Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ditanya Malah Balik Bertanya


__ADS_3

"Kemarin rasanya sulit sekali menemukan bahagia, ternyata bahagia ada pada hati yang bersyukur, ada pada jiwa yang senang memberi, ada pada maaf yang tak pernah habis, ada pada rasa cinta pada diri sendiri, juga pada harapan-harapan lewat doa."


Ucup berjalan masuk ke dalam Ampera tersebut lalu dia menghampiri Fiqrie dan Dinda yang sedang berdiri di Ampera tersebut.


"Abang dan kakak kok masih berdiri disini aja?" Ucup yang sudah berada di samping Fiqrie.


"Tuh coba kamu lihat apa bangku yang kosong?"tanya Fiqrie.


" Gak ada abang." Ucup melihat sekeliling Ampera tersebut untuk mencari bangku kosong tapi Ucup tidak menemukan bangku kosong di Ampera tersebut.


"Ya udah, kita cari Ampera yang lain aja Ayo Ayang!" Dinda mengajak Fiqrie untuk mencari Ampera yang lain.


Mereka berjalan ke arah pintu Ampera tersebut tetapi saat mereka belum sampai ke pintu seorang pria memanggil mereka.


"Tunggu dulu." Si pria tersebut berjalan tergesa-gesa ke arah mereka.


Mereka yang mendengar suara seorang pria yang meminta mereka untuk berhenti berjalan lalu mereka berhenti berjalan. Mereka membalikkan badan secara bersamaan untuk melihat seorang yang meminta mereka untuk berhenti berjalan.


"Ada apa?" Fiqrie yang menatap ke arah si pria tersebut.


"Apa abang dan kakak mau makan?" tanya si pria.


"Iya." Fiqrie yang berbicara dengan nada ketus.


"Terus kenapa tadi abang dan kakak berjalan ke arah pintu?" tanya si pria tersebut.


"Kami mau pergi dari sini," jawab Ucup.


"Lah kenapa mau pergi dari sini?" tanya si pria tersebut.


"Coba kamu lihat, kami mau duduk dimana?" Fiqrie menyuruh si pria tersebut untuk melihat sekeliling Ampera tersebut, Fiqrie yang berbicara dengan nada ketus kepada si pria tersebut.


"Jadi abang dan kakak sedang mencari bangku kosong?" tanya si pria tersebut.


"Iya," jawab Fiqrie.


"Kalau begitu, ayo abang dan kakak ikutin saya!" Si pria tersebut mengajak mereka untuk mengikuti.


"Baiklah," kata Fiqrie.


"Ayo kita ikutin dia!" Dinda yang begitu antusias untuk mengikuti pria tersebut.

__ADS_1


Si pria tersebut berjalan ke arah bangku yang berada di dalam Ampera tersebut, si pria tersebut berjalan ke arah bangku yang masih ada orang nya. Si pria tersebut sudah berdiri di depan meja pengujung Ampera tersebut.


"Maaf sebelumnya, apa bapak dan ibu sudah selesai makannya?" si pria tersebut melihat ke arah pengunjung yang sedang duduk di kursi yang berhadapan dengan si pria tersebut.


"Sudah, berapa semuanya?" tanya si bapak tersebut.


"Apa bapak dan ibu mau bayar makanannya?" tanya si pria tersebut.


"Iya, sekarang coba kamu hitung semua makanan yang ada di atas meja ini." Si bapak tersebut menyuruh si pria tersebut untuk menghitung semua makanan yang sudah berada di atas mejanya.


"Maaf kalau itu bukan tugas saya, sebaiknya bapak langsung aja ke kasir karena kasirnya sudah pasti menghitung semua makanan yang ada di meja ini. Jadi silahkan pak langsung ke kasir." Si pria tersebut menjelaskan kepada si bapak tersebut, dia juga menyuruh si bapak tersebut untuk membayar ke kasir.


"Baiklah kalau begitu saya akan ke kasir." Si bapak tersebut berdiri dari bangkunya.


"Terus ibu gimana ayah?" tanya ibu.


"Ibu tunggu di sini biar ayah ke kasir dulu." ibu berpamitan ama ayah untuk pergi ke kasir membayar semua makanan yang telah di sajikan di meja tersebut.


"Maaf bapak dan ibuk, apa saya boleh membersihkan meja ini?" Si pria tersebut ternyata pelayan Ampera tersebut.


"Silahkan." Ibu tersebut membiarkan si pelayan pria tersebut untuk membersihkan piring-piring kotor yang berada di atas meja.


