
"Orang yang tepat tidak akan membuatmu menangis ataupun mengemis."
"Ini kamu yang buat?" Aska yang sengaja bertanya kepada Anton untuk mengalihkan pembicaraan.
"Gak mungkin Anton yang buat minuman ini," jawab Ridho.
"Woi Ridho Roma, yang aku tanya itu Anton bukan kamu tapi malah kamu yang jawab. Apa kamu udah ganti nama?" Aska yang menoleh ke arah Ridho.
"Aku ini mewakili Anton buat menjawab pertanyaan kamu," jawab Ridho.
"Tapi aku itu gak butuh jawaban dari kamu, aku maunya Anton yang menjawab," kata Aska.
"Apa kamu yang buat minuman ini?" Lea yang bertanya kepada Anton.
" Bukan." Anton yang duduk di samping Ridho.
"Nah benarkan apa kata aku, kalian sih gak percaya dengan yang aku katakan." Ridho yang merasa bangga karena yang dia omongkan itu semua benar.
"Nah kalau bukan kamu, siapa yang buat minuman ini?" tanya Aska.
"Udah pasti abang akulah, begitu saja kok kamu gak tahu," jawab Zai.
"Astagfirullah, kan tadi abang Ucup udah bilang kalau dia mau buatin minum buat kita." Setelah mendengar perkataan Zai lalu Aska menepuk jidat nya karena baru ingat dengan perkataan Ucup tadi.
"Nah itu kalian tahu yang buat minuman ini abang Ucup," kata Anton.
"Lah kamu kok gak ngomong dari tadi," kata Aska.
"Aku sengaja mau ngasah otak kalian," kata Anton.
"Coba teman-teman lihat di nampan ini kok ada enam gelas padahal kita itu cuma berlima." Ridho yang merasa haus lalu dia melihat ke arah nampan yang berada di atas meja.
"Iya kok ada enam gelas?" Mereka melihat ke arah nampan yang berada di atas meja. Mereka melihat nampan tersebut berisi enam gelas.
"Nah berarti punya aku dua gelas," kata Anton.
__ADS_1
"Emang kamu sanggup menghabiskan dua gelas?" tanya Ridho.
"Ya sanggup lah Ridho Roma, coba kamu lihat badan aku ini," jawab Anton.
"Aku tahu badan kamu mirip sama gajah bengkak." Ridho mengambil segelas yang berisi air teh lalu dia meminum air teh tersebut.
"Ckckckck dasar Ridho Roma.Sekata-kata ngatain aku gajah bengkak, aku bukan gajah bengkak tapi gemoy." Anton yang berbicara sambil wajahnya melihat ke arah Ridho.
"Pufff." Setelah mendengar perkataan Anton, air teh yang Ridho minum menyembur keluar mengenai muka Anton.
"Hahahaha." Zai, Lea dan Aska melihat muka Anton basah terkena air teh yang Ridho minum, mereka tertawa terbahak-bahak melihat ke jadian itu.
"Apa-apan kamu ini?" Anton yang mukanya basah terkena air teh yang menyembur dari mulut Ridho, wajah Anton berubah menjadi marah kepada Ridho.
"Maaf Anton aku gak sengaja tadi." Ridho yang melihat wajah Anton berubah menjadi marah, sehingga dia merasa takut kedapa Anton.
"Apa kalian sudah puas ngetawain aku?kalian ngetawain aku karena aku mirip dengan badut." Anton yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Sudah, syukurlah kalau kamu itu nyadar mirip badut."Zai yang berhenti tertawa lalu dia menatap Anton dengan tatap tanpa merasa menyesal atau merasa bersalah kepada Anton.
"Terserah kalian saja kalau mau menertawakan aku lagi, mendingan aku minum dulu." Anton yang mengambil gelas yang berisi kopi di atas meja tersebut lalu dia meminum air kopi tersebut.
Seminggu Kemudian.........
