Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Mencari Lea


__ADS_3

"Jangan meminta untuk di hargai, tapi jadikanlah dirimu berharga. Maka orang lain akan menghargai kamu dengan sendirinya."


"Iya." Ucup menundukkan kepalannya karena malu di hadapan Lea.


"Hahahaha, ternyata aku benar kalau abang Ucup takut naik kororo." Setelah mendengar perkataan Ucup Lea tertawa terbahak-bahak.


Setelah mendengarkan suara Lea yang tertawa terbahak-bahak, Ucup mengangkat wajah untuk melihat ke arah Lea. Ucup melihat ke arah Lea yang sedang tertawa terbahak-bahak, Lea yang menyadari Ucup melihat ke arahnya lalu dia menutup mulutnya mengunakan kedua tangannya.


Tidak lama kemudian wahana kororo tersebut berhenti, wahana kororo tersebut berhenti karena waktu telah habis sehingga mereka yang berada di kororo tersebut di haruskan untuk turun.


Satu persatu orang yang menaiki wahana kororo tersebut turun dari wahan kororo tersebut. Ucup yang menyadari bahwa wahana kororo tersebut sudah berhenti bergerak lalu dia menoleh ke arah depan.


Saat Ucup menoleh ke arah depan, dia melihat orang-orang yang menaiki wahana kororo bersama dia sudah turun dari wahan kororo tersebut. Ucup berdiri dari bangku wahana kororo tersebut, lalu dia berjalan keluar dari wahana kororo tersebut.


"Abang Ucup mau kemana?" Lea yang melihat ke arah Ucup yang berdiri dari bangku wahana kororo tersebut.


"Masih mau di sini atau turun?" Ucup yang sudah keluar dari wahan kororo berdiri lalu dia menoleh ke arah Lea.


"Turun." Lea yang berdiri dari bangku wahana kororo tersebut, dia berjalan ke arah Ucup.


Setelah Lea dan Ucup turun dari wahana kororo tersebut, Ucup berjalan terlebih dahuluke arah tangga. Dia berjalan menurunin anak tangga tersebut. Lalu Ucup sudah turun dari tangga tersebut.


Ucup menunggu Lea yang masih menurunin anak tangga tersebut. Lea berjalan menurunin anak tangga tersebut, setelah menurunin anak tangga tersebut maka Lea sampai di depan Ucup.

__ADS_1


Ucup yang melihat Lea sudah berada di depannya, Ucup membalikkan badan berjalan pergi meninggalkan Lea yang masih berdiri di dekat kororo.


" Apa abang Ucup marah ama aku?"Lea yang berlari ke arah Ucup. Sekarang Lea sudah berada di samping Ucup.


"Gak." Ucup yang terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah Lea.


"Gak salah lagi abang Ucup marah ama aku." Lea yang berjalan di samping Ucup.


Ucup berjalan terburu-buru sehingga Lea tertinggal, Lea yang tertinggal berusaha mengejar Ucup yang sedang berjalan terburu-buru. Namun saat Lea berusaha mengejar Ucup, tiba-tiba saja Ucup menghilang sehingga Lea tidak dapat menemukan keberadaan Ucup.


Ucup yang terus saja berjalan ke arah tempat yang sedikit terkena cahaya lampu. Ucup merasa tempat tersebut sepi sehingga dia berhenti berjalan. Ucup melihat kekanan kekiri untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di tempat tersebut.


Setelah Ucup memastikan bahwa tempat tersebut aman, dia membalikkan badannya.


"Amit mbah buyut aku mau kencing." Ucup menurunkan retsleting celana jeans, lalu dia segera buang air kecil. Setelah selesai buang air kecil Ucup menarik ke atas retsleting celana jeansnya.


Ucup sudah berada di pasar malam, dia berjalan kaki ke arah sebuah wahana untuk menemukan keberadaan Lea. Ucup sudah sampai di sebuah wahana tersebut tetapi Ucup tidak melihat ada Lea di sana.


