
"Wanita itu seperti kopi, jika kau abaikan maka dia akan dingin begitu pula dengan rasanya."
"Apa abang udah coba telpon Aska?" tanya Lea.
"Belum Lea," jawab Ucup.
"Kenapa abang tidak coba telpon Aska?"tanya Lea.
"Gak punya nomor Aska. Apa Lea punya nomor Aska?" tanya Ucup.
"Punya, abang mau di sini atau masuk dulu kedalam?" tanya Lea.
"Abang di sini aja, emang kenapa Lea?" tanya Ucup.
"Aku mau ngambil ponsel dulu di dalam kamar, jadi sebaiknya abang duduk dulu di kursi itu." Lea yang menyarankan Ucup untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.
" Iya Lea." Ucup berjalan ke arah kursi yang berada di teras rumah Lea, lalu dia duduk di kursi tersebut.
Lea yang berjalan masuk ke dalam rumahnya, Lea berjalan ke arah tangga yang ada di rumahnya. Saat Lea mau menaiki tangga tersebut seseorang memanggil Lea.
"Non Lea mau kemana?" Bibik yang berada di samping Lea.
"Mau ke kamar, bibik tolong buatin dua gelas jus jeruk setelah itu antar ke teras." Lea yang berjalan menaiki tangga rumahnya.
"Jus jeruknya untuk siapa?" tanya bibik.
"Untuk aku dan abang Ucup." Lea yang membalikkan badannya melihat ke arah bibik.
"Kalau begitu bibik ke dapur dulu mau membuat jus jeruk." Bibik yang berpamitan ama Lea setelah itu dia berjalan ke arah dapur.
Lea membalikkan badannya lalu dia berjalan menaiki tangga, setelah sampai di lantai atas dia berjalan ke arah kamarnya. Dia yang sudah tiba di depan pintu kamarnya lalu membukakan pintu kamarnya, dia berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Lea mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidur, dia berjalan sambil membawa ponsel di tangannya melewati pintu kamarnya. Lea berjalan menuruni tangga rumahnya, setelah itu dia berjalan ke arah teras rumahnya.
"Maaf udah buat abang jadi lama menunggu." Lea yang sudah berada di teras rumahnya.
"Gak apa-apa, berapa nomor ponsel Aska Lea?" Ucup yang melihat ke arah Lea.
"0831XXXXXXXX." Lea memegang ponselnya lalu dia melihat mencari kontak nama Aska di ponselnya. Dia melihat kontak nama Aska di ponsel tersebut lalu dia menyebut nomor ponsel Aska kepada Ucup.
Ucup mengeluarkan ponsel dari saku celana, saat Lea menyebutkan nomor ponsel Aska. Ucup segera mengetik nomor ponsel Aska di dalam ponselnya. Setelah mendapatkan nomor ponsel Aska Ucup menghubungi nomor ponsel Aska.
Lea melihat ke arah Ucup yang sedang menghubungi nomor ponsel Aska.
"Kenapa abang?"tanya Lea.
"Eh Itu Lea." Ucup yang terlihat malu untuk mengatakannya kepada Lea.
"Itu apa abang?" Lea yang berjalan menghampiri Ucup yang berdiri di kursi yang ada di teras.
"Abang malu mau ngomong ama Lea." Ucup yang wajahnya tertunduk malu.
"Kenapa harus malu sih abang?" Lea yang sudah berdiri di samping Ucup, lalu dia mengambil ponsel Ucup dari tangan Ucup. Lea menghubungi nomor ponsel Aska mengunakan ponsel Ucup.
__ADS_1
Saat Lea menghubungi nomor kontak Aska mengunakan ponsel Ucup lalu terdengar suara.
Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan, segera lakukan pengisian pulsa.
"Kenapa abang gak ngomong dari tadi?" Lea mengembalikan ponsel tersebut kepada Ucup.
"Abang kan malu Lea." Ucup yang mengambil ponsel tersebut dari tangan Lea.
"Abang gak perlu malu ama Lea, kalau gitu pakai ponsel Lea aja nelpon Aska." Lea yang menghubungi nomor kontak Aska mengunakan ponselnya.
Tuuutt........Tuuutt
π"Halo Aska," kata Lea.
π"Halo, tumben nelpon aku. Ada apa Le?" tanya Aska.
