Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Menjual Keripik Singkong


__ADS_3

"Sebelum makan potong kuku, makan nasi goreng di tambah acar. Jangan engakau berpaling dari cintaku, kamu lari tetap ku kejar."


Ceklek....... Ceklek


Zai membuka pintu rumahnya, dia melihat dia orang yang sudah berdiri di depan pintu rumah.


"Ucup mana?" Gustaf dan Feri serentak bertanya.


"Di kamar, ada apa abang?" tanya Zai.


"Kalau gitu aku masuk dulu ya." Feri berjalan masuk melewati Zai.


"Langsung masuk aja abang." Zai mempersilahkan mereka masuk kedalam rumahnya.


"Ini aku mau masuk." Gustaf yang berjalan sambil membawa kantong plastik melewati pintu rumah.


Feri yang terlebih dahulu berada di dalam rumah berjalan ke arah kamar Ucup.Feri sudah berada di depan pintu kamar Ucup, dia membuka pintu kamar Ucup.


"Ucup." Setelah pintu kamar Ucup terbuka, Feri berjalan melewati pintu kamar Ucup. Feri berdiri didepan pintu kamar Ucup.


"Woi Ucup bangun." Feri melihat ke arah tempat tidur, Ucup masih tertidur di atas tempat tidur. Feri mencoba membangunkan Ucup dengan teriak.


Ucup mulai membuka kedua matanya lalu dia melihat ke arah sumber suara tersebut. Feri yang melihat Ucup sudah membuka kedua matanya.


"Aah, kamu menganggu aku aja." Ucup yang wajah terlihat kesal ama Feri.


"Aku kesini emang mau ganggu kamu." Feri tersenyum melihat ke arah Ucup.


"Kurang kerjaan kamu," kata Ucup.


"Ucup aku udah bawa ini nih." Gustaf yang sudah berdiri di samping Feri sambil menujukkan kantong plastik.


"Memang kamu bawak apa?" Ucup bangun dari tidur lalu dia duduk di atas tempat tidur.


"Seperti yang kamu bilang waktu itu," jawab Gustaf.


Mereka bertiga sudah berada di dapur, Ucup membagi tugas Feri di suruh mengupas singkong lalu Ucup yang akan memotong singkong mengunakan alat pemotong singkong sedangkan Gustaf yang akan mengoreng singkong tersebut.


Setelah membagi tugas mereka mulai mengerjakan tugas tersebut setelah mulai bisa mereka mencoba bergantian tugas, Gustaf mengupas singkong sedangkan Feri memotong singkong mengunakan alat pemotongan, Ucup yang mengoreng singkong nya.


Gustaf terlebih dahulu menyelesaikan tugasnya mengupas singkong, hingga tidak ada lagi singkong yang belum di kupas kulitnya. Semua singkong sudah habis dikupas kulitnya oleh Gustaf. Setelah itu Gustaf berdiri menghampiri Ucup.

__ADS_1


"Mantul, kenapa kamu jual keripik singkong aja?" Gustaf mengambil keripik singkong yang sudah jadi lalu dia memakan keripik singkong tersebut.


"Aku gak kepikiran sampai situ," jawab Ucup.


"Coba kamu pikirkan Ucup, kamu bungkus kecil-kecil terus titip ke warung lumayan buat beli rokok." Gustaf memberikan Ucup ide untuk membuat keripik singkong dengan bungkus yang kecil-kecil lalu dia menyuruh Ucup menitipkan keripik singkong tersebut ke warung-warung.


"Bagus juga ide kamu." Ucup yang mendengar ide dari Gustaf.


Seminggu Kemudian.......


Setelah mendapatkan ide dari Gustaf, Ucup sudah berbicara kepada ayah dan ibu mengenai ide Gustaf tersebut. Ayah dan ibu menyetujui ide Gustaf tersebut sehingga Ucup semakin yakin untuk mencoba membuat keripik singkong. Ucup meminta bantuan Ibu untuk membantunya membuat keripik singkong.


Ibu pun mau membantu Ucup untuk membuat keripik singkong. Untuk pertama kali mereka cuma membuat sekitar 3 kg singkong. Mereka mengemas singkong tersebut dalam bungkus yang kecil. Setelah dibungkus kecil-kecil singkong 3 kg menghasilkan banyak bungkus kecil.


"Ibu berapa harga keripik singkong ini kita jual?" tanya Ucup.


"Untuk penjualan perdana kita jangan terlalu mahal," jawab.


