Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Sebungkus Berdua


__ADS_3

"Allah yang memilihkan untuk dirimu bukan kamu yang memilih untuk dirimu sendiri, lalu pada waktu yang di kehendakinya bukan pada waktu yang kita kehendak itulah skenario Allah."


Lea yang tampak sedang memikirkan perkataan Ucup.


"Kok diam aja Lea, gimana kalau kita makan sebungkus berdua?" tanya Ucup.


"Gak ah abang, aku gak enak di lihatin ama semua orang yang ada di sini." Lea menolak ajakann Ucup untuk makan sebungkus berdua.


"Kalau gak enak abang kasih kucing aja nih nasi bungkus ya Lea?" Ucup yang sengaja berkata seperti itu ama Lea.


"Eh bukan itu maksudnya, jangan atuh di kasih kucing." Lea yang tidak memperolehkan Ucup memberikan nasi bungkus tersebut buat kucing.


"Habis kita berdua sama-sama gak mau makan nasi bungkus ini dari pada mubazir lebih baik di kasih kucing," kata Ucup.


"Enak aja nasi bungkus di kasih kucing mendingan kita makan berdua." Lea yang mengambil nasi bungkus tersebut dari tangan Ucup.


"Jadi Lea mau makan sebungkus berdua ama abang?" Ucup yang tersenyum melihat Lea mengambil nasi bungkus dari tangannya.


"Gak abang," jawab Lea.


"Lah kok tadi Lea ngomong mendingan nasi bungkus nya di makan kita berdua," kata Ucup.


"Masak sih aku ngomong kayak gitu tadi abang?"Lea yang pura-pura melupakan perkataannya yang baru beberapa menit yang lalu dia ucapankan.


"Iya, udah deh gak usah pura-pura lupa Lea," kata Ucup.


"Ya kok abang bisa tahu kalau aku pura-pura lupa?" Lea yang wajah tertunduk karena malu ketahuan ama Ucup kalau dia pura-pura lupa.


"Ya tahu lah kita kan udah lama kenal Lea, Kita mau makan di mana Lea?" tanya Ucup.


"Gak tahu abang." Lea mengangkat bahunya.


"Gimana kalau di samping rumah pak Rt aja Lea?" Ucup yang menujukan jarinya ke arah samping rumah pak Rt.


Iya disana aja abang." Lea yang berjalan terlebih dahulu di samping rumah pak Rt.


Mereka sudah di atas rumput yang berada di samping rumah pak Rt. Lea membuka nasi bungkus tersebut.


__ADS_1


Setelah nasi bungkus di buka ama Lea, dia terkejut melihat nasi bungkus tersebut karena terdapat sambel, sayur dan rendang.


"Abang apa semua nasi bungkus untuk semua bapak-bapak itu kayak gini?"tanya Lea.


"Ya bedalah Lea," jawab Ucup.


"Kok beda abang?" tanya Lea.


"Kalau semua rendang tidak cukup Lea, jadi ada ikan atau ayam juga di dalam bungkus tersebut. Sehingga lauk dalam nasi bungkus berbeda tidak sama semua Lea," jawab Ucup.


"Aku makan dulu ya abang." Lea yang tidak sabar untuk memakan nasi bungkus tersebut.


"Tunggu Lea." Ucup yang menghentikan Lea akan makan.


"Kenapa lagi abang?" Lea yang terlihat kesal menoleh ke arah Ucup.


"Apa Lea sudah cuci tangan?" tanya Ucup.


"Belum, aku lupa abang." Lea yang baru ingat bahwa di belum mencuci tangannya.


"Ya udah sana cuci dulu tangan Lea." Ucup yang menyuruh Lea untuk mencuci tangannya sebelum makan.


"Tuh di situ aja." Ucup menujukan jarinya ke arah kran yang berada di samping rumah pak Rt, kran itu letaknya dekat dengan mereka.


