Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Segini Dapat Apa


__ADS_3

"Tetep menyayangi walaupun pernah disakiti itulah Kesetiaan.Tetap mengasihi walaupun sering diabaikan itulah Ketulusan."


"Itu bunyi klaskon motor siapa? pagi-pagi sudah berisik aja," kata ayah.


"Tidak tahu, biar aku lihat dulu." Zai berdiri dari kursinya lalu dia berjalan meninggal dapur. Zai berjalan ke arah pintu rumahnya. Zai yang sudah berada di ruangan tamu.


"Assalamu'alaikum." Seorang cowok yang berada di atas motor nya sedang duduk. Motor tersebut yang sudah terpakir di depan rumah Zai.


"Waalaikumsalam." Zai berjalan ke arah jendela rumah nya, saat Zai sudah berada di depan jendela rumahnya dia menyibak kain gorden jendela nya. Zai melihat seorang cowok yang sedang duduk di atas motor. Si cowok tersebut mengunakan seragam sekolah yang sama kayak Zai hanya saja si cowok tersebut memakai helem sehingga Zai tidak bisa mengetahui wajah si cowok tersebut.Zai melihat ke arah motor yang sedang di duduki oleh si cowok tersebut. Zai mengenali motor yang terpakir di depan rumahnya.


Motor yang terpakir di depan rumah Zai ialah motor milik Aska. Zai buru-buru menutup kembali kain gorden jendela tersebut lalu Zai berjalan ke arah pintu rumahnya.


" Zai." Aska membuka kaca helemmya sambil melihat ke arah rumah Zai.


"Iya, ada apa Aska?" Zai membuka pintu rumah nya lalu dia berjalan keluar dari pintu tersebut. Zai sudah berdiri di depan teras rumahnya.


"Ayo kita berangkat ke sekolah!" Ajak Aska.


"Tunggu aku ambil tas dulu dan pamit ama kedua orang tua." Setelah berbicara kepada Aska, Zai berjalan masuk kedalam rumahnya. Zai berjalan ke arah kamarnya sesampainya Zai di depan pintu kamarnya dia membuka pintu kamarnya. Zai berjalan masuk ke dalam kamarnya. Zai mengambil tas yang berada di meja belajar setelah itu Zai berjalan keluar dari kabarnya.


Saat Zai sudah keluar dari kamarnya dia berpapasan dengan ayah.


"Ada siapa di luar Zai?" Ayah berdiri di depan Zai.


"Aska ayah," jawab Zai.


"Jadi Aska sudah datang buat jemput Zai," kata ayah.


"Iya ayah, aku pamit ke sekolah dulu ayah." Zai menyalim punggung tanga ayah.


"Iya Zai," kata ayah.

__ADS_1


"Uang jajan aku mana ayah?" Zai mengulurkan tangannya ke arah ayah, Zai sengaja mengulurkan tangannya ke arah ayahnya. Dia meminta uang jajan kepada ayahnya.


"Sana minta ama ibu." Ayah menyuruh Zai meminta uang jajan kepada ibu.


"Ibu ada dimana ayah?" tanya Zai.


"Ibu ada di kamar," jawab ayah.


"Baiklah aku kesana dulu ayah." Zai berjalan ke arah kamar kedua orang tuanya.


Zai yang sudah berada di depan pintu kamar kedua orang tuanya. Melihat pintu kamar kedua orangtuanya terbuka Zai masuk begitu saja ke dalam kamar kedua orang tuanya.


"Astagfirullah adek." Ibu yang terkejut melihat Zai yang masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya tanpa mengucapkan salam.


"Lah ibu kenapa kaget?" Zai yang melihat wajah ibu yang seperti orang terkejut.


"Adek kalau mau masuk ke kamar itu ketuk dulu pintu atau ngucapkan salam." Ibu memberitahu kepada Zai kalau mau masuk ke kamar atau ke rumah harus mengetuk pintu terlebih dahulu atau mengucapkan salam agar orang yang berada di kamar atau rumah tersebut tidak terkejut.


"Iya lain kali aku gak kayak gitu ibu." Zai yang berbicara tanpa merasa bersalah.