"Kita jual berapa ibu?" tanya Ucup.


"500 rupiah, gimana Ucup?" tanya ibu.


"Itu kemurahan ibu." Ucup tidak setuju dengan ibu.


"1000 rupiah, satu bungkus gimana ibu?" tanya Ucup.


"Kamu coba aja tawarkan aja dengan harga segitu ke warung tersebut," kata ibu.


"Baiklah ibu besok aku coba tawarkan dengan harga segitu ke warung," kata Ucup.


"Kalau gitu ibu mau istirahat dulu." Setelah itu ibu berdiri dari tempat duduk nya, ibu berjalan ke arah kamarnya.


Esokan Harinya..........


Setelah mengantarkan Zai ke sekolah Ucup mengendarai motor ke arah jalan menuju rumahnya. Sesampai di persimpangan jalan menuju ke arah rumahnya Ucup, dia memberhentikan motornya di sebuah warung. Dia memikirkan motornya lalu dia turun dari motornya. Dia yang sudah berada di dalam warung tersebut.


"Permisi ibuk." Ucup yang sudah berdiri di hadapan si ibuk tersebut.


"Iya, ada apa Ucup?" tanya si ibuk tersebut.


"Ibuk apa saya boleh menitipkan dagangan ke sini?" tanya Ucup.

__ADS_1


"Kamu mau menitipkan dagangan apa kesini?" tanya si ibuk tersebut.


"Keripik singkong ibu, apa boleh?" tanya Ucup.


"Maaf ya Ucup keripik singkong udah ada yang nitip di warung ibuk," jawab si ibuk tersebut.


"Baiklah,kalau begitu saya permisi dulu ibuk." Ucup berjalan pergi dari warung tersebut dengan lesu.


Ucup sudah berada di parkiran kampus, dia memikirkan motornya. Ucup masih duduk di atas motornya.


Brum.......... Brum


Sebuah motor sport menuju ke arah parkiran kampus, motor tersebut terpakir di samping motor Ucup.


"Selamat pagi Ucup." Feri yang turun motornya lalu dia menghampiri Ucup yang masih duduk di atas motornya.


"Eh ternyata kamu." Ucup menoleh ke arah sampingnya ternyata Feri sudah berdiri di samping motornya.


"Kamu kenapa? pagi begini tampang udah kusut aja kayak pakaian kusut gak di setrika." Feri yang melihat wajah Ucup kelihatan lesu tidak seperti biasanya.


"Ucup kalau ada masalah itu cerita jangan kamu pendam sendirian, siapa tahu kita bisa bantu kamu?" Setelah memikirkan motor Feri lalu Gustaf turun dari motornya.


Ucup menceritakan kepada Gustaf dan Feri bahwa dia sudah membuat keripik singkong, tadi dia berusaha untuk menitipkan keripik singkong kewarung simpang rumahnya ternyata di situ sudah ada yang menitipkan keripik singkong di warung tersebut. Sehingga membuat Ucup menjadi Lesu, Ucup juga bingung mau menitipkan keripik singkong ke warung mana.


"Apa kamu bawa keripik singkong?" tanya Gustaf.


"Bawak, ini dia." Ucup menujukan sebuah kantong plastik berukuran besar yang berada di gantung motornya.


"Kamu mau jual berapa sebungkus?" Gustaf mengambil kantong plastik yang berukuran besar tersebut dari gantung motor Ucup.


"1000 ribu, emangnya kenapa?" tanya Ucup.


"Biar aku yang jualin keripik singkongnya." Setelah mengatakan itu Gustaf berjalan sambil membawak kantong plastik berukuran besar.


"Kamu mau bawak kemana kantong plastik itu?" tanya Feri.


Gustaf tidak menjawab pertanyaan Feri, dia terus saja berjalan meninggal parkir kampus sambil membawa kantong plastik tersebut. Ucup segera turun dari motornya.


"Ayo kita ikutin dia mau kemana!" Feri mengajak Ucup untuk mengikuti Gustaf.


"Mari kita ikuti dia." Ucup menerima ajakan Feri untuk mengikuti Gustar, Ucup yang sebenarnya penasaran Gustaf mau kemana kemana menjual keripik singkong buatannya.

__ADS_1


Ucup dan Feri berjalan mengikuti Ucup yang terlebih dahulu meninggal parkiran kampus, Gustaf sudah berjalan melewati beberapa kelas di kampus tersebut. Ucup dan Feri segera mempercepat langkahnya untuk bisa menyusul Gustaf.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2