Si pelayan pria tersebut membawa beberapa piring sekaligus hanya dengan menggunakan kedua tangannya. Si pelayan pria tersebut membawa Piring-piring tersebut dengan berjalan ke arah dapur Ampera. Sesampainya di dapur Ampera tersebut si pelayan pria tersebut meletakan Piring-piring kotor tersebut ke westafel.


"Ayo ibuk kita pulang!" Si bapak yang sudah berdiri di samping si ibuk tersebut, si bapak mengajak si ibuk tersebut untuk pulang kerumah nya.


"Apa semuanya sudah bapak bayar?" tanya si ibuk tersebut.


"Sudah, makanya bapak ngajak ibu buat pulang," jawab si bapak tersebut.


"Mari kita pulang pak." Si ibuk berdiri dari tempat duduknya lalu si ibuk dan bapak tersebut berjalan bersama menuju pintu Ampera tersebut.


Si pelayan pria tersebut melambaikan tangannya kepada Ucup, Fiqrie dan Dinda, mereka yang melihat tangan si pelayan pria tersebut sedang melambai ke arah mereka lalu mereka menghampiri si pelayan pria tersebut. Mereka sudah berdiri di depan si pelayan pria tersebut.


"Abang dan kakak silahkan duduk." Si pelayan pria tersebut menyuruh mereka untuk duduk.


"Duduk di sini Beb." Fiqrie menarik satu kursi lalu dia menyuruh Dinda untuk duduk di kursi tersebut.


"Iya Terima kasih Ayang." Dinda mendudukkan pantatnya di kursi yang ditarik oleh Fiqrie.


"Sama-sama." Fiqrie duduk di kursi yang berada di samping Dinda.

__ADS_1


"Abang dan kakak mau makan apa?" tanya si pelayan pria.


"Beb mau makan apa?"tanya Fiqrie.


" Aku terserah Ayang aja," jawab Dinda.


"Lah kok kamu belum duduk, apa kamu mau jadi patung berdiri di situ?" Fiqrie paling pusing menghadapi kaum hawa yang kalau di tanya mau makan apa lalu jawabannya terserah maka itu seperti Daveju. Fiqrie beralih menoleh ke arah adeknya yaitu Ucup, dia melihat Ucup yang masih berdiri di depan meja tersebut.


"Aku belum di suruh duduk abang," jawab Ucup.


"Cepatan duduk, kamu mau makan apa?" tanya Fiqrie.


"Emang abang makan pakai apa?" Ucup yang bertanya balik kepada Fiqrie.


"Abang tanya kamu malah kamu bertanya balik ama abang." Fiqrie yang benar bingung menghadapi Ucup dan Dinda hanya persoalan makanan yang ingin mereka pesan di Ampera tersebut.


"Ya maaf abang." Ucup yang menundukkan kepalanya.


"Jadi abang dan kakak mau makan apa?" tanya si pelayan pria tersebut.


"Aku mau kamu hidangkan semua makanan yang ada di Ampera ini." Fiqrie yang bingung akhirnya memilih menyuruh si pelayan pria tersebut untuk menghidangkan semua makanan yang berada di Ampera tersebut.


"Baiklah, abang dan kakak mau minum apa?" tanya si pelayan pria tersebut.


"Beb mau minum apa?" tanya Fiqrie.


"Just jeruk aja Ayang," jawab Dinda.


"Kalau kamu mau minum apa?" Fiqrie yang melihat ke arah Ucup.


"Teh Es abang," jawab Ucup.


"Teh es dua dan jus jeruk satu," kata Fiqrie.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu." Si pelayan pria tersebut berpamitan kepada mereka, dia harus segara membawa pesanan makanan dan minuman untuk mereka.


Si pelayan pria tersebut membawa beberapa piring mengunakan kedua tangannya, mereka yang melihat si pelayan pria membawa beberapa piring sekaligus hanya dengan mengunakan dia tangannya tampak merasa kagum dengan kehebatan si pelayan pria tersebut. Si pelayan pria itu segera meletakkan piring yang berisi makanan ke atas meja yang berada dihadapan mereka satu persatu. Setelah itu si pelayan pria meletakkan Piring-piring yang berisi makanan di atas meja si pelayan pria tersebut pergi dari situ.


"Apa ini tidak kebanyakan abang?" tanya Ucup.


"Apa kita bisa menghabiskan makan sebanyak ini Beb?" tanya Dinda.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2