Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Ngantuk


__ADS_3

"Happy new year, semoga keinginan dan cita-citanya bisa tercapai, kalo kamu bingung mau jadi apa, jadi belahan jiwa Ry aja gimana? "


Ucup mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Dia sengaja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa segera sampai ke rumahnya. Setelah mengendarai motornya Ucup pun tiba di depan rumahnya yang tampak sudah sepi. Ucup memikirkan motornya di depan rumah nya.


Setelah itu Ucup turun dari motornya, dia berjalan ke arah pintu rumah. Ucup yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.


Tok.............. Tok


"Assalamu'alaikum." Ucup mengetuk pintu rumah sambil mengucapkan salam.


"Ayah ibu, buka pintunya." Ucup berteriak meminta ayah ibu untuk membuka pintu rumahnya.


Ucup terus saja berteriak sampai tiga kali memanggil ayah ibunya.Ucup berdiri di depan pintu rumah sambil menunggu ayah ibu membuka pintu rumah. Ucup sudah menunggu kira-kira lima menit tetapi pintu rumah belum juga di buka oleh ayah ibu.


Ucup teringat bahwa dia memiliki kunci rumahnya, Ucup mengeluarkan gantungan kunci yang berada di saku celananya. Di gantungan kunci tersebut terdapat kunci motor berserta kunci rumahnya. Ucup membuka pintu rumah mengunakan kunci tersebut. Ucup membuka pintu rumah tersebut. Ucup memasukkan motornya ke dalam ruangan tamu.

__ADS_1


Setelah motor Ucup berada di ruangan tamu, dia menutup pintu rumah setelah itu Ucup mengunci pintu rumahnya. Ucup berjalan ke arah kamarnya, saat Ucup sudah berada di depan pintu kamarnya. Ucup merasa haus lalu dia berjalan ke arah dapur. Sesampainya Ucup di dapur dia berjalan ke arah kulkas.


Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kulkas lalu dia membuka pintu kulkas tersebut. Dia mengambil sebuah botol yang berisi air putih. Ucup membuka tutup botol tersebut lalu dia segera menimun air yang berada di dalam botol tersebut hanya dengan sekali teguk.


Ucup yang sudah selesai menghabiskan air yang berada di dalam botol tersebut lalu dia menutup pintu kulkas tersebut. Ucup meletakkan botol kosong tersebut di wastafel tersebut.


"Abang sedang ngapain?" Zai yang sudah berada di dapur melihat ke arah Ucup yang sedang berdiri di depan wesatef.


"Meletakkan botol kosong." Ucup menoleh ke arah suara tersebut.


"Ooo.... begitu," kata Zai.


"Aku mau ke kamar mandi." Zai yang berjalan ke arah kamar mandi.


"Lah malam-malam kamu mau mandi," kata Ucup.

__ADS_1


"Aku buka mau mandi abang." Zai yang sudah berada di depan pintu kamar mandi.


"Terus mau ngapain kamu ke pasar?" tanya Ucup.


"Aku kebelet mau buang air kecil." Zai membuka pintu kamar mandi, setelah pintu tersebut terbuka Zai berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Ucup melihat ke arah Zai yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Kamu mau kemana?" tanya Ucup


"Aku mau balik kekamar soal aku dah ngantuk." Zai yang menguap karena merasakan kantuk.


"Kamu gak mau minum dulu?" tanya Ucup.


"Gak, aku kekamar dulu ya abang." Zai meninggalkan Ucup yang masih berada di dapur tersebut.

__ADS_1


Setelah Zai pergi dari dapur, Ucup berjalan ke arah kamar mandi. Ucup masuk ke dalam kamar mandi, dia buang air besar setelah itu dia mengambil air wudhu. Setelah selesai mengambil air wudhu Ucup berjalan ke arah kamar Ucup.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2