Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Tidak Di Kasih Uang Jajan


__ADS_3

"Aku pernah jadi masa lalu yang kalah dengan orang baru, dan aku juga pernah jadi orang baru yang kalah dengan masa lalu."


"Kamu lihat aja sendiri abang mau istirahat dulu." Ucup meletakkan kantong plastik di atas meja lalu dia berdiri dari kursi tersebut. Ucup berjalan pergi meninggalkan dapur.


"Aku yakin itu pasti makanan." Zai sudah berada di depan meja makan lalu dia membuka kantong plastik tersebut. Setelah membuka kantong plastik tersebut Zai melihat ada berbagai macam lauk di. dalam plastik tersebut.


Seminggu Kemudian...........


Pagi ini ayah sudah berada di depan pintu kamar Zai, lalu ayah mengetuk pintu kamar Zai. Ucup yang mendengar suara pintu kamar di ketuk dari seorang dari luar lalu dia membuka kedua matanya.


Tok......... Tok


"Buka pintu ini ayah." Ayah berteriak dari depan pintu kamar.


Ucup yang mengira bahwa ayah sedang berdiri di depan pintu kamar segera turun dari tempat tidur dengan keadaan yang masih mengantuk. Ucup berjalan ke arah pintu kamar lalu dia membuka pintu kamarnya.


Ceklek....... Ceklek


"Ada apa ayah pagi-pagi susah mengedor pintu kamar aku?" Ucup yang sudah berada di depan pintu dengan mata yang masih mengantuk.


"Eh ternyata Ucup udah bangun."Mendengar suara pintu. kamar terbuka, ayah menoleh ke sumber suara tersebut. Ternyata pintu kamar Ucup yang terbuka, ayah melihat ke arah Ucup berdiri di depan pintu kamar nya.


"Aku terbangun gara-gara mendengar suara berisik, ternyata itu suara ayah. Kenapa pagi-pagi ayah sudah berisik di depan pintu kamar Zai? "Ucup yang menguap karena masih mengantuk.


" Ayah mau membangunkan Zai malah Ucup yang bangun," jawab ayah.


"Tumben ayah bangunin Zai, ada apa?" tanya Ucup.


"Ayah mau ngajakin Zai shalat subuh berjamaah di mesjid," jawab ayah.


"Bagus itu yah," kata Ucup.


"Ucup sana mandi, biar kita pergi bersama ke mesjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah," kata ayah.


"Aku mandi dulu yah." Ucup berjalan masuk kedalam kamar lalu dia berjalan masuk ke dalam kamar. Ucup mengambil handuk yang berada di belakang pintu kamarnya.


Ayah yang masih berada di depan pintu kamar Zai.

__ADS_1


"Zai Zai Zai." Ayah berteriak memanggil nama Zai.


"Sebaiknya ayah masuk saja ke kamar Zai." Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ini ayah buka dulu pintu kamar Zai." Ayah membuka pintu kamarnya Zai, pintu kamar Zai terbuka lalu ayah berjalan masuk ke dalam kamar Zai. Kamar Zai terlihat gelap karena saat tidur Zai mematikan lampunya. Ayah menyalakan lampu kamar Zai sehingga ayah dapat melihat Zai yang sedang tertidur di atas tempat tidur.


Ayah berjalan ke arah kipas angin yang berada di sudut kamar. Ayah mematikan kipas angin tersebut. Lalu ayah menghampiri Zai yang masih berada di atas tempat tidur.


"Zai bangun nak." Ayah menarik selimut yang menyelimuti badan Zai. Sehingga Zai sudah tidak mengenakan selimut lagi.


"Bangun." Ayah memegang kaki lalu ayah menggoyangkan kaki Zai agar Zai bangun.


Zai yang merasa kakinya di pegang oleh seorang lalu dia mulai membuka matanya.


"Akhirnya bangun juga Zai." Ayah melepaskan tangannya dari kaki Zai.


"Kenapa ayah bangunin aku?" Zai menoleh ke arah suara tersebut, Zai melihat ayah yang sedang berdiri di samping tempat tidurnya.


