Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Nyamuk


__ADS_3

"Bagi sebagian orang kamu biasa, tapi di mata orang yang tepat kamu sangat spesial."


Ucup mencoba membuka pintu kamar Zai, tetapi pintu kamar Zai sudah terkunci dari dari dalam.


"Dek buka pintunya."


"Dek abang mau masuk."


"Dek malam ini abang mau numpang tidur di kamar adek. "


"Soalnya kamar abang di pakai abang Fiqrie dan kakak Dinda, mereka menginap di kamar abang."


Flashback


Setelah selesai mengerjakan pr, Zai melihat ke arah kertas jadwal mata pelajaran yang tertempel di atas meja belajar Zai. Dia memasukkan buku tulis, buku mata pelajaran dan pena ke dalam tas ranselnya.


Kemudian Zai meletakan tas ransel di atas meja belajar. Zai berdiri dari kursi, dia berjalan melewati pintu kamarnya. Dia berjalan ke arah ruangan keluarga, dia ingin berkumpul dengan keluarganya. Tetapi saat sampai di ruangan keluarga sudah tidak ada siapa pun di sana, dia melihat ke arah jam dinding yang terpasang di dinding ruangan keluarga. Dia melihat jam tersebut sudah menujukkan pukul 22.00 wib.


Zai berpikir bahwa keluarganya sudah tidur sehingga dia berjalan kembali ke kamarnya. Zai berjalan masuk ke dalam pintu kamar, dia menutup pintu kamarnya lalu dia menguci pintu kamarnya dari dalam.


Setelah itu Zai berjalan ke arah tempat tidur, dia melepaskan baju kaos oblong berwarna putih yang di pakai tadi lalu di melempar tersebut ke atas tempat tidur. Dia naik ke atas tempat tidur lalu dia merebahkan badannya di atas tempat tidur.


Zai membaca doa sebelum tidur terlebih dahulu lalu dia mulai memejamkan kedua matanya. Zai pun memulai tertidur, dia sudah masuk ke dalam mimpi.


FlashOn


Ucup yang masih berdiri di depan pintu kamar Zai, sedangkan Zai sudah tertidur dengan nyenyak sehingga dia tidak mendengar suara ketukan pintu dari kamarnya. Dia juga tidak mendengar suara Ucup yang meminta dia membukakan pintu kamarnya.


Karena pintu kamar Zai tidak terbuka sehingga Ucup berjalan ke arah ruangan keluarga. Sesampainya Ucup di ruangan keluarga di merebahkan dirinya di atas tikar yang terpasang di lantai ruangan keluarga.


Ucup menjadikan lengannya sebagai bantal di kepalannya. Ucup membaca doa sebelum tidur lalu dia mulai menutup matanya. Saat mata Ucup sudah tertutup, dia merasa lengannya di gigit sesuatu. Ucup membuka ke dua matanya lalu melihat ke arah lengannya. Ternyata ada bekas di gigit nyamuk sehingga lengan Ucup terdapat bentolan kecil.


Bekas gigitan nyamuk tersebut membuat gatal di bagian lengan Ucup sehingga dia mulai mengaruk-garuk bagian lengan tersebut mengunakan jari-jarinya. Kemudian ada nyamuk yang menempel di lengan Ucup yang sebelahnya.


Poookk.......Poookk

__ADS_1


Ucup menepuk seekor nyamuk yang ada di lengan sebelahnya. Seekor nyamuk tersebut mati terkenal pukulan dari tapak tangan si Ucup. Seekor nyamuk tersebut mati lalu bagian perutnya mengeluarkan darah. Seekor nyamuk tersebut sudah berhasil menghisap darah Ucup.


Ucup mulai merubah posisinya menjadi duduk di atas tikar. Ucup melihat beberapa nyamuk mulai menempel di lengan dia, dia berusaha untuk menepuk nyamuk tersebut. Tetapi nyamuk tersebut terbang sehingga gagal di tepuk oleh Ucup. Ucup yang tidak bisa tidur karena di keroyok oleh beberapa ekor nyamuk.


Ucup berusaha memukuli satu persatu nyamuk tersebut. Ada beberapa nyamuk yang terkena pukulan tangan Ucup. Ucup yang merasa lelah memukuli nyamuk akhirnya berdiri dari tempat duduk.


Ucup berjalan ke arah dapur, sesampai dia di dapur. Dia membuka sebuah lemari yang berisi barang belanjaan ibu yang kering. Ucup mencoba mencari obat nyamuk bakar di dalam lemari tersebut. Ucup mengeluarkan satu persatu barang tersebut.


