Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Oh Ternyata


__ADS_3

"Gak semua orang tahu gimana kuatnya Ry menjaga, merawat, seta mengontrol emosi. Perasaan dan pikiran untuk terlihat baik-baik saja, jadi tumbuh dewasa. Be a strong human causes you deserve to create happiness for you self."


"Makan," jawab Fiqrie dan Ucup serentak.


"Mari kita lanjutkan makan." Dinda mengajak mereka untuk melanjutkan memakan hidangan yang telah di sajikan di meja.


Mereka memakan hidangan yang berada di atas meja.Fiqrie yang melihat ke arah piring Ucup yang makanan tinggal sedikit lagi.


"Nih tambah lagi." Fiqrie yang memasukkan secentong nasi ke dalam piring Ucup lalu dia mau memasukkan secentong lagi ke piring Ucup.


"Udah cukup nih abang." Ucup menahan tangan Fiqrie yang akan hendak meletakkan secentong nasi ke dalam piring Ucup.


"Ya udah kalau begitu." Setelah mengatakan itu tangan Fiqrie di lepas oleh Ucup, lalu Fiqrie pun tidak jadi meletakkan nasi ke piring Ucup.


"Sebaiknya nasi itu abang letakan ke piring abang."Ucup yang melihat secentong nasi yang berada di tangan Fiqrie.


" Nih buat Beb." Fiqrie yang melihat nasi di piring Dinda sudah habis tidak tersisa lalu dia meletakkan nasi tersebut di piring Dinda.


"Ah Ayang kok nasinya di letakan di sini." Dinda yang wajah cemberut saat melihat Fiqrie meletakkan secentong nasi ke piringnya.


"Habis aku sayang ama nasinya." Fiqrie yang menatap ke arah Dinda dengan tatapan kasihan.


"Jadi ama aku Ayang gak sayang?" Dinda yang bibir mengerucut.


"Aku sayang banget ama Beb." Fiqrie yang menatap Dinda dengan tatapan cinta.


Ucup yang merasa risih melihat kemesraan Fiqrie dan Dinda memutuskan untuk segera menghabiskan makanan yang ada di piring nya. Akhirnya Ucup sudah menghabiskan makanan yang ada di piringnya.


"Alhamdulillah udah kenyang." Setelah menghabiskan makanan Ucup merasa kenyang.


"Lah kamu udah kenyang makannya?" Fiqrie yang menoleh ke arah Ucup.


"Udah, abang gak nambah? nasi dan lauknya masih banyak." Ucup yang melihat ke arah piring yang berisi lauk di atas meja tersebut masih banyak.


"Gak, mau taruk di mana lagi perut abang udah gak muat lagi." Fiqrie yang sudah selesai makan, dia juga merasa kenyang sehingga dia berkata pada Ucup bahwa perutnya sudah tidak muat lagi.


"Terus siapa yang mau menghabiskan lauk yang ada di atas meja?" tanya Ucup.


Fiqrie dan Ucup melihat ke arah Dinda yang sedang makan, Dinda berhenti menyuapi nasi dan lauknya kedalam mulutnya saat mengetahui bahwa abang dan adek tersebut terus melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua melihat aku seperti itu?" tanya Dinda.


"Apa Beb mau tambah lagi?" tanya Fiqrie.


"Gak." Dinda segera menyelengkan kepalanya.


"Gimana nasib lauk yang berada di atas meja itu abang?" tanya Ucup.


"Aku punya ide Ayang," kata Dinda.


"Apa Beb?" tanya Fiqrei.


"Semuanya dibungkus aja, gimana Ayang?" tanya Dinda.


"Ide bagus, istri aku emang pintar." Fiqrie yang mendapatkan ide dari Dinda, setelah itu Fiqrie memuji Dinda.


"Kalau gitu aku panggil pelayan buat bungkus semuanya, abang sini dulu." Dinda memanggil si pelayan pria tadi.


"Ada apa kakak?" Si pelayan pria tersebut berjalan ke arah Dinda. Si pelayan pria sudah berdiri di depan meja mereka.


"Kamu bungkus semua makanan yang berada di atas meja." Fiqrie menyuruh si pelayan pria tersebut membungkus semua makanan yang berada di atas meja tersebut.


"Baiklah abang." Si pelayan pria tersebut membawa semua piring yang masih berisi lauk dengan menggunakan tangannya.