"Ayah mau ngajak Zai shalat subuh berjamaah di mesjid," jawab ayah.


"Pokoknya kamu harus shalat subuh berjamaah di mesjid." Ayah berbicara dengan tegas.


"Tapi yah," kata Zai.


"Tidak ada tapi tapi, kamu harus nurut sama ayah atau kamu mau___," kata ayah.


"Mau apa ayah?" tanya Zai.


"Tidak ayah kasih uang jajan." Ayah mengancam. Zai tidak akan memberikan uang jajan kepada Zai.


"Kan uang jajan aku selama ini bukan ayah yang ngasih tapi ibu." Zai dengan santai berbicara kepada ayah.


"Ibu dapat uang dari mana?" tanya ayah.


"Dari jual daun singkong," jawab Zai.


"Siapa yang metik daun singkong?" tanya ayah.

__ADS_1


"Ya ibulah." Zai menjawab dengan enteng.


"Ayah dan ibu, kalau ibu sendirian tidak akan sanggup memetik daun singkong sebanyak itu setiap hari." Ayah menjelaskan kepada Zai bawah yang memetik daun singkong itu kedua orang tuanya.


"Ooo...... jadi begitu yah." Zai sudah duduk di atas tempat tidurnya lalu dia menanggukan kepalanya. Dia sudah mengerti tentang penjelasan dari ayah.


"Nah sekarang ayah tanya Zai mau shalat subuh berjamaah atau shalat subuh sendiri?" Ayah yang melihat ke arah Zai.


"Aku shalat subuh sendiri yah," jawab Zai.


"Kalau begitu ayah akan bilang sama ibu muali hari ini gak usah nagsih uang jajan lagi buat kamu." Setelah mendengarkan perkataan Zai ayah berjalan ke arah pintu kamar Zai.


"Apa ayah serius dengan perkataan ayah barusan? " Zai turun dari tempat tidur dia segera berjalan ke arah ayah, lalu dia memegang tangan ayahnya.


"Apa wajah ayah terlihat bercanda Zai? "Ayah berhenti berjalan lalu dia membalikan badanya ke arah belakang. Ayah melihat ke arah Zai dengan wajah yang terlihat serius.


" Tidak, aku mohon ayah jangan bilang ke ibu seperti itu ayah." Zai yang wajahnya memelas agar ayah kasihan kepada dia, sehingga ayah tidak jadi memberitahukan yang tadi kepada ibu.


"Sudah terlambat Zai." Ayah melepaskan tangan Zai dari tangannya lalu ayah berjalan pergi dari kamar Zai.


"Ayah nih belum terlambat bahkan waktu shalat subuh saja belum masuk, lagian aku sudah berubah pikiran ayah." Zai yang berjalan menyusul ayah.


Ayah yang terus saja berjalan ke arah kamarnya tanpa memperdulikan Zai yang masih mengikutinya.


"Aku akan ikut ayah shalat subuh berjamaah di mesjid, uang jajan aku tetap di kasih yah."Zai berjalan lebih dahulu lalu dia sudah berdiri di hadapan ayahnya.


" Iya, sekarang Zai cepatan mandi ayah dan abang Ucup tunggu," kata ayah.


"Baiklah, aku mandi dulu ayah." Setelah mendengarkan perkataan Ucup Zai buru-buru berjalan ke arah kamarnya. Zai mengambil handuk dari kamarnya lalu dia berjalan ke arah kamar mandi. Zai sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. Dia mengendor-ngedor pintu kamar mandi tersebut.


Pintu kamar mandi tersebut terbuka Ucup berjalan dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya keluar dari pintu kamar mandi. Setelah Ucup keluar dari kamar mandi Zai segera masuk dalam kamar mandi.


Ayah dan Ucup sedang duduk di sofa ruangan tamu mereka sedang menunggu Zai yang dari tadi belum juga kelihatan. Suara adzan sudah berkumandang dari mesjid yang berada di dekat rumah.


"Ayah udah adzan, Zai kok belum kelihatan juga?" tanya Ucup.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2