
"Setiap manusia pasti pernah merasa insecure (minder), kalau lagi ngerasa insecure jangan berkecil hati karena bukan berarti kamu tidak sempurna tapi itu adalah pemicu buat kamu To Be Better Person."
"Belum, Ucup dengan siapa ke sini?" tanya ibu.
"Sendirian, sebaiknya ayah ibu makan siang dulu," jawab Ucup.
"Ibu mau makan apa Ucup? tadi pagi ibu belum masak buat makan siang," kata ibu.
"Ucup tadi bawa makanan untuk makan siang buat ayah ibu jadi sekarang ibu ajak ayah makan siang dulu," kata Ucup.
"Tapi perkerjaan ibu memetik daun singkong belum selesai Ucup." Ibu yang terlihat ragu untuk makan siang karena belum selesai memetik daun singkongnya.
"Ibu gak usah pikirkan itu biar Ucup yang melanjutkan pekerjaan ayah ibu memetik daun singkongnya," kata Ucup.
Kruuuuk.........Kruuuuk
Ucup mendengar suara yang berasal dari perut ibunya. Ibu tertuduk malu mendengar suara yang berasal dari perutnya.
"Ibu sebaiknya makan dulu sana, ibu pasti sudah lapar." Ucup yang tersenyum melihat ke arah ibunya yang kepala tertunduk ke bawah.
"Iya, ibu mau ngajak ayah makan siang dulu." Ibu berjalan sambil membawa daun singkong.
Setelah itu ibu pergi menghampiri ayah yang sedang memetik daun singkong. Ayah yang sibuk memetik daun singkong sehingga tidak menyadari keberadaan ibu yang sudah berada di belakangnya.
"Ayah." Ibu yang memegang bahu ayah.
"Ibu." Ayah membalikan badan lalu melihat ibu yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ayo kita makan ayah!" Ajak ibu.
"Apa ibu sudah lapar?" Ayah yang melihat ke arah ibu.
"Iya ayah," jawab ibu.
"Bukannya tadi pagi ibu udah sarapan, kok ibu udah lapar lagi?" tanya ayah.
"Ayah ini itu udah siang, tuh coba ayah lihat matahari nya." Ibu yang menujukjarinya ke arah matahari yang berada di langit
"Astafirallah, ayah tidak tahu kalau ini sudah siang ibu." Ayah yang terkejut menyadari bahwa hari sudah siang. Ayah yang terlalu asik memetik daun singkong sehingga tidak menyadari bahwa hari sudah siang.
__ADS_1
"Makanya itu ayah sebaiknya kita makan dulu, soal ini udah lewat waktu makan siang," kata ibu.
"Ibu mau makan pakai buah singkong atau daun singkong?" tanya ayah.
"Maksud ayah apa ibu tidak mengerti?" Ibu yang keningnya berkerut setelah mendengar perkataan ibu.
"Apa ibu lupa kalau tadi pas berangkat ke kebun ibu cuma membawa dua botol yang berisi air putih. Ibu tidak membawa makanan sehingga ayah tanya ibu mau makan buah singkong atau daun singkong. Jadi kita mau makan apa ibu?" Ayah yang melihat ke arah ibu.
"Sudah, ayo ikut ibu!" Ibu menarik tangan ayah lalu mereka berjalan ke arah kebun pertama milik ayah.
"Kita mau kemana ibu?" ayah yang terus saja berjalan mengikuti ibu karena tangan ayah yang di tarik ama ibu.
"Pondok," jawab ibu
Mereka sudah sampai di pondok yang berad di kebun pertama milik ayah. Mereka duduk di atas pondok tersebut. Mereka melihat ke arah sebuah kantong plastik yang berada di pondok tersebut.
"Itu apa ibu?" Ayah yang melihat ke arah kantong plastik tersebut.
Ibu mengambil kantong plastik lalu membukanya ternyata kantong plastik itu berisi sebuah rantang. Ibu membuka rantang tersebut lalu melihat ada nasi, sayur bening bayam, tempe goreng, ikan asin dan sambel terasi.
"Ibu ini rantangan dari siapa?" Ayah yang melihat ke arah rantangan yang berisi makanan.
