Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Kamu Nanya Bertanya-tanya


__ADS_3

"Tahu gak?


Kenapa pensil di gunakan oleh anak-anak?


Untuk memberi tahu bahwa kesalahan masih bisa di perbaiki.


Kenapa pena di gunakan oleh orang dewasa?


Untuk mengingatkan bahwa mereka tidak lagi muda untuk mengulangi kesalahan yang pernah di buat."


Zai yang telah berhenti bermain gitar lalu dia melihat ke arah depan. Saat Dia melihat ke arah depan dia melihat Lea yang juga melihat ke arah sehingga mereka saling menatap. Zai segera berdiri dari kursi lalu dia meletakkan gitar kesayangan di atas kursi tersebut.


Zai berlari begitu saja tanpa memakai alas kaki ke arah Lea. Lea yang melihat Zai berlari ke arah dia. Lea segera memanggil pak satpam untuk membuka pintu gerbang rumahnya.


"Pak satpam buka pintunya." Lea yang berteriak supaya pak satpam membuka pintu gerbang rumahnya.


"Pak satpam." Lea yang terus saja berteriak memanggil pak Satpam.


"Bisa kita Lea?" Zai yang sudah berada di hadapan Lea.


"Kamu mau bicara apa ama aku?" Lea yang berbicara dengan nada yang ketus kepada Zai.


"Aku ingin tanya, kenapa kamu menjauhi aku?" tanya Zai.


"Kamu nanya bertanya-tanya," jawab Lea.


"Ya ampun, kamu bisa serius dikit gak sih Lea." Zai yang mendengar perkataan Zai merasa kesal lalu dia menjambak rambutnya sendiri.


"Ya elah dari tadikan aku udah serius." Lea berbicara tanpa merasa bersalah sedikit pun kepada Zai.


"Aku serius nih cepat kamu jawab pertanyaan aku yang tadi." Zai menatap ke arah Lea dengan tatapan yang tajam seperti sedang mengintimidasi Lea.


"Pertanyaan kamu yang mana?" Lea bertanya dengan wajah tanpa dosa.


"Aku tanya sekali lagi, awas aja jawab kamu kayak tadi lagi. Kenapa kamu menjauhi aku?" Zai berbicara dengan suara yang tegas sambil mengacam ke arah Lea.


"Bukannya kamu dulu yang menjauh dari aku?" tanya Lea.


"Itu tidak benar, aku tidak pernah menjauh dari kamu, justru kamu yang sudah menjauh dari aku." Zai berbicara dengan suara yang tegas dan lantang.

__ADS_1


"Heleh gak ngakukan kamu, sudah jelas-jelas kamu yang ngejauhin aku terlebih dahulu." Lea yang masih ngotot berbicara ama Zai bahwa Zai yang terlebih dahulu menjauh dari Lea.


"Itu cuma perasaan kamu aja." Zai yang sama sekali tidak merasa bersalah.


"Iya perasaan aku, aku emang merasa kamu menjauh dari aku, terus apa salah kalau aku juga bersikap seperti itu ke kamu?" tanya Lea.


"Jelas salah, karena aku tidak pernah menjauh dari kamu tetapi sebaliknya kamu yang menjauh dari aku," kata Zai.


"Apa sikap kamu yang cool dan cuek banget ke aku itu bukan termasuk menjauh dari aku?" Lea yang menatap ke arah wajah Zai.


"Bukan, kamu kan udah tahu dari dulu sikap aku itu emang kayak itu.Terus kenapa baru sekarang kamu mempermasalahkan itu?" tanya Zai.


"Ah sudah lah aku malas bicara ama kamu, pak satpam buka pintunya." Setelah berbicara kepada Zai, Lea berteriak memanggil Pak Satpam.


"Mau sampaikan kamu terus menghindari aku, aku pengen semua kesalah pahaman ini berakhir Lea." Zai yang menatap ke arah Lea, dia menatap Lea dengan tatapan penuh harapan.


"Aku merasa percuma saja kalau kita bicara seperti ini, karena salah satu di antara kita juga tidak ada yang mau mengalah," kata Lea.