Ucup berjalan ke arah wahana yang selanjutnya untuk mencari keberadaan. Ucup sudah sampai di wahana tersebut tetapi dia juga tidak menemukan Lea di sana. Ucup berdiri di dekat wahan tersebut, lalu dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


Ucup menghubungi nomor ponsel Lea, tetapi tidak di angkat ama Lea. Ucup merasa khawatir ama Lea karena ini pertama kalinya Lea pergi kepasar malam. Dan lebih parahnya lagi Ucup belum menemukan keberadaan Lea saat ini.


Sehingga Ucup merasa bersalah dia bertekat akan mencari Lea sampai ketemu. Ucup merasa yakin bahwa Lea masih berada di pasar malam, yang harus dia lakukan saat ini mencari keberadaan Lea. Ucup memasukkan ponsel ke dalam saku celananya lalu dia berjalan sambil memperhatikan sekeliling pasar malam.

__ADS_1


Ucup melihat ada keramaian di sebuah wahana di pasar malam tersebut. Ucup yang melihat ke ramaian tersebut merasa penasaran dengan wahana tersebut. Ucup juga berniat untuk mencari keberadaan Lea di wahana tersebut.


Ucup berjalan ke arah wahana tersebut, sesampai Ucup di dekat wahana tersebut. Dia melihat sekeliling tempat tersebut di keliling oleh orang-orang yang berdiri di sana.ﹰUcup mencoba melihat di antara orang-orang tersebut apakah ada Lea.


Ucup hanya bisa melihat punggung orang-orang yang berdiri di hadapannya. Ucup makin di buat penasaran oleh wahana yang berada di depannya. Dia merasa ingin tahu dengan wahana yang berada di hadapannya.


Tiba-tiba badan Ucup di senggol oleh seorang pria yang berdiri di sampingnya kanannya. Ucup semakin merasa terdesak saat seorang pria yang baru saja datang dari arah belakang Ucup. Seorang pria tersebut mendesak Ucup agar memberikan dia tempat.


Ucup yang tidak tahan dengan desakan pria tersebut lalu dia mengeserkan badannya. Dia membiarkan seorang pria tersebut untuk berdiri di sampingnya. Ucup berusaha mendesak orang-orang yang berada di barisan paling depan tetapi tidak bisa.


Sehingga akhirnya Ucup memilih untuk pergi dari tempat tersebut. Ucup pergi dari wahana tersebut tanpa dia tahu nama wahana tersebut dan seperti apa permainan dalam wahana tersebut. Ucup masih merasa penasaran di antara banyaknya wahana hanya wahana itu yang terdapat banyak orang di sana.


Ucup terus berjalan ke arah wahana lempar gelang. Di wahana lempar gelang hanya terdapat beberapa orang saja tidak ramai seperti wahana yang tadi Ucup singgahi. Di wahana yang Ucup singgahi tadi banyak orang-orang berkerumun di sana.


Saat Ucup sudah berada di wahana lempar gelang, dia memperhatikan beberapa orang yang berada di sana tetapi dia tidak menemukan Lea di sana. Akhirnya Ucup pergi berjalan mencari keberadaan Lea.


Ucup yang sedang berjalan melihat ke menoreh ke arah depannya. Saat dia menoreh ke arah depan, dia melihat punggung dua orang yang sedang berjalan kaki. Ucup merasa yakin bahwa itu punggung Lea karena dia memakai pakaian yang sama seperti yang Lea pakai malam ini.


"Lea." Ucup yang berjalan ke arah dua orang yang terus.


"Lea tunggu abang." Ucup yang berjalan terburu-buru menghampiri kedua orang yang hanya punggungnya saja yang terlihat.


Kedua orang tersebut sama -sekali tidak mau menoleh ke arah Ucup. Ucup yang sudah berada si belakang kedua orang tersebut, lalu Ucup memegang lengan seorang ceqek yang memakai pakaian yang sama dengan Lea.

__ADS_1


"Lea dari tadi abang cari ternyata malah pacaran di sini?" tanya Ucup.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2