π"Nih ada yang mau ngomong ama kamu." Lea menyerahkan ponselnya kepada Ucup.
π"Siapa Le?" Aska yang sedang berpikir.
π"Assalamualaikum Aska." Ucup mengambil ponsel tersebut dari tangan Lea.
π"Walaikumsalam, kamu siapa?" tanya Aska.
π"Ini abang Ucup Aska," jawab Ucup.
π"Abang Ucup siapa ya?" Aska yang mencoba mengingat-ingat nama Ucup.
π"Abangnya Zai, apa kamu ingat?" tanya Ucup.
π"Masih mudah udah pelupa kamu." Ucup yang mencibir Aska.
π"Aku bukan lupa abang Ucup tapi tidak ingat." Aska yang mencoba membela dirinya.
π"Ckckck apa bedanya lupa ama tidak ingat itu Aska?" tanya Ucup.
π"Ya bedalah abang dari penulisnya aja udah beda." Aska yang terus saja ngeles.
π"Aska lupa dan tidak ingat itu sama saja artinya." Ucup yang berbicara dengan suara yang tegas.
π"Hahahaha, eh ternyata sama aja ya artinya abang." Aska yang tertawa saat dia baru menyadari bahwa lupa dan tidak ingat itu artinya sama saja.
π"Sudah gak usah di bahas lagi, apa Zai ada ama kamu?" tanya Ucup.
π"Gak ada, emang kenapa abang?" tanya Aska.
π"Dari tadi sore dia pergi sampai sekarang di belum pulang," jawab Ucup.
π"Jadi Zai belum sampai sekarang abang?" tanya Aska.
π"Belum, tadi dia Izin ama ibu main kerumah temannya," jawab Ucup.
π"Tadi sore Zai emang main kerumah aku abang Ucup," kata Aska.
__ADS_1
π"Terus dimana Zai sekarang?" tanya Ucup.
π"Gak tahu abang," jawab Aska.
π"Loh kok gak tahu sih, tadi dia main kerumah kamu." Ucup yang di buat binggung ama perkataan Aska.
π"Itu kan tadi, lagian dia udah pulang abang," kata Aska.
π"Kapan dia pulang?"tanya Ucup.
π"Kira-kira 15 menit yang lalu abang," jawab Aska.
π"Ya sudah kalau begitu, terimakasih." Ucup yang mematikan panggil telponnya.
π"Sama-sama abang, ya udah di matiin aja panggil telponnya," kata Aska.
Ucup memberikan ponsel tersebut kepada Lea.
"Terima kasih Lea," kata Ucup.
"Sama-sama abang." Lea mengambil ponsel dari tangan Ucup.
Bibik berjalan menghampiri Ucup dan Lea yang berada di teras rumha Lea.
"Ini silahkan diminum non Lea dan aden Ucup." Bibik meletakan dua gelas yang beris jus di atas meja.
"Iya, terima kasih bibik." Lea duduk di kursi yang berada di samping meja.
"Kalau begitu bibik pamit ke dapur dulu non Lea dan aden Ucup permisi." Bibik berjalan sambil membawa nampan di tangannya.
"Silahkan di minum abang," kata Lea.
"Iya, glug.....glug." Ucup mengambil gelas yang berisi jus jeruk dari atas meja lalu dia meminum jus jeruk tersebut.
"Apa Aska tahu dimana Zai abang?" tanya Lea.
"Tadi dia di rumah Aska kira-kira 15 menit tadi udah pulang." Ucup yang sudah selesai minum jus jeruk lalu meletakan gelas tersebut di atas meja.
"Berarti Zai lagi otw abang," kata Lea.
"Semoga aja dia langsung pulang kerumah tidak mampir ketempat lain lagi," kata Ucup.
"Iya,"kata Lea.
"Terimakasih Lea." Ucup yang menatap Lea.
"Sama-sama, Apa abang mau aku maafkan?" tanya Lea.
"Mau, abang bersedia melakukan apa saja agar Lea mau memaafkan abang" Ucup yang bersungguh-sungguh akan melakukan apapun agar mendapatkan maaf dari Lea.
"Apa benar abang bersedia melakukan apapun untuk aku?"tanya Lea.
"Iya, apa yang bisa abang lakukan untuk Lea?" tanya Ucup.
__ADS_1
...~Bersambung~...