
"Selamat tahun baru, tenang aja yang ganti cuman tahun kok.Bukan perasaan aku ke kamu."
Ayah berjalan ke arah kamar Ucup, saat ayah melewati ruangan keluarga. Ayah berpapasan dengan Zai yang sedang berjalan ke arah ruangan keluarga sambil mengalunkan handuk di lehernya.
"Selamat pagi ayah." Zai berhenti berjalan, dia sudah berdiri di hadapan ayahnya.
"Selamat pagi, tumben Zai udah bangun." Ayah berdiri di hadapan Zai sambil menoleh ke arah Zai.
"Ayah mau kemana?" Zai yang melihat ayah yang mengenakan baju koko, kain sarung dan peci di kepalanya.
"Ke kamar Ucup," jawab ayah.
"Kenapa ayah mau kekamar abang Ucup?" Zai yang penasaran karena tidak biasanya ayah pergi kekamar Ucup.
"Dari tadi ayah belum melihat Ucup," jawab ayah.
"Apa abang Ucup belum bangun?" tanya Zai.
"Ayah tidak tahu, makanya itu ayah mau pergi kekamar Ucup." Ayah berjalan melewati Zai yang masih berdiri di situ.
"Lagian aku juga mau mandi ayah." Setelah ayah berjalan pergi, lalu Zai juga berjalan ke arah kamar mandi.
Ayah sudah berada di depan pintu kamar Ucup, ayah berdiri di depan pintu kamar Ucup sambil mengetuk pintu kamar Ucup.
Tok........ Tok
"Ucup,"kata ayah.
" Ucup buka pintu ini ayah." Ayah berteriak agar Ucup mendengarkan suara ayah.
Ayah masih berdiri di depan pintu kamar Ucup, karena Ucup tidak juga membuka pintu kamarnya sehingga ayah membuka pintu kamar Ucup.
Ceklek........... Ceklek
Ayah sudah membuka pintu kamar Ucup, ayah berjalan masuk ke dalam kamar Ucup. Saat ayah sudah berada di dalam kamar Ucup, ayah menoleh ke arah tempat tidur. Ayah melihat Ucup yang masih berbaring di atas tempat tidur. Ayah berjalan ke arah tempat tidur.
Saat ayah sedang berjalan ke arah tempat tidur, ayah mendengar suara Ucup yang sedang berbicara.
"Ucup sudah bangun?" Ayah yang sudah berdiri di samping tempat tidur Ucup.
__ADS_1
Ucup tidak menjawab pertanyaan ayah, ayah melihat ke arah Ucup yang matanya masih tertutup tetapi Ucup yang terus saja berbicara. Ayah juga melihat wajah Ucup yang tampak begitu bahagia saat berbicara.
Ayah berpikir bahwa Ucup sedang bermimpi, ayah mencoba membangunkan Ucup yang sedang tertidur.
"Ucup bangun" Ayah memegang kaki Ucup sambil menggoyangkannya.
Ucup yang berada di dalam mimpi masih asik menangkap ikan. Tiba-tiba saja Ucup merasa ada yang memegang kakinya sambil memanggil namanya. Ucup membuka ke dua mata lalu dia segera duduk di atas tempat tidur.
"Ikan aku mana?" Ucup menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan ikannya.
Plak...... Plak
"Ikan apa Ucup?" Ayah sengaja menepuk bahu Ucup agar Ucup tersadar.
"Aww, ikan yang aku tangkap tadi ayah." Ucup meringis kesakitan karena ayah cukup kuat memukul bahunya.
"Ucup Ucup Ucup, tidak ada ikan yang kamu tangkap semua itu hanya mimpi." Ayah mengelengkan kepalanya setelah mengetahui bahwa Ucup tadi sedang bermimpi menagkap ikan.
"Itu tidak mungkin mimpi ayah, aku merasakan tadi itu nyata." Ucup yang tidak bisa menerima perkataan ayahnya bahwa semua itu mimpi, Ucup merasa yakin bahwa yang dia alami tadi itu tidak mimpi melainkan nyata.
"Tidak Ucup yang tadi itu hanya mimpi." Ayah mencoba menyakinkan Ucup bahwa yang tadi dia alami itu hanya mimpi.