Lea melihat ke arah yang di tunjukkan Ucup lalu dia berdiri dari tempat duduk nya setelah itu dia berjalan ke arah kran air tersebut. Lea yang sudah berdiri di depan kran air tersebut lalu dia memutar kran air tersebut sehingga air dari kran tersebut keluar. Lea mencuci tangan mengunakan air kran tersebut setelah merasa tangannya bersih Lea mematikan air kran tersebut.


Setelah selesai mencuci tangan Lea duduk di atas rumput. Lea yang sudah akan memasukkan nasi berserta lauk pauk ke dalam mulutnya.


"Lea tunggu dulu." Ucup menghentikan Lea yang akan memasukan nasi berserta lauk kedalam mulutnya.


"Apa lagi sih abang? abang juga mau makan sini biar aku supain." Lea yang tidak jadi memasukkan nasi berserta lauk ke dalam mulutnya.


"Lea belum baca doa,Lea baca doa dulu sebelum makan." Ucup mengingat kan Lea untuk membaca doa dulu sebelum makan.


"Astaga aku belum baca do'a." Lea segera meletakkan kembali nasi berserta lauk pauknya ke tempat semua lalu dia membaca doa.


Setelah selesai membaca doa Lea memasukkan nasi berserta lauk ke dalam mulut nya. Lea makan dengan lahap tanpa memperdulikan Ucup yang dari tadi melihat Lea yang sedang makan. Melihat Lea makan dengan lahap membuat air liur Ucup Seakan-akan mau keluar.


Kruuukk........... Kruuukk

__ADS_1


Cacing di perut Ucup berbunyi sehingga Lea menoleh ke arah suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari perut Ucup.


"Abang lapar?" tanya Lea.


"Iya abang lapar Lea." Ucup yang tersenyum sambil memegang tengkuk kepalanya.


"Ayo kita makan sebungkus berdua abang!" Lea yang merasa kasihan dengan Ucup yang kelaparan akhir dia mengajak Ucup untuk makan sebungkus berdua.


"Abang cuci tangan dulu ya Lea." Ucup yang berdiri dari tempat duduk lalu dia mencuci tangan dengan menggunakan air kran.


Ucup sudah duduk di atas rumput yang berhadapan dengan Lea. Ucup melihat ke arah halaman rumah pak Rt, ternyata di halaman rumah pak Rt hanya terlihat beberapa bapak-bapak saja yang masih ada di sana. Sedangkan bapak-bapak yang lain sudah pada pulang ke rumahnya.


"Abang ngelihat apa?" tanya Lea.


"Ngelihat bapak-bapak yang ada di halaman rumah pak Rt," jawab Ucup.


"Udalah gak usah ngelihatin mereka mendingan sekarang abang makan." Lea yang menyuruh Ucup untuk segera makan.


"Iya nih abang mau makan tapi sebelum makan abang baca doa dulu." Ucup membaca doa terlebih dahulu sebelum makan.


Mereka makan sebungkus berdua, Lea yang merasa kenyang lalu dia berhenti makan. Ucup melihat ke arah Lea, Lea yang berhenti makan sehingga membuka Ucup bertanya-tanya.


"Kenapa berhenti makannya Lea?" tanya Ucup.


"Aku udah kenyang abang," jawab Lea.


"Apa benar Lea udah kenyang?" Ucup yang berhenti makan menoleh ke arah Lea.


"Benar aku udah kenyang abang," jawab Lea.


"Terus gimana nasi bungkus ini?" tanya Ucup.


"Abang aja yang ngabisin, aku mau cuci tangan dulu dulu." Lea yang beranjak dari tempat duduk nya lalu dia mencuci tangan mengunakan air kran.


"Abang habiskan nasi bungkusnya." Ucup yang kembali melanjutkan memakan nasi bungkus nya.


Setelah selesai makan mereka melihat pak Rt yang membersihkan sampah-sampah yang ada di perkarangan rumahnya. Mereka yang merasa tidak tega melihat pak Rt membersihkan sampah-sampah tesebut sendirian akhirnya mereka membantu pak Rt untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di perkarangan rumah pak Rt.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2