
"Jus want to have fun, sudah tidak ingin lagi melakukan hal-hal berat, sudah ingin menutup buku pencapaian, tidak ingin lagi menuntut diri untuk melakukan hal luar biasa, sudah berjuang dengan hebat.Been fighting great and tha's enough."
Cekle............ Cekle
Ibu membuka pintu rumah yang terkunci lalu dia melihat kedua orang putra yang basah kuyup.
"Ayo cepatan masuk!" Ibu menyuruh kedua putranya untuk masuk ke dalam rumah.
"Apa tidak apa kalau kami masuk dengan keadaan seperti ini ibu? " Ucup yang terlihat ragu untuk masuk ke dalam rumah.
"Kalau begitu aku masuk dulu." Zai yang berjalan masuk ke dalam rumah dengan kondisi semua pakaian nya basah. Zai berjalan ke arah kamar mandi dengan pakaian yang basah kuyup.
"Kenapa kamu belum masuk?" Ibu melihat Zai yang sudah berjalan masuk kedalam rumah, bahkan Zai sudah berjalan pergi meninggalkan ruangan tamu.
"Iya ini aku mau masuk ibu." Ucup menyalim tangan ibu setelah itu dia berjalan masuk kedalam ruangan tamu.
"Cepetan kamu mandi dan ganti pakaian." Setelah Ucup masuk kedalam rumah ibu menutup pintu lalu ibu juga mengunci pintu rumahnya.
"Iya ibu." Ucup berjalan ke arah kamar mandi.
Ucup yang sudah berada di depan pintu kamar mandi. Pintu kamar mandi tertutup Ucup mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi. Ucup yakin seorang yang sedang berada di dalam kamar mandi sedang mandi.
Tok.......... Tok
"Mandinya bisa cepatan gak." Ucup yang badan sudah merasakan kedinginan karena semua pakaiannya basah.
Sedangkan orang yang berada di dalam kamar mandi tidak menanggapi perkataan Ucup. Dia menyabuni seluruh badannya menggunakan sabun batangan. Setelah seluruh badannya penuh dengan busa sabun baru lah dia mengambil air dari bak mandi mengunakan gayung. Dia menguyur seluruh badannya mengunakan air yang berada di dalam bak mandi.
Setelah selesai menguyur badan mengunakan air yang ada di bak mandi lalu dia mengosok giginya. Setelah selesai mandi dia mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu di kamar mandi. Dia melilitkan handuk tersebut di pinggangnya kemudian dia membuka pintu kamar mandi.
Saat pintu kamar mandi sudah terbuka dia melihat Ucup yang sudah berada di depan pintu kamar mandi. Dia berjalan melewati Ucup yang berada di depan pintu kamar mandi.
"Zai tunggu dulu." Ucup melihat ke arah Zai yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ada apa lagi abang?" Zai berhenti berjalan lalu menoleh ke arah yang masih berada di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu belum bersih mandinya." Ucup memberitahu Zai bahwa dia belum bersih mandinya.
"Maksud abang apa? aku tidak mengerti." Zai yang keningnya berkerut setelah mendengarkan perkataan Ucup.
"Tuh masih ada sabun di telinga sebelah kiri kamu." Ucup memberitahu Zai bahwa masih ada sabun di telinga Zai yang berada di sebelah kiri.
"Masak sih?" Zai yang menatap Ucup dengan tatapan yang ragu.
"Iya kalau kamu gak percaya coba aja pengang telinga kamu." Ucup menuyuruh Zai untuk memeriksa telinga sebelah kiri yang ada sabun.
"Ah ternyata abang benar di telinga aku masih ada sabunnya." Zai memegang telinga sebelah kirinya ternyata masih ada sabun.
"Cepatan kamu bersihkan telinga yang ada sabunnya." Ucup menyuruh Zai membersihkan telinga yang ada sabunnya.
"Iya nih mau aku bersihkan." Zai berjalan kembali ke arah kamar mandi, sesampai di depan pintu kamar mandi yang masih terbuka Zai masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Ucup melilitkan handuk di pinggangnya, lalu Ucup mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat dzuhur. Ucup sudah berada di dalam kamarnya dia memakai celana training panjang dan jaket. Setelah itu Ucup melaksanakan shalat dzuhur.
Ucup yang sudah selesai melaksanakan shalat dzuhur lalu dia melipat sajadnya. Ucup meletakkan sajah yang sudah di lipat serta peci di atas meja belajar. Ucup yang merasa lapar karena belum makan siang. Ucup segera berjalan keluar dari kamar. Ucup yang sudah berada di dapur membuka tudung saji yang berada di atas meja.
Saat Ucup sedang sibuk mencari sesuatu di lemari tersebut dia tidak menyadari bahwa sudah ada seorang yang berdiri di belakang Ucup.
"Sedang cari apa?" tangan seorang tersebut memegang pundak Ucup.
"Astagfirullah." Ucup terkejut tiba-tiba saja tangan seorang sudah memegang bahunya.
"Kenapa kaget?" Seorang tersebut melihat Ucup yang kelihatan terkejut.
"Eh ternyata kamu, kamu kenapa kaget abang aja?" Ucup yang melihat wajah seorang tersebut yang ternyata adalah Zai.
"Masak sih aku ngagetin abang?" tanya Zai.
"Iya, untung aja jantung abang gak copot." Ucup yang memegang dadanya mengunakan tangannya.
"Emang abang gak dengar tadi suara langkah kaki aku?" tanya Zai.
__ADS_1
"Gak." Ucup yang mengelengkan Kepalanya.
"Nah itu karena abang terlalu serius sih, emang abang sedang mencari apa sih di dalam lemari?" Zai yang penasaran melihat Ucup tadi sedang mencari sesuatu di dalam lemari tersebut.
"Cari sesuatu, kamu mau tahu aja atau mau tahu banget?" tanya Ucup.
"Mau tahu aja, jadi abang sedang mencari apa?" tanya Zai.
"Aduh aku tadi cari apa ya." Ucup yang sedang berpura-pura berpikir sambil melihat ke arah Zai.
"Ah sudah lah kalau abang gak mau ngasih tahu aku." Wajah Zai berubah menjadi kesal lalu dia berjalan ke arah tudung saji.
"Kamu kesini mau ngapain?" Ucup yang melihat ke arah Zai.
"Ya mau makan lah mau ngapain lagi." Zai yang sudah berdiri di depan tudung saji.
"Ooo.... kamu lapar ya?'" tanya Ucup.
"Iya, ya elah tempe tahu lagi." Zai membuka tudung saji yang berada di atas meja, setelah melihat isi tudung saji yang berada di atas meja wajah Zai berubah menjadi lesu.
"Terus kamu mau makan apa?" Ucup yang melihat wajah Zai yang berubah menjadi lesu.
"Sekali-kali aku pengen ibu masak ayam, masak tiap hari menunya ini-ini terus." Zai yang mengeluh dengan menu makan yang setiap hari ibu masak.
"Kamu itu gak boleh ngomong seperti itu, kamu harus bersyukur kita masih bisa makan setiap hari walaupun dengan menu sederhana yaitu tahu tempe." Ucup yang menasehati Zai agar tidak mengeluh dengan menu yang sama setiap hari di masak oleh ibu.
"Ah kalau gini mendingan aku tidak makan."Zai menutup kembali tudung saji dengan lesu, dia juga sudah tidak berselera makan lagi.
" Zai kok tidak jadi makan? " tanya Ucup.
"Aku gak selera makan abang." Zai yang berjalan meninggal dapur.
"Jadi kamu mau makan apa?" tanya Ucup.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1