Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Kelaparan Atau Doyan?


__ADS_3

"Menjalani hidup itu memang harus sabar, kalau sabar natik tidak dapat apa-apa. Sabar aja dulu, jalanin aja dulu. Terima takdirnya, Terima apa yang harus dilalui, nantik sadar dan tahu maksudnya apa. Kenapa harus melalui jalan ini, kalaupun sudah sabar tapi rasanya tetap berat tidak apa-apa. Dirimu selalu tahu kapan harus berhenti dan putar arah mencari jalan yang lain."


"Ntlah abang." Zai membalikan badan lalu dia mengangkat bahunya.


"Kalau gitu abang cari sesuatu dulu buat di masak." Ucup yang kembali melihat ke arah emari tersebut, tangan dia memeriksa bagian dalam lemari untuk menemukan sesuatu.


"Emang abang dari tadi cari apa?" Zai yang terlihat begitu penasaran.


"Nah ketemu juga." Ucup menemukan dia bungkus mie instan dari dalam lemari tersebut.


"Oo..... jadi yang dari tadi abang itu cari mie instan." Zai melihat Ucup yang memegang dia bungkus mie instan.


"Iya, abang lagi pengen makan mie instan, apa kamu mau?" tanya Ucup.


"Mie mau abang masak apa?" tanya Zai.


"Mie rebus, kamu mau pedes atau tidak pedas?" tanya Ucup.


"Pedas abang," jawab Zai.


"Kamu mau pakai telur atau tidak?" tanya Ucup.


"Kalau abang pakai telur atau gak?" tanya Zai.


"Pakai telur dong biar enak,"kata Ucup.


" Natik yang berkurang telurnya," kata Zai.


"Ya berkurang lah nama juga di masak, terus kamu gimana?" tanya Zai.


"Ya udah samain aja kayak punya abang" Sebenarnya Zai tidak terlalu suka makan mie instan pakai telur tetapi dia tidak mau membuat Ucup repot harus masak dua kali sehingga dia menyuruh untuk menyamakan saja seperti punya Ucup.


"Okey, kalau gitu abang masak dulu." Ucup berjalan ke arah kompor, sesampainya di depan kompor dia meletakkan 2 bungkus mie instan tersebut di samping kompot. Ucup mengambil bawang merah yang berada di samping kompor.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" Zai melihat ke arah Ucup yang sedang berada di depan kompor, dia ingin membantu Ucup sehingga dia bertanya kepada Ucup.

__ADS_1


"Ada." Ucup yang mengambil pisau yang berada di samping kompor. Ucup mengupas kulit bawang merah.


"Aku bantu apa abang?" tanya Zai.


"Kamu ambil telur 2 buah dan cabe rawit 7 buah." Ucup yang menyuruh Zai mengambil telur dan cabe rawit.


"Aku ngambilnya dimana abang?" tanya Zai.


"Di warung," jawab Ucup.


"Masak hujan-hujan kayak gini aku di suruh ke warung sih abang." Zai yang terlihat malas di suruh mengambil telur dan cabe rawit.


"Habis pertanyaan kamu buat kesal sih." Ucup yang wajahnya terlihat kesal.


"Emang ada yang salah ama pertanyaan aku?" Zai yang merasa tidak merasa ada yang salah dengan pertanyaan dia.


"Apa kamu benaran gak tahu dimana ngambil. telur dan cabe? " tanya Ucup.


"Kalau aku tahu, ngapain juga aku pakai nanya ama abang nih," jawab Zai.


"Makanya abang kasih tahu aku," kata Zai.


"Telur dan cabe rawit ada dialam situ." Ucup menujukan jarinya ke arah kulkas yang berada si dapur


"Yaelah ngomong dong abang dari tadi." Zai yang melihat Ucup menujukan jarinya ke arah kulkas tersebut, dia berjalan ke arah kulkas tersebut.


"Habis abang pikir tadi kamu itu tahu, percuma aja kamu siswa yang smart di sekolah tadi di rumah lemot." Ucup yang sedang mengiris bawang merah dengan mengunakan pisau.


