Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Mesin Waktu


__ADS_3

"Definisi sukses itu, saat kamu berhasil melampaui dirimu yang sekarang.Pesaingmu adalah dirimu sendiri, dan patokan suksesmu juga dirimu sendiri.Cobalah seperti itu agar hatimu tidak resah."


"Apa kamu bisa menelpon ayah kamu sekarang?" tanya si ibuk tersebut.


"Bisa sih, lalu kenapa ibuk meminta saya menelpon ayah saya?" tanya Ucup.


"Ibuk mau bicara dengan ayah kamu sekarang soalnya ini penting," jawab si ibuk tersebut.


"Baiklah kalau gitu saya telpon ayah dulu."Ucup meletakkan daun singkong yang sudah dia petik ke tangan sebelah kiri.Tangan kanan Ucup mengambil ponsel yang berada di dalam saku celana training nya. Tangan kanan Ucup telah memegang ponsel.


Ucup lalu mencari kontak telpon ayah.Ucup yang sudah mendapatkan kontak telpon ayah. Ucup segera menghubungi nomor ponsel ayah.


Tuuuttttt.......... Tuuuttttt


"Assalamu'alaikum," kata Ucup.


"Walaikumsalam, ada apa kamu dan Zai nelpon ayah?" tanya ayah.


"Kalau Zai nelpon ayah karena dia ingin mengetahui keberadaan ayah sekarang ini dimana?" tanya Ucup.


"Lagi di rumah pak Budi, kalau kamu ada apa nelpon ayah?" tanya Ayah.


"Ini ada orang yang mau bicara ama ayah," jawab Ucup.


"Siapa orang yang mau bicara ama ayah Ucup?" tanya ayah.


"Ucup gak tahu namanya, tapi orang itu datang kebun kita terus bilang ada yang mau dia bicarakan ama ayah," kata Ucup.


"Aduh siapa ya kira-kira orang itu?" ayah makin penasaran di buat oleh seorang yang mau bicara dengan dia.


"Aku gak tahu ayah, lebih baik ayah bicara langsung ama orang itu." Ucup menyerahkan ponselnya kepada si ibuk tersebut.


"Assalammualaikum pak Jumadi." Si ibuk tersebut mengambil ponsel dari tangan Ucup.


"Walaikumsalam, ibuk siapa?" tanya ayah.


"Saya Ema," jawab ibuk Ema.


"Ibuk Ema yang mana?" tanya pak Jumadi.


"Apa pak Jumadi kenal ama Diman?" tanya ibuk Ema.


"Apa Hardiman nama lengkapnya?" tanya pak Jumadi.


"Iya pak," jawab Ema.


"Ibu Ema siapa pak Hardiman?" tanya pak Jumadi.


"Saya istrinya pak Hardiman," jawab ibuk Ema.


"Ibu Ema mau bicara apa dengan saya?" tanya pak Jumadi.

__ADS_1


"Kapan buah singkong pak Jumadi panen?" tanya ibu Ema.


"Kira-kira sebulan lagi, ada apa ibuk Ema?" tanya pak Jumadi.


"Apa sudah ada yang mau borong singkong pak Jumadi?"tanya ibu Ema.


"Belum, emang kenapa ibu Ema?" tanya pak Jumadi.


"Saya mau memborong buah singkong pak Jumadi, gimana?" tanya ibu Ema.


"Tergantung harganya ibuk Ema," jawab pak Jumadi.


"Kalau begitu lebih baik kita bicara secara langsung.Kapan pak Jumadi punya waktu supaya kita bisa berbicara secara langsung?" tanya ibuk Ema.


"Besok ibu Ema datang saja ke kebun." Pak Jumadi menyuruh ibu Ema untuk datang ke kebun singkong.


"Jam berapa pak Jumadi ada di kebun besok?" tanya ibu Ema.


"Pukul 09.00 wib saya sudah berada di kebun," jawab pak Jumadi.


"Kalau begitu besok saya akan ke sini lagi." Setelah mengatakan itu ibu Ema memberikan ponsel kepada Ucup.


"Baiklah ibu Ema," kata pak Jumadi.


"Yah udah dulu ya." Setelah berbicara Ucup mematikan ponsel nya.


"Terimakasih, kalau begitu ibu pamit dulu." Setelah ibu Ema mengatakan itu dia berjalan pergi meninggalkan Ucup.


