
"Sabar namanya juga kehidupan nikmati aja peran mu, karena orang lain belum tentu mampu di posisi kamu."
Seorang cewek tersebut melihat ke arah Feri. Feri melihat si cewek tersebut sambil tersenyum.
"Kok diam aja, nama kamu siapa?" tanya Feri.
"Kakak bicara sama saya?" tanya si cewek tersebut.
"Ya iyalah, kenalin nama aku Feri." Feri mengulurkan tangan ke arah si cewek tersebut.
"Aku Hana Nur Azizah." Hana menjabat tangan Feri.
"Fer, aku ke toilet dulu ya." Ucup berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah toilet.
"Pasti mau ngisi absen," kata Feri.
"Maksudnya kakak?" Hana yang bingung ama perkataan Feri.
"Udah gak usah di pikirin." Feri yang terus saja menatap ke wajah Hana.
"Kakak lepasin tangannya dong." Hana yang berusaha melepaskan tangan Feri dari tangan tetapi tidak bisa.
"Eh maaf ya aku gak sengaja." Feri yang melepaskan tangannya dari tangan Hana.
"Iya kakak," kata Hana.
"Teman Hana kok dari tadi aku perhatikan diam aja." Feri yang beralih melihat ke arah si cewek yang dusuk di samping Hana.
"Dia lagi makan kakak makanya diam," katw Hana.
"Hana udah selesai makannya?" tanya Feri.
"Udah kakak, Apa kakak cuma berdua aja ama teman yang tadi?" tanya Hana.
"Gak kami bertiga, nah itu teman aku yang satu lagi." Feri yang menujukkan jarinya ke arah Gustaf yang sedang berjalan ke arah mereka.
Gustaf duduk di kursi berdiri di samping Feri.
"Ada apa kamu tadi nunjuk jari ke arah aku?" tanya Gustaf.
"Tadi Hana nanyain aku cuma berdua aja terus aku bilang kalau bertiga." Feri menurunkan tangan nya.
"Hana siapa?" tanya Gustaf.
"Itu cewek namanya Hana." Feri yang sengaja memoyongkan bibir ke arah Hana.
"Jadi kamu yang nama Hana?" Gustaf melirik ke arah Hana.
__ADS_1
"Iya kakak." Hana melirik ke arah Gustaf yang berdiri di samping Feri.
"Nama teman kamu itu siapa?" Gustaf melirik ke arah si cewek yang berada di samping Hana.
"Nama Dia______" Saat Hana ingin menyebutkan nama temannya yang duduk di sampingnya. Si cewek tersebut buru-buru menutup mulut Hana. Dia tidak mau kalau Hana sampai menyebutkan namanya kepada kedua orang cowok yang tidak dia kenal.
Gustaf dan Feri melihat ke arah Hana dan temannya. Hana mencoba melepaskan tangan temannya dari mulutnya.
"Aku bakal lepaskan, tapi kamu jangan ngasih tahu nama aku ama mereka." Teman Hana membisikkan ke telinga Hana.
"Iya." Hana mengangguk kepalannya.
Mereka melihat temannya Hana yang sedang membisikkan sesuatu ketelinga Hana. Setelah teman Hana membisikkan sesuatu Hana menganggukan kepala. Setelah itu teman Hana melepaskan tangannya dari mulut Hana. Hana merasa legah setelah tangan teman tidak menutup mulutnya lagi.
"Ayo kita pergi Hana!" Teman Hana berdiri dari bangku yang ada di kantin kampus.
"Iya, kakak Feri dan kakak Gustaf aku pamit dulu." Hana berdiri dari bangku kantin.
"Lah Hana mau kemana?" tanya Gustaf.
"Mau pulang." Hana dan temannya berjalan pergi meninggalkan Feri dan Gustaf.
"Hana tunggu dulu." Feri yang berdiri dari bangku lalu berlari ke arah Hana dan temannya.
Mereka berdua terus saja berjalan tidak memperdulikan Feri yang mengejar Hana dan temannya. Feri yang berhasil berlari lalu tiba di hadapan mereka, dia sengaja menghalangi jalan mereka.
"Awas minggir kita mau lewat," kata teman Hana.
