Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ucup Yang Traktir


__ADS_3

"Jadilah seperti hujan 🌧 dingin, berisik dan hanya suaranya saja yang mau di dengar. Tetapi dia selalu kembali dan tidak pernah dendam kepada pembencinya."


Ucup yang terus mengendarai motor milik Lea ke arah tempat makan favorite Ucup. Sebenarnya Ucup merasa ragu untuk membawa Lea makan di tempat makan favorit dia.


Setelah mengendarai motor milik Lea akhirnya Ucup hampir sampai di dekat tempat makan favorite Ucup. Ucup membelokkan motornya ke arah kiri. Setelah itu mereka sudah tiba di tempat makan favorite Ucup. Ucup memarkir motor milik Lea di parkiran.


"Lea." Ucup yang menolehkan kepalannya ke arah belakang.


"Ada apa abang?" Lea yang menoleh ke arah Ucup.


"Lea kok gak turun dari motor?" tanya Ucup.


"Emang kita udah nyampai?" tanya Lea.


"Udah, ayo kita turun dari motor!" ajak Ucup.


"Baiklah abang." Lea yang turun dari motornya lalu dia berdiri di samping motor.


"Nah Lea ini tempat makan favorite abang, apa Lea uda pernah pergi ke tempat makan seperti ini?" Ucup yang turun dari motor, dia berdiri di samping Lea sambil menujukkan jarinya ke arah tempat makan tersebut.


"Belum." Lea melihat ke arah jari Ucup, ini pertama kalinya Lea pergi ke tempat makan seperti itu. Lea biasanya makan di restaurant mewah.


"Apa Lea bisa makan di tempat ini?"Setelah Ucup mengetahui bahwa Lea belum pernah datang ke tempat makan seperti itu, sehingga dia merasa khawatir kalau Lea tidak mau makan di tempat seperti itu.


"Bisa abang." Lea yang tersenyum ke arah Ucup.


"Ayo kita masuk ke sana!" Ucup mengajak Lea untuk masuk ke dalam tempat makan favoritenya.


Ucup dan Lea berjalan ke arah tempat makan tersebut, sesampainya mereka di depan tempat makan tersebut. Mereka masuk ke dalam tempat makan tersebut, saat mereka masuk kedalam tempat makan tersebut.


Beberapa pengunjung tempat makan tersebut menoleh ke arah Ucup dan Lea. Mereka sudah berada di dalam tempat makan tersebut lalu Ucup melihat ke segala yang afa di tempat makan tersebut. Ucup mencari bangku kosong untuk tempat duduk mereka.


Ucup melihat ada bangku kosong yang berada di tempat makan tersebut. Ucup mengajak Lea untuk duduk di bangku kosong tersebut. Ucup dan Lea berjalan ke arah bangku kosong tersebut, sesampainya mereka di dekat bangku tersebut Ucup dan Lea duduk di bangku yang sama.


"Abang dan kakak mau pesan apa?" Seorang pelayan datang menghampiri Ucup dan Lea, si pelayanan yang sudah berdiri di samping Ucup.


"Lea mau pesan apa?" tanya Ucup.


"Kentang goreng abang," jawab Lea.


"Maaf Lea di sini gak ada kentang goreng," kata Ucup.


"Terus di sini adanya apa abang?" tanya Lea.


"Disini adanya tempe goreng, tahu goreng, ayam goreng, bebek goreng, hati berserta ampela ayam, ikan lele goreng dan ikan nila goreng." Si pelayan yang menyebutkan menu yang ada di tempat makan mereka.

__ADS_1


"Jadi Lea mau pesan apa?" tanya Ucup.


"Kalau abang pesan apa?" Lea yang bertanya balik kepada Ucup.


"Ayam goreng bagian paha, tempe dan tahu goreng," kata Ucup.


"Mau ayam potong atau ayam kampung?" tanya si pelayanan.


"Ayam potong. Btw Lea mau pesan apa?" tanya Ucup.


"Samain aja pesanan aku kayak abang," kata Lea.


"Abang samain aja pesanan kita berdua," kata Ucup.


"Baiklah, abang dan kakak mau minum apa?" tanya si pelayanan.


