
"Peduli ama orang lain itu boleh dan bagus kok, tapi jangan sampai lupa peduli ama diri sendiri. Memikirkan orang lain juga ada porsinya, jangan sampai kamu justru zalim ama diri sendiri."
Ucup melangkahkan kakinya ke arah kelas Zai. Dia sudah berdiri di depan pintu kelas Zai.
Tok.................. Tok
"Assalamu'alaikum." Ucup yang mengetuk pintu kelas yang terbuka.
"Walaikumsalam." Semua orang yang berada di dalam kelas menjawab salam Ucup, mereka menoleh ke arah Ucup yang sedang berdiri di depan pintu kelas.
"Permisi, apa saya boleh masuk ibuk?" tanya Ucup.
"Boleh." Ibu guru melihat ke arah pintu kelas, lalu dia memberikan Izin agar Ucup masuk ke dalam kelas.
Ucup berjalan masuk ke dalam kelas Zai, saat Ucup berjalan masuk ke dalam kelas Zai. Mereka yang berada di dalam kelas tersebut menoleh ke arah Ucup yang sedang berjalan ke dalam kelas tersebut.
"Itu kan abang Zai." Rido duduk di bangku yang berada pas di belakang Aska.
"Iya itu abang Ucup." Aska yang melirik ke arah Ucup yang sudah berada di samping meja ibuk guru.
"Mau ngapain abang Zai kesini?" tanya Ridho.
"Ntalah." Aska mengangkat bahunya.
"Apa ini ada hubungan ama Zai yang hari ini tidak masuk sekolah?" tanya Ridho.
"Mungkin." Anton yang duduk di samping Ridho menjawab pertanyaan Ridho.
"Tumben tuh anak gak masuk sekolah hari ini," kata Ridho.
"Iya gak kayak biasanya." Aska melihat ke arah bangku kosong yang berada di samping, biasa di bangku tersebut Aska duduk.
Ucup yang sudah berdiri di samping meja ibu guru tersebut.
"Maaf sebelumnya ibuk, kedatangan saya mengganggu jam pelajaran ibuk," kata Ucup.
"Sebenarnya kamu siapa?" tanya ibu guru.
"Perkenalkan nama saya Ucup, saya abang Zai ibu." Ucup mengulurkan tangannya ke arah ibuk guru.
"Ooo..... jadi kamu abangnya Zai, sebenarnya kamu ada apa kesini?"Ibuk guru juga mengulurkan tangan ke arah Ucup.
__ADS_1
"Saya kesini ingin menyampaikan kepada ibu guru bahwa Zai tidak sekolah karena sakit." Ucup menyalim tangan ibuk guru tersebut.
"Sakit apa Zai?" tanya ibu guru.
"Demam ibuk guru, apakah sudi kiranya ibuk guru memberikan izin kepada Zai untuk tidak bersekolah ibuk sampai sembuh?" tanya Ucup.
"Saya memberikan izin kepada Zai untuk tidak sekolah sampai dia sembuh," jawab ibuk guru.
"Terimakasih ibuk sudah memberikan izin kepada Zai untuk tidak bersekolah," kata Ucup.
"Sama-sama, semoga Zai cepat sembuh,"kata ibuk guru.
" Aamiin, kalau begitu saya pamit dulu ya ibuk." Setelah berpamitan ama ibu guru Ucup berjalan pergi meninggalkan kelas Zai.
Saat Ucup keluar kelas beberapa siswi tersebut melihat ke arah Ucup sambil berbisik-bisik. Mereka bertanya-tanya tentang si laki-laki yang sedang berjalan keluar dari kelas. Mereka terpesona melihat ketampan Ucup yang telah keluar dari kelas.
Ibu guru yang mendengarkan suara berisik dari siswi yang membahas tentang Ucup. Ibu guru menyuruh mereka untuk diam sehingga mereka pun diam.
"Buk guru." Aska menacungkan jari telunjuk yang kanan ke atas.
"Ada apa Aska?" Buk guru yang melihat ke arah Aska yang sedang mengacungkan jari telunjuk ke arah atas
"Ibuk saya mau izin ke toilet, apa boleh?" tanya Aska.
"Saya mau buang air kecil, jadi bolehkan ibuk?" tanya Aska.