Sebelum makan mereka terlebih dahulu memcuci tangan mengunakan air yang berada di sebotol minuman lalu mereka membaca doa sebelum makan. Mereka mulai menyantap nasi berserta lauk pauknya, entah rasa lapar atau masakan yang enak sehingga menyebabkan semua makanan yang ada di rantang tersebut habis tidak bersisa.
Setelah selesai makan, ibu menyusun rantang lalu ibu memasukan kembali rantang tersebut ke dalam kantong plastik. Ibu meletakan kantong plastik ke arah pojok pondok.
Ibu merasa haus lalu memegang sebotol yang berada di hadapan di saat yang bersamaan ayah juga memegang sebotol tersebut.
"Ibu mau minum?" Ayah mengambil sebotol tersebut dari tangan ibu.
"Iya ayah." Ibu yang melepaskan tangan dari sebotol sehingga ayah mengambil sebotol tersebut.
"Nih minum ibu." Ayah membuka tutup sebotol minum lalu ayah memberikan sebotol minum kepada ibu.
"Glug......glug, makasih ayah." Ibu mengambil sebotol minuman dari tangan ayah, lalu ibu meminum air dari dalam botol tersebut.
"Sama-sama ibu." Ayah yang tersenyum melihat ke arah ibu.
"Nih ayah." Ibu memberikan sebotol air yang isinya tinggal setengah kepada ayah.
__ADS_1
"Glug.....glug." Ayah mengambil botol tersebut dari tangan ibu lalu ayah meminum air dari dalam botolnya.
Ucup yang masih memetik daun singkong di bawah sinar matahari yang terik. Ucup tidak memakai topi sehingga dia terkena cahaya matahari secara langsung. Wajah Ucup yang putih telah berubah menjadi memerah seperti kepiting rebus. Wajah Ucup memerah di sebabkan terkena cahaya matahari.
Selain itu kening Ucup bercucuran keringat, dia menghapus keringat mengunakan lengannya. Baju Ucup yang berada di punggung telah basah karena keringat yang bercucuran.
Memetik daun singkong bukan pekerjaan yang berat karena biasa di lakukan oleh kaum perempuan. Tapi yang menjadi berat itu saat harus berada di bawah terik matahari yang begitu panas. Ucup yang merasa panasnya terik matahari.
Ucup memutuskan untuk beristirahat dan berteduh dahulu di pondok. Ucup berjalan sambil membawa daun singkong yang begitu banyak di tangannya. Ucup sudah sampai di pondok lalu dia meletakan daun singkong di pondok tersebut.
"Ibu minta minumnya."Ucup yang duduk di samping ayah.
"Ini Ucup." Ibu memberikan sebotol air putih kepada Ucup.
"Glug...glug, apa daun singkongnya sudah cukup ibu?" tanya Ucup.
"Sudah, nah sekarang tinggal di ikat daun singkongnya mengunakan karet gelang," jawab ibu.
"Apa Zai udah pulang sekolah?" tanya ayah.
"Sudah ayah." Ucup yang melihat ke arah ayah.
"Kenapa Zai tidak di bawa ke sini?" tanya ayah.
"Zai capek ayah baru pulang sekolah mau istirahat." Ucup yang mengambil beberapa daun singkong lalu Ucup mengikat daun singkong tersebut mengunakan karet gelang.
"Jadi Zai tinggal sendiri di rumah," kata ayah.
"Ibu seginikan ikatan daun singkongnya?" Ucup menujukan sebuah ikatan daun singkong.
"Iya, Apa Ucup bisa mengikat sendiri semua daun singkong ini?" tanya ibu.
"Bisa ibu." Ucup meletakan daun singkong yang telah di ikat di lantai pondok.
"Kalau begitu ayah ibu pulang ke rumah, Ucup di sini bagaimana?" tanya ayah.
"Iya biar Ucup di sini menyelesaikan mengikat daun singkong," jawab Ucup.
"Terus Ucup tunggu orang yang mau ngambil daun singkong ini. Jangan lupa Ucup minta uangnya ama orang itu," kata ibu.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...