"Untuk apa kakak Feri minta nomor aku?" tanya Hana.
"Biar entar malam kita bisa chatan," jawab Feri.
"Aduh maaf kakak aku gak bawa ponsel." Hana mencari alasan agar Feri tidak mendapatkan nomor ponsel dia.
"Ponsel kamu mana?" Feri yang melihat ke arah temannya Hana.
"Ada, emangnya kenapa?" tanya Teman Hana.
"Aku mau pinjam ponsel kamu, apakah boleh?" tanya Feri.
"Ckckck, jadi cowok gak modal banget masak pinjam ponsel ama cewek." Teman Hana menatap ke arah Feri dengan tatapan yang tidak suka.
"Boleh atau gak?" tanya Feri.
"Boleh, nih ponsel aku." Teman Hana mengeluarkan ponsel dari saku roknya. Dia memberikan ponselnya kepada Feri.
"Kamu menyimpan nomor Hana dengan nama apa?" Feri yang mengambil ponsel.dari tangan teman Hana, dia mencari nomor ponsel Hana.
__ADS_1
"Cari aja sendiri," jawab Teman Hana.
Feri mencari nama Hana di kontak ponsel teman Hana tetapi dia tidak menemukan nama Hana di kontak ponsel tersebut. Feri melihat ada kontak dengan nama Nana, di kontak tersebut foto wajah Hana sehingga Feri yakin bahwa itu nomor ponsel Hana. Feri menghubungi nomor ponsel Hana.
Drrrtt......Drrrtt
Ponsel Hana yang berada di dalam tasnya berbunyi. Feri yang mendengar suara ponsel dari dalam tas Hana.
"Kamu bohong ama aku, itu ponsel kamu berbunyi." Feri melihat ke arah tas Hana, dia yakin ponsel Hana berada di dalam tas tersebut.
"Kamu udah pinjam ponsel aku?" Teman Hana yang mengulurkan tangan ke arah Feri.
"Udah ini ponsel kamu." Feri memberikan ponsel temannya Hana kembali ke temannya Hana.
Setelah keluar dari toilet Ucup kembali berjalan ke arah kantin kampus. Saat Ucup sudah sampai di kantin kampus, dia melihat Feri yang sedang menghalangi jalan dua orang cewek. Dia berjalan menghampiri lalu dia berdiri di samping Feri.
Plaaakk.........Plaaakk
"Kamu ngapain menghalangi jalan mereka?" Ucup menepuk pundak Feri.
"Aduh sakit." Feri yang meringis kesakitan karena pundak di tepuk ama Ucup dengan agak sedikit kuat.
"Masak sih segitu aja sakit?" Ucup yang melihat ke arah Feri.
"Iya sakit, kamu nepuk terlalu kuat nih," jawab Feri.
"Maaf tapi aku sengaja." Ucup meminta maaf kepada Feri tetapi dengan wajah yang tidak merasa bersalah.
"Jadi kamu sengaja ya menepuk pundak aku?" Feri yang menatap tajam ke arah Ucup.
"Iya." Ucup yang berbicara dengan wajah tanpa dosa.
"Kamu kok gitu sih ama aku, emang aku ada salah apa ama aku?" tanya Feri.
"Kamu gak ada salah apa-apa ama aku," jawab Ucup.
"Lah terus kenapa kamu kuat nepuk pundak aku?" tanya Feri.
"Aku pengen nepuk pundak kamu aja terus aku gak sengaja nepuk kuat tadi."Ucup yang asal saja menjawab pertanyaan Feri.
"Ckckck, itu cuma alasan kamu aja. Aku gak percaya ama kamu." Feri yang tidak percaya dengan perkataan Ucup.
"Mau percaya atau tidak itu bukan urusan aku," jawab Ucup.
"Lah Hana tadi kemana?" Feri yang menoleh ke arah Hana dan temannya Hana, mereka sudah pergi dari tempat itu meninggalkan Ucup dan Feri.
"Udah pergi," jawab Ucup.
__ADS_1
"Aah, rencana aku gagal ini semua gara-gara kamu." Feri yang terlihat frustasi lalu menjambak rambutnya sendiri.
...~ Bersambung~...