"Apa Ucup ada kuliah pagi ini?" Ayah sengaja mengalihkan topik pembicaraan agar tidak berdebat ama Ucup.
"Ada, ini udah jam berapa ayah?" tanya Ucup.
"Pukul 06.15 wib," jawab Ayah.
"Apa? ayah tidak salah ngomong kan." Ucup yang terkejut setelah mengetahui jam.
"Tidak kalau Ucup gak percaya lihat aja tuh." Ayah menujukan Jari-jari nya ke arah jam dinding ya g terpasang di dinding kamar Ucup.
"Astagfirullah, aku udah kesiangan nih." Ucup segera turun dari tempat tidur. Setelah itu Ucup segera berjala ke arah belakang pintu kamarnya. Ucup mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya. Dia segera berlari sambil membawa handuk di tangan kanan nya.
Ayah yang melihat Ucup berlari pergi meninggalkan kamar nya lalu ayah berjalan ke arah pintu kamar Ucup. Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. Ucup berusaha membuka pintu kamar mandi ternyata pintu kamar mandi di kunci dari dalam oleh seorang yang berada di dalam kamar mandi.
Tok...... Tok
"Buka pintunya." Ucup mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Cepat mandi." Ucup yang berteriak dari luar kamar mandi.
Ibu yang sedang berada di dapur mendengar teriakan Ucup. Ibu menghampiri Ucup yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Ada apa Ucup? pagi-pagi sudah teriak"Ibu yang berdiri di samping Ucup.
"Eh ibu, siapa yang ada di dalam kamar mandi?" Ucup menoleh ke arah suara tersebut, dia melihat ibu yang sudah berdiri disampingnya.
"Zai, kenapa Ucup?" tanya ibu.
"Zai cepatan mandinya jangan kayak cewek aja." Ucup yang berteriak dari luar kamar mandi.
Sedangkan Zai yang berada di dalam kamar mandi sengaja berlama-lama mandinya. Dia ingin membuat Ucup semakin kesal.
"Ucup jangan teriak telinga ibu sakit." Ibu yang merasa telinganya sakit mendengarkan teriakan Ucup yang berada di sampingnya.
"Maafkan aku ibu." Ucup merasa menyesal karena telah berteriak-teriak akhirnya dia meminta maaf kepada ibu, dia juga berbicara dengan lemah lembut kepada ibunya.
"Iya sudah ibu maafkan tapi jangan di ulangi lagi, adek cepatan mandinya entar terlambat ke sekolah." Ibu melihat ke arah Ucup, dia merasa tidak tega lalu dia berbicara dari depan pintu kamar mandi kepada Zai.
Setelah itu pintu kamar mandi terbuka, Zai berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Ucup berjalan buru-buru melewati Zai. Ucup segera masuk ke dalam kamar mandi lalu dia menutup pintu kamar mandinya.
"Adek ngapain lama di dalam kamar mandi?" tanya ibu.
"Mandi ibu." Zai memiringkan badannya agar bisa berhadapan dengan ibunya.
"Kenapa adek mandinya lama?" Ibu yang merasa bahwa Zai mandinya lama.
"Biar bersih ibu," jawab Zai.
"Adek mandinya lama kayak cewek aja." Setelah berbicara ibu berjalan pergi meninggalkan Zai.
"Emang cuma cewek aja yang boleh lama mandinya?" Zai yang melihat ke arah punggung ibu nya.
Ibu yang terus saja berjalan tanpa menjawab pertanyaan Zai. Setelah itu Zai berjalan ke arah kamarnya. Ucup yang berada di dalam kamar mandi segera mandi. Setelah selesai mandi Ucup segera keluar dari kamar mandi. Ucup berjalan ke arah kamarnya. Saat berjalan melewati kamar kedua orang tuanya. Pintu kamar tersebut terbuka ayah keluar dari kamar tersebut.
"Cepat sekali mandinya Ucup?" Ayah melihat Ucup yang hanya mengenakan handuk di pinggang nya.
"Aku mandi bebek ayah." Ucup berjalan melewati ayahnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...