"Abang telur 2 dan cabe rawit 7 buah kan, itu aja akan.Apa ada yang mau di ambil lagi?" Zai mengambil telur dan cabe rawit yang ada di dalam kulkas.


"Gak ada itu aja bawa kemari." Ucup menyuruh Zai untuk membawa telur dan cabe rawit ke arah dia.


"Baiklah abang." Setelah telur dan cabe rawit sudah berada di tangan Zai, dia menutup pintu kulkas. Zai berjalan sambil membawa telur dan cabe rawit ke arah Ucup.


"Sini cabenya." Ucup meminta cabe tersebut kepada Zai.

__ADS_1


"Nih abanng." Zai yang sudah berdiri di samping Ucup memberikan cabe rawit dan telur kepada Ucup.


Setelah selesai Ucup mengiris bawan merah dan cabe rawit. Ucup meletakkan wajan di atas kompor lalu dia menyalakan kompor tersebut.Kompor sudah menyala Ucup memasukan sedikit minyak goreng ke dalam wajan tersebut. Setelah minyak goreng panas Ucup memasukan cabe rawit dan bawang merah secara bersamaan di dalam wajan.


Setelah cabe rawit dan bawang merah tersebut matang sehingga menimbulkan aroma. Zai yang mencium aroma dari cabe rawit dan bawang merah yang berada di dalam wajan tersebut. Aroma tersebut masuk ke dalam hidung Zai sehingga membuat Zai bersin.


Hacim..................... Hacim


Hacim..................... Hacim


Hacim...................... Hacim


Ucup mengambil air putih dari despenser dengan mengunakan gelas. Ucup memasukan air dari gelas tersebut kedalam wajan. Ucup yang melihat di wajan masih terdapat sedikit air sehingga dia menambah kembali air kedalam wajan tersebut. Ucup yang melihat air yang berada dalam wajan tersebut sudah mendidih lalu dia membuka bungkus mie instan.


Setelah bungkus mie instan terbuka Ucup mengambil bumbu mie instan tersebut dari dalam bungkusan. Ucup membuka bumbu mie instan lalu dia memasukan bumbu mie instan kedalam wajan tersebut. Ucup memecahkan kulit telur dari isi terlurnya lalu dia menuangkan isi terlur ke dalam wajan.


Ucup memasukkan mie instan ke dalam wajan tersebut. Kira-kira lima menit kemudian mie rebus sudah masak lalu dia mematikan kompornya.


"Udah masak abang?" Zai segera berjalan ke arah rak piring. Dia mengambil piring berserta sendok lalu dia berjalan ke arah kompor.


"Udah," jawab Ucup.


"Kalau gitu aku ambil ya abang." Zai yang sudah berada di samping Ucup segera mengambil mie instan dengan mengunakan spatula. Zai mengambil mie rebus yang berada di dalam kuali dengan mengunakan spatula. Dia memasukkan mie rebus ke dalam piring yang telah yang dia pegang sebelah kiri.


"Iya, piring untuk abang mana?" Ucup yang melihat Zai hanya memegang sebuah piring di tangan kirinya.


"Ambil sendiri abang." Zai yang merasa piring sudah cukup dengan mie rebus lalu dia berjalan ke arah meja makan.


"Kemana kamu gak sekalian ngambilin abang piring?" Ucup yang berjalan ke rak piring, Ucup sudah mengambil piring dari rak piring. Ucup memasukan semua mie rebus yang berada di dalam wajan ke dalam piringnya. Ucup berjalan sambil membawa piring yang berisi mie rebus ke arah meja makan.


Ucup meletakkan piring di atas meja makan lalu dia menarik kursi untuk duduk. Ucup duduk di kursi tersebut lalu dia melihat Zai yang duduk di kursi yang berada di hadapannya.


"Kamu kelaparan atau doyan? " Ucup yang melihat Zai yang begitu lahap saat memakan mie rebus.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2