Pagi ini Ucup ada mata kuliah sehingga dia harus pergi ke kampus. Ucup yang bersiap-siap untuk pergi ke kampus, Ucup yang sudah naik di atas motornya lalu dia menyalahkan motornya. Tetapi motor Ucup tidak mau menyala, sehingga dia memikirkan motor tersebut.
Setelah itu Ucup turun dari motor dia mencoba memeriksa motor tersebut. Ucup sedang berusaha mencari tahu motornya tidak bisa menyala tetapi dia belum bisa menemukan penyebab motornya tidak bisa menyala. Ucup melihat ke arah jam tangan yang melingkar di kiri pergelangan tangannya.
Ucup yang takut terlambat memutuskan untuk memasukkan kembali motornya ke dalam rumah. Setelah Ucup memasukkan motornya ke dalam rumah dia mengunci pintu rumahnya. Ucup berjalan kaki pergi meninggal rumah tersebut. Ucup sedang berjalan kaki sambil menyapa para ibuk-ibuk dan bapak-bapak yang dia temui saat berjalan kaki.
"Mau kemana Ucup?" Seorang bapak yang sedang berada di atas motornya, si bapak tersebut mengendarai motor keluar dari halaman rumahnya.
"Ke kampus pak." Ucup yang sedang berada di depan rumah bapak tersebut.
"Kalau begitu, ayo naik ke atas motor saya!" Si bapak tersebut menyuruh Ucup naik keatas motornya.
__ADS_1
"Baiklah pak." Ucup yang tanpa pikir panjang langsung naik ke atas motor si bapak tersebut.
Setelah Ucup naik keatas motor si bapak tersebut lalu si bapak tersebut mengendarai motornya. Ucup yang berada di belakan si bapak tersebut.
"Pak mau kemana?" tanya Ucup.
"Mau kerja," jawab si bapak tersebut.
"Pak kerja dimana?" tanya Ucup.
"Di Jl. Pasir Putih, kenapa Ucup?" tanya si bapak tersebut.
"Pak berhenti." Ucup yang tiba-tiba saja meminta si bapak tersebut untuk memberhentikan motornya.
Si bapak tersebut mendengarkan perkataan Ucup yang tiba-tiba meminta Ucup untuk menghentikan motornya lalu dia mengerem motornya sehingga menimbulkan bunyi.
Ciiitt.......... Ciiitt
"Kenapa kamu minta berhenti di sini?" Motor si bapak tersebut berhenti.
"Soalnya kita beda arah pak, jadi sebaiknya aku naik bus way pak," jawab Ucup.
"Ya sudah kalau begitu," kata si bapak tersebut.
" Terimakasih tumpangannya pak." Ucup turun dari motor si bapak tersebut lalu dia sudah berdiri di samping motor si bapak tersebut.
"Sama-sama kalau begitu saya berangkat dulu ya." Setelah itu si bapak berpamitan dengan Ucup, lalu dia melajukan kembali motornya ke arah tempat kerjanya.
"Hati-hati di jalan pak." Ucup melambaikan tangan kepada bapak tersebut. Setelah Ucup tidak melihat si bapak tersebut lalu dia berjalan ke arah halte bus way.
Ucup berjalan kaki ke arah halte bus way yang berada tidak jauh dari tempat dia meminta di turunkab tadi. Ucup sudah berada di halte bus way dia sedang berdiri sambil menunggu bus way. Di halte bus way tersebut ada beberapa orang yang juga sedang menunggu bus way sama seperti Ucup.
Setelah menunggu kira-kira sepuluh menit akhirnya bus way datang. Bus way tersebut berhenti di depan halte tersebut, pintu bus way terbuka lalu beberapa orang yang berada di halte bergegas untuk masuk ke dalam bus way tersebut. Setelah orang-orang tersebut masuk ke dalam bus way baru lah Ucup berjalan ke arah pintu bus way. Ucup berjalan masuk ke dalam bus way. Ucup yang sudah masuk kedalam bus way tersebut mencari bangku kosong untuk tempat duduk.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1