" Nih aku mau berangkat sekolah." Zai menyalim punggung tangan ibunya.


"Ya sudah belajar yang pintar, mau uang jajan minta ama ayah." Ibu yang langsung mengerti bahwa Zai akan meminta uang jajan. Ibu menyuruh Zai untuk meminta uang jajan kepada ayah.


"Tapi kata ayah suruh minta ama ibu." Zai yang terlihat bingung karena ayah menyuruh Zai minta uang jajah kepada ibu sebaliknya ibu menyuruh Zai untuk minta uang jajan kepada ayah.


"Ibu gak ada uang sana minta ayah kamu." Ibu kembali menyuruh Zai untuk meminta uang kepada ayahnya.


"Baiklah, aku minta uang ama ayah dulu ibu." Zai berjalan dengan lesu karena tidak mendapatkan uang jajan dari ibu, ibu yang malah menyuruh Zai untuk meminta uang jajan kepada ayah.


Zai berjalan keluar dari kamar kedua orang tuanya dengan lesu, Zai sudah berada di ruangan tamu tetapi tidak melihat ayah. Lalu Zai mendengar suara ayah yang sedang berbicara dengan Aska. Zai segera berjalan ke arah teras rumah. Zai sudah berada di teras rumah menghampiri ayah yang sedang terduduk di kursi yang berada di teras tersebut.

__ADS_1


"Ayah kata ibu minta uang jajan ama ayah." Zai yang sudah berdiri di sampai ayah, dia mengulurkan tangan ke arah ayah dengan telapak tangan Zai yang berada di hadapan ayah.


"Jangan ayah bilang ke aku kalau ayah juga gak ada uang," kata Zai.


"Lalu ayah menyuruh Zai untuk minta uang jajan kepada ibu, kalau itu yang mau ayah sampai kan aku gak mau. Soalnya aku udah capek di suruh kesana kemari, aku merasa seperti bola yang di opor oleh ayah dan ibu."Zai yang berbicara panjang lebar kepada ayah, ayah hanya bisa terdiam saat mendengarkan yang Zai bicarakan panjang lebar. Zai yang biasanya lebih banyak diam tetapi pagi ini Zai begitu banyak bicara sehingga membuat ayah merasa pusing.


Ayah hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan Zai, karena semua yang Zai katakan itu akan ayah sampai kan kepada Zai. Ayah yang sedang memikirkan bagaimana Zai bisa tahu tentang apa yang ingin ayah katakan kepada Zai.


" Pasti ayah sedang bepikir kenapa aku bisa berbicara seperti itu kepada ayah?" tanya Zai.


"Nah kamu kok bisa tahu semua hal itu?" ayah yang menoleh ke arah Zai dengan tatapan yang penasaran.


"Ya tahukan aku banyak makan tahu tempe." Zai yang sengaja berbicara seperti itu kepada ayah nya.


"Apakah masih lama Zai?" Aska yang melirik ke arah ayah dan anak tersebut, mereka yang berdiri di teras rumah nya.


"Tunggu sentar lagi." Zai yang berteriak kepada Aska.


"Nunggu apa lagi?" tanya Aska.


"Nunggu uang jajan aku." Zai yang sengaja berbicara kepada Aska seperti itu di hadapan ayah.


"Emang uang jajan kamu belum di kasih?" tanya Aska.


"Belum, nih aku lagi minta uang jajan ama ayah." Zai yang melirik ke arah ayahnya.


"Ya udah aku tungguin nih," kata Aska.


"Ayah cepatan kasih aku uang jajan, tuh lihat kasihan Aska nungguin aku dari tadi." Zai yang membujuk ayah untuk cepat memberikan uang jajan kepadanya karena Aska sudah menunggu Zai dari tadi.


"Nih uang jajan buat kamu." Ayah mengeluarkan selembar uang kertas dari saku celana lalu ayah memberikan kepada Zai.

__ADS_1


"Kok cuma segini, ini dapat apa ayah?" Zai melihat ke arah selembar uang yang berada di tangan ayah.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2