Barang-barang tersebut satu persatu di letakan ke lantai oleh Ucup. Dia melakukan hal tersebut agar lebih mudah menemukan obat nyamuk.


"Nah ketemu juga." Ucup mengambil sekotak obat nyamuk bakar dari dalam lemari tersebut.


"Aku beresin lagi ah." Ucup yang memasukkan kembali barang-barang tersebut ke dalam lemari.


Ucup menyalakan obat nyamuk bakar lalu meletakan di pinggir ruangan keluarga. Setelah itu dia merebahkan badan di atas tikar, dia yang merasakan kantuk lalu menutup mata. Ucup pun tertidur di atas tikar dengan lengan menjadi bantalan kepalannya.


Kuruyuk........Kuruyuk


Suara ayam jago yang berbunyi menandakan bahwa sudah pagi. Dinda membuka kedua mata lalu menoleh ke arah samping ternyata Fiqrie yang tangannya sedang melingkar di pinggang Dinda. Dinda mencoba melepaskan tangan Fiqrie dari pinggangnya.


"Ayang lepasin dong aku kebelet pipis." Dinda yang berusaha melepaskan tangan Fiqrie dari tangannya.


"Pipis di sini aja Beb." Fiqrie yang berbicara dengan mata yang tertutup.


"Ah Ayang." Dinda dengan suaranya yang manja.


"Entar di lepasin tapi morning kiss dulu Beb." Fiqrie membuka kedua matanya lalu melihat ke arah Dinda yang terlihat begitu cantik.


"Cup....Cup." Dinda mengecup pipi kanan dan pipi kiri Fiqrie secara berganti.


"Itu bukan morning kiss Beb," kata Fiqrie.


"Terus morning kiss itu seperti apa Ayang?" tanya Dinda.


"Muuuaahh." Fiqrie mendekati bibir ke arah bibir Dinda lalu dia menempel bibirnya ke arah bibir Dinda. Fiqrie mulai mengisap bibir Dinda lalu Dinda membuka mulutnya sehingga mereka saling *******, mengecap dan bertukar slavina.

__ADS_1


Fiqrie melepaskan ciuman dari bibir Dinda lalu dia menghapus bibir Dinda yang basah karena ciumannya.


"Ayang kan morning kissnya udah jadi lepasin dong," kata Dinda.


"Iya, aku lepasin Beb." Fiqrie yang melepaskan tangannya dari pinggang Dinda.


Setelah tangan Fiqrie lepas dari pinggang Dinda. Dinda buru-buru turun dari tempat tidur, dia berlari ke arah pintu kamar. Dinda membuka pintu kamar lalu dia berjalan melewati pintu kamar.


Dinda berjalan terburu-buru melewati ruangan keluarga. Dinda yang terkejut melihat seorang pria yang sedang tertidur dengan posisi membelakangi dia di atas lantai yang beralas tikar bahkan pria tersebut mengunakan lengannya yang sebelah untuk di jadikan bantal.


Dinda yang begitu penasaran ama seorang pria tersebut lalu berjalan menghampiri seorang pria tersebut. Saat sudah sampai di depan pria tersebut, Dinda berjongkok untuk melihat wajah si pria tersebut.


Dinda yang terkejut melihat ke arah wajah pria tersebut.


"Ucup."


Dinda merasa kasihan melihat Ucup yang tidur di ruangan keluarga hanya dengan beralaskan tikar. Dinda mencoba membangunkan Ucup.


"Ucup bangun."


"Ucup sebaiknya pindah tidur ke kamar."


Ucup yang mendengar suara seorang wanita lalu mulai membuka kedua matanya. Ucup melihat Dinda yang sedang berjongkok sambil melihat ke arah Ucup.


"Kakak Dinda," kata Ucup.


"Ucup kenapa tidur di sini?" tanya Dinda.


"Kamar Zai di kunci dari dalam kakak Dinda, jadi aku tidur di sini," jawab Ucup.


"Sebaiknya Ucup pindah tidur ke kamar Ucup." Dinda yang berdiri dari jongkok lalu berjalan ke arah dapur.


"Iya kakak." Ucup berganti posisi dengan duduk lalu melihat ke arah jam dinding, dia masih merasa kantuk lalu berdiri dari tempat tidurnya. Ucup berjalan ke arah kamarnya, dia masuk ke dalam kamar lalu membaringkan badannya di atas tempat tidur.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2