"Lea mau minum apa?" tanya Ucup.


"Milik shake abang," jawab Lia.


"Disini gak ada milik shake Lea," kata Ucup.


"Terus di sini minumannya apa aja yang ada abang? tanya Lea.


"Teh es, jus jeruk, jus alpukat dan kopi," jawab si pelayanan.


"Kalau abang minum apa?" tanya Lea.


"Teh es, apa Lea juga mau teh es?" tanya Ucup.


"Gak, aku jus jeruk aja," jawab Lea.


"Teh es satu dan jus jeruk satu abang," kata Ucup.


"Okey, nasinya mau nasi uduk atau nasi biasa?" tanya si pelayan.


"Uduk," jawab Lea.


"Kedua-duanya nasi uduk abang," kata Ucup.


"Apa ada tambahan lagi?" tanya si pelayanan.


"Tidak ada abang," jawab Ucup.


Si pelayan tersebut berjalan pergi meninggalkan Ucup dan Lea sedang duduk di bangku. Zai dan Aska yang dari tadi mengikuti Ucup, mereka melihat motor yang di kendarai Ucup terpakir di depan warung pecal Lele.

__ADS_1


Zai membelokkan motor Ucup ke arah kiri, Zai mengendarai motor Ucup hingga sampai di parkiran motor. Zai memarkirkan motornya di pakiran tersebut.


"Sana kamu masuk ke dalam, lihat apa abang Ucup dan Lea ada di sana?" Zai menyuruh Aska untuk masuk ke dalam pecal lele.


"Ya udah kalau gitu aku ke sana dulu." Aska turun dari motor Ucup lalu dia berjalan ke arah warung pecal lele tersebut.


Aska yang sudah berada di depan warung pecal lele, dia berjalan masuk ke dalam warung tersebut. Aska yang sudah berada di dalam warung tersebut mencari keberadaan Ucup dengan melihat kesekelingnya. Aska melihat Ucup dan Lea yang sedang duduk di bangku paling pojok warung pecel lele.


Setelah melihat Ucup dan Lea,Aska segera berjalan keluar dari warung pecal lele. Aska berjalan menghampiri Zai yang sedang duduk di atas motornya.


"Zai mereka ada di dalam, terus sekarang harus apa?" Aska yang sudah berdiri di samping motor Ucup.


"Kalau begitu, ayo kita masuk!" Zai turun dari motor lalu dia berjalan ke arah warung pecel lele.


"Iya." Aska yang berjalan di samping Zai.


Aska dan Zai sudah sampai di dalam warung pecal lele. Mereka berjalan menghampiri Ucup dan Lea yang sedang duduk sambil mengobrol. Sesampai mereka di sana lalu mereka duduk di kursi yang berada di hadapan Ucup dan Lea.


"Hmm, ternyata abang di sini?" Zai yang sengaja berdehem, lalu dia melihat ke arah Ucup dan Lea secara bergantian.


"Eh kalian juga ada di sini." Ucup yang menoleh ke arah depan ternyata melihat Aska dan Zai yang duduk di kursi yang berada si hadapan mereka.


"Iya abang," kata Aska.


"Ahlah pasti kalian ngikutin kita." Lea yang menatap tajam ke arah Zai, Lea yang tidak suka dengan kehadiran Zai.


"Kita gak ngikutin mereka kan?" Zai yang menyenggol lengan Aska.


"Iya, kita kebetulan aja ketemu di sini." Aska yang memasang wajah serius agar bisa menyakinkan Lea.


"Noh denganrin yang Aska omongin," kata Zai.


"Udah-udah, kalian ke sini mau apa?" tanya Ucup.


"Ya mau makan lah abang," jawab Aska dan Zai serentak.


"Ya udah kalau gitu kalian pesan makanan dan minuman," kata Ucup.


"Apa abang Ucup yang mau traktir kita?" tanya Aska.


"Iya, kalian pesan aja entar abang yang bayar semuanya," jawab Ucup.


"Baiklah abang," kata Aska dan Zai serentak.


" Kalau yang gratis san aja cepat," kata Lea.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2