"Itu karena kamu egois," kata Zai.


"Kamu itu juga gak ngaca kalu kamu itu egois." Lea yang mendengar Zai mengatakan dia egois spontas saja emosi Lea menjadi naik. Lea merasakan tidak Terima kalau Zai mengatakan dia egois.


"Sudah tidak ada lagi yang mau kota bicarakan sebaiknya kamu pergi dari sini." Lea mengusir Zai untuk pergi dari depan gerbang rumahnya.


"Kamu ngusir aku?" tanya Zai.


"Iya tuh tahu," jawab Lele.


"Kenapa kamu berubah seperti ama aku?" Zai menatap Lea dengan tatapan yang sendu.


"Aku berubah itu karena kamu." Lea yang berbicara dengan lantang kepada Zai.


"Lah kenapa aku?"Zai yang menunjukkan jarinya ke arah dirinya sendiri.


"Mulai sekarang itu aku akan bersikap tergantung kepada orang itu bersikap seperti apa kepada aku," kata Lea.


"Maksud kamu?" Zai yang belum mengerti maksud dari perkataan Lea.


"Kalau kamu bersikap cuek ama aku maka aku juga bersikap cuek ama kamu, begitupun sebaliknya kalau kamu perhatian ama aku maka aku juga akan bersikap perhatian ama kamu." Lea yang menjelaskan perkataan nya kepada Zai.

__ADS_1


Malam Harinya.........


Selesai makan malam tidak seperti biasanya Zai duduk di kursi yang berada di depan teras sambil melihat ke arah rumah Lea. Ucup yang berjalan sambil membawa segelas kopi ke arah teras rumahnya. Ucup yang sudah berada teras rumah lalu dia berjalan ke arah Zai.


Ucup meletakkan segelas kopi di atas meja yang berada di sampai Zai.Lalu setelah itu Ucup duduk di kursi yang berada di samping meja tersebut. Ucup menoleh ke arah Zai, yang terlihat melihat ke arah rumah Lea.


"Dek." Ucup memanggil Zai.


"Apa abang?" Zai yang menjawab panggilan Ucup tetapi mata Zai masih saja melihat ke arah rumah Lea.


"Abang perhatikan dari tadi kamu kok ngeliatin rumah Lea terus, ada apa?" Ucup terlihat penasaran dengan Zai yang dari tadi pandangnya melihat ke arah rumah Lea.


"Abang kenapa sih cewek itu sulit sekali di mengerti?" tanya Zai.


"Apa kamu lagi ada masalah ama Lea?" tanya Ucup.


"Ntalah aku juga bingung abang." Zai mengangkat bahunya.


"Coba kamu ceritakan kepada abang tentang masalah kamu dengan Lea." Ucup meminta Zai untuk menceritakan masalah dengan Zai.


"Baiklah abang." Zai yang sedang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya memutuskan untuk menceritakan masalah kepada Ucup. Zai berharap agar Ucup bisa memberikan solusi sehingga dia dan Lea bisa seperti dulu.


Ucup yang sedang mendengar cerita dari Zai mulai mengerti dengan perubahan sikap Lea kepada Zai. Ucup ingin sekali memukul kepala Zai karena sudah bersikap seperti itu kepada Lea. Tetapi dia tidak mukin melakukan itu kepada adeknya tersayang walaupun adeknya itu juga menyebalkan sekali.


Zai sudah selesai bercerita kepada Ucup, Zai melihat ke arah Ucup. Ucup yang sudah selesai mendengar Zai bercerita sedang memikirkan ide untuk membuat Lea dan Zai bisa kembali seperti dahulu.


"Abang." Zai memanggil Ucup.


"Iya Zai." Ucup yang menjawab panggil Zai.


"Menurut abang siapa yang salah?" tanya Zai.


"Kamu," jawab Ucup.


"Lah kok aku sih yang salah jelas-jelas Lea yang salah. Sekarang aku tanya adek abang itu aku atau Lea sih?" tanya Zai.


"Ya kamu lah," jawab Ucup.


"Lah terus kenapa abang belain Lea dari pada aku?" tanya Zai.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2