Rumah


Ucup sudah berdiri di depan rumahnya yang terlihat sepi. Setelah memikirkan motornya Ucup turun dari motornya, dia mengambil kantong plastik yang tergantung di motornya. Ucup berjalan sambil membawa kantong plastik tersebut.


Ucup sudah berada di depan pintu rumah nya lalu dia mengetuk pintu rumah.


Tok........ Tok


"Assalamu'alaikum."


"Zai buka pintunya ini abang."


Ucup yang sudah berkali-kali mengetuk pintu rumah tetapi pintu rumah tidak terbuka. Ucup memegang gagang pintunya ternyata pintu rumah nya masih terkunci. Ucup mengeluarkan kunci motor yang berada saku celananya. Ucup mengantung kunci motor dan kunci rumah dengan gantungan yang sama sehingga agar memudahkan Ucup.


Ucup membuka pintu rumah dengan mengunakan kunci rumah. Setelah Ucup berhasil membuka kunci rumahnya, dia membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Ceklek........... Ceklek


Pintu rumah Ucup sudah terbuka dia berjalan masuk sambil membawa kantong plastik yang berada di tangannya. Setelah masuk ke dalam rumah Ucup mengambil kunci yang berada di pintu rumahnya. Ucup menutup pintu rumahan nya.


Ucup berjalan ke arah kamar Zai, sesampainya dia depan kamar Zai. Dia langsung membuka pintu kamar Zai, dia melihat sekeliling kamar Zai tapi dia tidak menemukan Zai. Dia melihat ke arah tempat tidur terdapat baju seragam dan tas Zai.


Ucup yang langsung bergegas keluar dari kamar Zai untuk mencari keberadaan Zai.


"Zai Zai Zai." Ucup berjalan sambil membawa kantong plastik di tanggannya, dia berteriak memanggil nama Zai. Ucup berjalan ke ruangan keluarga, sesampainya di ruangan keluarga Ucup tidak menemukan Zai. Ucup berjalan ke arah dapur, dia berharap bisa menemukan Zai di dapur. Ucup yang sudah tiba di dapur juga tidak menemukan Zai. Ucup meletakkan kantong plastik di atas meja makan.


Ucup bergegas kearah kamar mandi, Ucup yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi lalu dia membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Pintu kamar mandi terbuka Zai yang sedang berjongkok di closet.


"Awww abang." Zai yang berteriak saat pintu kamar mandi di buka oleh Ucup.


"Ternyata kamu di sini Zai." Ucup merasa legah setelah menemukan Zai berada di dalam kamar mandi.


"Abang kenapa pintunya dibuka?" Zai yang menatap tajam ke arah Ucup.


"Habis salah kamu dari tadi abang panggil gak jawab, eh ternyata malah nongkrong di sini." Ucup yang tidak merasa takut dengan tatap dari Zai.


"Abang ngapain masih di situ, apa mau lihat aku BAB (Buang Air Besar)?"tanya Zai.


"Idih ogah," jawab Ucup.


"Cepatan tutup pintunya abang, taik aku gak mau keluar nih gara-gara abang ngelihat aku." Melihat Ucup yang berdiri di depan pintu kamar mandi membuat taik Zai tidak mau keluar.


"Iya deh abang tutup pintunya." Ucup yang sedang menahan ketawanya setelah mendengar Zai berbicara bahwa taiknya tidak mau keluar melihat Ucup berdiri di depan pintu kamar mandi. Lalu Ucup pun menutup pintu kamar mandi.


Setelah pintu kamar mandi tertutup taik Zai pun keluar. Zai merasa legah karena taiknya sudah keluar. Ucup berjalan ke arah kursi yang berada di dapur sambil tertawa. Ucup duduk di kursi yang berada di depan meja sambil menunggu Zai keluar dari kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka lalu Zai berjalan ke luar dari kamar mandi.


"Akhirnya legah juga." Zai yang sudah berada di depan pintu kamar mandi.


"Udah keluar ya taiknya?" Ucup yang melihat ke arah Zai.


"Au ah gelap." Zai yang malas menjawab pertanyaan Ucup.


"Zai sini lihat abang bawak apa nih." Ucup mengangkat kantong plastik, dia sengaja menujukan itu kepada Zai.

__ADS_1


"Emang apa isi kantong plastik itu?" Zai yang berjalan menghampiri Ucup.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2