci gerobak Ucup.
"Tolong jangan ambil uang aku." Ucup mencoba bangun dari tanah sambil meringis ke sakitin menahan perutnya yang di tinju oleh si preman tersebut.
"Lumayan juga uang bisa buat kita mabuk-mabuk nih." Si preman yang lain membuka laci gerobak tersebut lalu dia mengambil uang yang berada di dalam laci tersebut.
"Aku mohon, kembalikan uang aku." Ucup memohon kepada si preman tersebut untuk mengembalikan uang dengan cara memegang kaki si preman tersebut.
"Hei lepaskan tangan mu dari kaki aku." Si preman tersebut berusaha melepaskan tangan Ucup dari kaki dengan cara menendang Ucup.
Badan Ucup terpelanting terkena tendang si preman tersebut. Si preman tersebut menghampiri preman yang lain. Ucup tersungkur ke dua kalinya di tanah, dia merasakan sakit pada sekujur badannya. Para preman tersebut pergi meninggalkan Ucup begitu saja.
"Abang Ucup kemana sih?" Aqila bergumam.
"Tolong." Ucup berbicara dengan suara yang pelan.
"Itu suara siapa?" Aqila melihat ke arah sekeliling-keliling untuk mencari sumber suara tersebut.
"Tolong." Ucup meminta tolong dengan suaranya yang pelan.
"Aduh abang Ucup kemana nih?"Aqila berjalan belakang gerobak Ucup.
"Tolong," kata Ucup.
Aqila mendengar suara tersebut lalu dia melihat ke arah bawah lalu dia melihat seorang yang sedang tergeletak di tanah. Aqila segera menghampiri seorang yang sedang tergeletak di tanah.
"Abang Ucup." Aqila terkejut saat melihat orang yang tergeletak di tanah tersebut ialah Ucup. Aqila segera berjongkok di samping badan Ucup.
"Tolong aku." Ucup melihat Aqila yang sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
"Abang kenapa?" Aqila membantu Ucup untuk bangun.
"Aku di hajar preman." Ucup terduduk di atas tanah.
"Lah kok bisa abang?" Aqila melihat ke arah Ucup.
"Panjang cerita, sekarang bantu aku berdiri." Ucup meminta Aqila membantunya untuk berdiri.
"Iya abang." Aqila segera berdiri lalu dia mengulurkan tangan ke arah Ucup.
Ucup dan Aqila sedang berdiri di depan pintu gerobak.
"Apa yang sakit abang?" Aqila yang wajah terlihat khawatir melihat keadaan Ucup yang terlihat kacau.
"Semua nya," kata Ucup.
"Kalau begitu, Ayo kita ke Rs!" Aqila mengajak Ucup untuk kerumah sakit.
"Gak usaha." Ucup menolak untuk dibawa ke RS dengan Aqila.
Ucup mengambil botol di gerobak lalu dia meminum air dari botol tersebut.
"Mana yang sakit abang?" Aqila yang sudah berada di hadapan Ucup, dia mencoba memeriksa keadan Ucup dengan memegan bagain dada Ucup.
"Semua badan aku sakit." Ucup memegang tangan Aqila, agar dia tidak memegang bagian dada Ucup. Ucup merasa risih saat Aqila memegang bagian dadanya dengan tangannya.
"Sini aku obatin," kata Aqila.
"Tidak usah, sebaiknya kamu pulang ini udah malam." Ucup menyuruh Aqila untuk pulang karena sudah malam.
"Terus abang gimana?" Aqila yang masih khawatir dengan Ucup.
"Aku juga mau pulang." Ucup mendorong gerobaknya meninggalkan Aqila yang masih berada di situ
Aqila melihat Ucup yang sedang mendorong gerobaknya mulai menjauh dari Aqila. Aqila segera berjalan ke arah motornya, Aqila menaiki motornya lalu dia melajukan motornya mengikuti Ucup.
"Ada apa lagi?" Ucup memberhentikan gerobaknya lalu dia membalikkan badan melihat Aqila.
"Aku mau mengantarkan abang sampai dirumah." Motor yang Aqila kendarai berada di hadapan Ucup.
"Tidak perlu, terimakasih atas bantuan kamu. Lebih baik kamu pulang ke rumah." Setelah mengatakan itu Ucup segera mendorong gerobaknya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...