Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Jumber (Jum'at Berkah)


__ADS_3

"Segunung emas tidak akan cukup bagi yang serakah, tetapi sepiring nasi akan cukup bagi yang bersyukur."


Hari Jum'at..........


Setelah pulang menjemput Zai dari sekolah, Ucup masuk ke dalam kamarnya. Dia merebahkan diri di dalam kamarnya sambil memikirkan ingin mencari lowongan pekerjaan. Ucup tidak ingin menyiakan waktunya, dia ingin mempergunakan waktu yang dia punya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.


Ucup melihat ke arah jam dinding di kamarnya, Ucup segera bangkit dari tempat tidurnya. Ucup berjalan ke arah belakang pintu untuk mengambil handuk. Ucup berjalan ke arah kamar mandi sambil mengantungkan handuk di lehernya.


Ucup yang sudah selesai mandi keluar dari pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang terpasang di bagian pinggangnya. Ucup berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ucup yang sudah berada di dalam kamarnya segera membuka lemari pakaian. Ucup mengambil baju koko dan celan panjang berbahan kain berwarna hitam.


Ucup sudah memakai baju koko, celana panjang dan peci. Ucup berjalan keluar dari kamarnya lalu dia berjalan ke kamar Zai.


Tok.......... Tok


"Zai." Ucup mengetuk pintu kamar sambil memanggil Zai.


"Zai buka pintunya."


"Zai abang masuk." Zai yang tidak membuka pintu kamarnya sehingga Ucup membuka pintu kamar Zai. Saat pintu kamar Zai terbuka, Ucup melihat Zai tidak ada di tempat tidur.



Ucup yang tidak melihat keberadaan Zai di dalam kamarnya segera menutup pintu kamar Zai. Ucup berjalan ke arah ruangan keluarga sesampainya di ruangan keluarga Ucup juga tidak menemukan keberadaan Zai disana. Ucup merasa yakin bahwa Zai berada di dapur maka buru-buru Ucup berjalan ke dapur.Sesampainya Ucup di dapur tidak menemukan Zai.


"Zai." Ucup berjalan meninggalkan dapur.


"Ada apa abang?"Zai yang baru saja keluar dari pintu kamar mandi dengan memakai handuk di pinggang.


"Astagfirullah, ternyata kamu di kamar mandi." Ucup terkejut saat tiba-tiba Zai keluar dari kamar mandi sambil, lalu Zai bertanya kepada Ucup.


"Aku mau berpakaian dulu." Zai berjalan meninggalkan Ucup.


"Abang tunggu di teras," kata Ucup.


Ucup sedang duduk di bangku yang ada di teras sambil menunggu Zai.


"Abang kita mau naik motor atau jalan kaki pergi shalat jum'at?" Zai yang berdiri di depan pintu rumah.

__ADS_1


"Jalan kaki aja," jawab Ucup.


"Baiklah, motor abang gak di masukan dulu ke dalam rumah," kata Zai.


"Ini mau abang masukan motornya kedalam rumah." Ucup yang berjalan ke arah motornya yang sudah terparkir di halaman rumahnya.


Ucup dan Zai sudah berada di dalam mesjid, Ucup mengajak Zai untuk untuk berada di shaf nomor dua. Sebenarnya Zai lebih suka shalat di shaf bagian belakang dari pada bagian depan. Tetapi karena Ucup sudah memaksa Zai untuk shalat jumat di shaf bagain nomor dua maka dengan berat hati Zai pun menuruti yang Ucup mau.


Setelah sampai di shaf bagian depan Ucup terlebih dahulu melakukan shalat sunnah sedangkan Zai duduk di shaf tersebut. Ucup yang sudah selesai melaksanakan shalat sunnah duduk di samping Zai. Sebelum melaksanakan shalat jum'at mereka mendengarka khotbah yang di sampaikan oleh pak Ustad.


Pak Ustad sudah selesai memberikan khotbah jumat, karena sudah memasuki waktu shalat jumat maka pak Ustad yang bertindak sebagai imam pun melakukan adzan. Mereka melakukan shalat jum'at berjamaah dengan di imamin oleh pak Ustadz.