Setelah menelpon Ucup lalu Zai memasukkan ponselnya kedalam saku celana nya. Zai berjalan keluar dari kamar, Zai berjalan ke arah dapur.Dia merasa perutnya lapar.Zai yang sudah berada di dapur lalu dia berjalan ke arah meja makan. Zai membuka tudung saji yang berada di meja makan. Zai melihat ada mie goreng dalam piring tersebut.


Zai mengambil piring yang berisi mie goreng dari atas meja tersebut. Zai menutup kembali tudung saji tersebut.Zai membawa sepiring mie goreng di tangan nya. Zai mendudukkan pantatnya di atas kursi tersebut, lalu Zai meletakkan piring yang berisi mie goreng di atas meja. Zai mengambil garpu yang berada di atas meja.


Sebelum makan Zai terlebih dahulu membaca doa sebelum makan.Zai menyuapi mie goreng tersebut dengan mengunakan garpu ke dalam mulut Zai.


Siang Harinya.........


Hari ini Zai merasa bosan di rumahnya, tidak ada yang dia lakukan selain rebahan sambil bermain ponsel. Setelah baterai ponsel Zai lobet karena dari tadi bermain game online. Zai mengchager ponsel di atas meja belajar. Zai melihat ke gitar kesayangannya, dia merasa sudah lama tidak memainkan gitar kesayangan.


Zai mengambil gitar kesayangan yang berada di. samping meja belajarnya. Zai membawa gitar kesayangan ke arah teras rumah. Zai sudah duduk di atas kursi yang berada di teras rumah sekarang Zai sedang memangku gitar kesayangan nya.


Zai memetik senar gitarnya untuk mengetahui bunyi gitarnya, dia merasa ada yang tidak pas bunyi pada gitarnya. Zai menyetel senar gitarnya sampai suara gitarnya berbunyi pas. Setelah merasa bunyi gitar nya pas Zai memulai memainkan gitarnya sambil menyanyikan sebuah lagu


Jreng.......... Jreng


🎵Kalau harus ku mengingatmu lagi


🎵Aku takkan sanggup dengan yang terjadi pada kita


🎵Jika melupakanmu hal yang mudah


🎵Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah

__ADS_1


🎵Kalah, kuakui aku kalah


🎵Cinta ini pahit dan tak harus memiliki


🎵Jika aku bisa, ku akan kembali


🎵Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih


🎵Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau


🎵Membawa kamu lewat mesin waktu


🎵Jika melupakanmu hal yang mudah


🎵Ini takkan berat, takkan membuat hatiku lelah


🎵Panjang perjalanan yang harus kulalui


Merelakanmu


🎵Jika aku bisa, ku akan kembali


🎵Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih


🎵Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau


🎵Membawa kamu lewat mesin waktu, ho-uh-oh


Wo-uh-oh


🎵Jika aku bisa, ku akan kembali


🎵Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih


🎵Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau


Membawa kamu, oh-oh


🎵Jika aku bisa, ku akan kembali


🎵Ku akan merubah takdir cinta yang kupilih


🎵Meskipun tak mungkin, walaupun ku mau


🎵Membawa kamu lewat mesin waktu


Saat Zai sedang bermain gitar sambil bernyanyi, Lea yang akan masuk ke gerbang rumah memberhentikan motornya lalu dia mematikan motornya.Lea mendengarkan Zai sedang menyanyikan sebuah lagu sambil bermain gitar lalu dia menoleh ke arah Zai.


Lea melihat Zai begitu menghayati saat bermain gitar sambil menyanyikan lagu tersebut. Ketika Lea mendengar lagu yang di nyanyikan oleh Zai, dia mulai teringat akan kenangannya bersama Zai. Dulu Lea suka bernyanyi di iring oleh Zai, walaupun Zai mengatakan Lea itu lebih baik diam dari pada bernyanyi tapi tetap saja Lea bernyanyi di dengan diiringi oleh gitar kesayangan Zai.


Lea berharap suatu hari natik bisa bernyanyi dengan di iringi oleh gitar kesayangan Zai.Tapi ntah kapan semua itu akan terjadi, dengan sikap Zai yang selalu mengabaikan dan cuekin Lea. Sehingga akhirnya Lea mulai lelah dan menjauh ama Zai.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2