"Boleh tapi waktu kamu cuma lima menit di mulai dari sekarang," kata ibuk guru.
"Kalau begitu saya permisi ketoilet dulu ibu guru." Setelah berpamitan ke toilet kepada ibu guru, Aska berdiri dari tempat duduknya lalu dia buru-buru berlari ke arah keluar kelas.Mereka menoleh ke arah Aska yang berlari terburu- terburu ke arah keluar kelas.
Aska yang sudah tiba di luar kelas melihat Ucup yang sedang berjalan menjauhi kelas Zai. Aska berlari ke arah Ucup yang sedang berjalan melewati beberapa kelas
"Abang Ucup tunggu." Aska yang berteriak sambil berlari ke arah Ucup.
Ucup yang merasa ada yang memeanggil namanya lalu dia berhenti berjalan. Ucup membalikan badan melihat ke arah orang yang memanggil namanya. Ternyata orang yang memanggil Ucup tersebut Aska teman dari Zai.
"Eh, ternyata kamu. Ada apa kamu memanggil apa?" tanya Ucup.
"Abang Ucup aku mau tanya sesuatu apakah boleh?" tanya Aska.
"Kamu mau tanya apa ama aku?"tanya Ucup.
__ADS_1
" Abang Ucup Zai kemana kenapa hari ini tidak sekolah?" tanya Aska.
"Zai sakit Aska, " jawab Ucup.
"Inalilahi, Zai sakit apa abang?"Aska yang wajah berubah menjadi khawatir setelah mendengar perkataan Ucup.
" Demam,"jawab Ucip.
"Terus bagaimana sekarang keadaan Zai abang? " tanya Aska.
"Alhamdulillah keadaan Aska sudah membaik." Ucup memberikantahukan Aska bahwa keadaan sudah baik-baik saja. .
"Kalau keadaan dia baik-baik saja, kenapa dia tidak ke sekolah?" Zai. yang merasa ragu dengan yang Ucup katakan.
"Untuk sekarang Zai masih butuh waktu untuk beristirahat agar dia cepat sembuh." Ucup menjelaskan kepada Aska agar Aska mengetahui keadaan Ridho.
"Apa boeh aku boleh menjenguk Zai? " tanya Aska.
"Sangat boleh, aku yakin Zainel akan merasa bahagia kalau kamu mau menjenguk dia." Ucup yang memberitahukan kepada Aska, Ucup ingin Aska datang menjenguk Zainel.
"Ya udah kalau gitu insyaallah aku natik mau jenguk Zai abang," kata Aska.
"Okey kalau gitu sampai ketemu di rumah, kamu yang semangat belajar nya." Ucup memberikan semangatkan kepada Aska.
"Iya makasih abang, aku juga mau kembali kelas aku." Aska menyalim punggung tangan Ucup.
Setelah itu Aska dan Ucup sama-sama berjalan ke arah yang berlawanan. Ucup berjalan ke arah kanan sedangkan Aska berjalan ke arah Kiri. Aska berjalan buru-buru ke arah kanan. Aska harus segera sampai ke dalam kelas. Aska tidak ingin mendapatkan yang sama dengan Ucup.
Ucup sudah berada di dalam kamar Zai, sekarang Ucup sedang duduk di atas tempat tidur tepatnya Ucup berada di samping aska. Ucup yang sedang membujukin Zai untuk makan bubur ayam yang telah Ucup beli.
"Zai makan ya." Ucup membujuk Zai untuk makan.
"Gak mau." Zai mengelengkan kepalanya.
"Tapi tadi kamu pengen makan bubur ayam, ini udah abang belikan jadi di makan ya Zai." Ucup yang terus berusaha membujuk Zai itulah mau makan.
"Itu kan tadi tapi sekarang aku sudah tidak pengen makan bubur ayam." Zai masih berkeras hati untuk tidak memakan bubur ayam yang Ucup belikan.
"Apa kamu gak kasihan tadi ngelihat abang yang kesana kemari untuk mencari tukang bubur ayam?" tanya Ucup.
"Gak, abang sendiri tadi yang mau beliin aku bubur ayam," jawab Zai.
__ADS_1
"Iya, biar kamu mau makan. Sekarang cepatan kamu makan." Ucup menyuruh Zai untuk memakan bubur ayam yang dia beli.
...~ Bersambung ~...