Setelah selesai melakukan shalat jum'at pak Ustadz membacakan doa.Setelah doa selesai beberapa orang berbondong-bondong berjalan ke arah keluar mesjid. Mereka berdesak-desakan di pintu mesjid. Ucup dan Zai hanya melihat orang-orang berdesakan.


"Abang mereka ngapain kok berdesakan?" Zai yang melihat ke arah mereka yang berdesakan buat keluar dari mesjid.


"Ntalah." Ucup mengangkat bahunya.


"Kalau gitu aku mau kesana abang." Zai berdiri dari tempat duduknya.


"Jangan Zai." Ucup memegang tangan Zai.


Zai sudah berada di dekat pintu mesjid, dia melihat orang-orang keluar dari pintu mesjid mendapatkan sebuah kantong plastik. Zai menghampiri seorang bapak yang berdiri di hadapan.


"Pak yang ada di kantong plastik itu apa?" Zai menyentuh punggung pak yang berada di hadapan Zai.


"Itu nasi kotak," jawab si pak tersebut.


"Dalam rangka apa orang itu membagikan nasi kotak?" Zai yang makin penasaran.


"Jumber," jawab si pak tersebut.


"Apa itu Jumber pak?" tanya Zai.


"Jum'at berkah," jawab si pak tersebut.


"Ooo begitu ya pak," kata Zai.

__ADS_1


Setelah keadaan sudah sepi barulah Zai keluar dari pintu mesjid, Ucup menyusul Zai keluar dari pintu mesjid. Zai mendapatkan sebuah kantong plastik, lalu dia berjalan ke arah teras mesjid. Ucup yang keluar dari pintu mesjid juga mendapatkan sebuah kantong yang plastik dengan Zai.


Mereka berjalan sambil membawak kantong plastik di tangan. Saat mereka berjalan terdengar suara klakson motor.


Tiiinn............ Tiiinn


"Zai geser sini." Ucup mengeserkan badanya, lalu dia menyuruh Zai untuk bergeser.


"Iya abang."Zai mengeserkan badan agar si pengendara motor tersebut bisa melewati jalan tersebut.


Si pengendara motor tersebut masih membunyikan klakson motornya.


"Apa sih mau si pengendara motor tersebut?"Zai berhenti berjalan lalu dia membalikab badannya.


"Selamat siang abang Ucup dan Zai." Si pengendara motor tersebut memberhentikan motornya lalu dia membuka kaca helem nya.


"Siang ternyata kamu." Zai yang melihat si pengendara motor tersebut membukak kaca helem nya jadi mengetahui bahwa si pengendara motor tersebut jalan Lea.


"Siang juga Lea." Ucup membalikkan badan lalu dia menoleh ke arah si pengendara motor tersebut.


"Kalian dari mana?" tanya Lea.


"Mesjid, kamu dari mana?" tanya Ucup.


"Pulang sekolah abang," jawab Lea.


"Kamu itu kemana aja jam segini baru pulang?" Zai menatap tajam ke arah Lea.


"Bukan urusan kamu." Lea yang berbicara dengan ketua kepada Zai.


"Kamu tidak boleh ngomong seperti itu dengan Zai, kamu pasti main dulu ama teman," kata Ucup.


"Iya abang tadi aku main kerumah teman," jawab Lea.


"Kamu kalau mau main kerumah teman sebaiknya pulang dulu menganti pakaian baru pergi main lagi. Abang takut nantik orang tua kamu nyariin kamu." Ucup menasehati Lea, kalau dia mau main dengan temannya dia harus pulang terlebih dahulu.


"Apa abang lupa kedua orang tua aku itu sibuk jadi tidak mungkin mereka mencari aku," kata Lea.

__ADS_1


"Walaupun begitu Lea harus pamit ama bibik, bibik pasti cemas menunggu Lea jam segini belum pulang kerumah. Bibik pasti merasa khawatir dan takut terjadi sesuatu kepada Lea,"kata Ucup.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2