Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup
Pak Dosen


__ADS_3

"Tidak perlu menjadi mewah cukup jadi sederhana saja agar kamu bisa di hargai."


Pak dosen melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan yang berada di sebelah kiri. Pak Dosen melihat Ucup yang baru terlambat sekitar lima menit.


"Kali ini kamu saya izinkan untuk masuk ke dalam kelas saya." Setelah melihat jam tangan tersebut pak dosen memberikan izin kepada Ucup untuk masuk ke dalam mata kuliah. Pak dosen berjalan ke arah tempat duduknya, lalu dia duduk di kursi yang berada di hadapan para mahasiswa.


"Terimakasih pak." Ucup berjalan masuk kedalam kelasnya, Ucup yang sudah berada di dalam kelas lalu dia berjalan ke arah bangku kosong yang berada di samping Gustaf. Ucup duduk di bangku kosong yang berada di samping Gustaf.


Pak dosen memulai mata kuliahnya dengan menyuruh mahasiswa untuk membuka buka mata kuliahnya nya halaman 13. Pak dosen berdiri dari tempat sambil membawa spidol di tangannya. Pak dosen berjalan ke arah papan tulis, saat pak dosen sudah berdiri di depan papan tulis. Pak dosen membuka tutup spidol lalu dia menulis mata kuliah yang akan di pelajari oleh mahasiswa tersebut


Pak dosen menulis mata kuliah yang akan di pelajari oleh mahasiswa yang sedang berada di dalam kelas tersebut. Semua mahasiswa melihat ke arah depan papan tulis, mereka melihat ke arah pak dosen yang sedang menulis di papan tulis. Mereka membaca tulisan pak dosen yang berada di papan tulis.


Setelah selesai pak dosen menulis di papan tulis, pak dosen berdiri menghadap ke arah mahasiswa yang berada di dalam kelas tersebut. Pak dosen mulai menjelaskan materi mata kuliah.Mereka mendengarkan materi kuliah yang pak dosen sampaikan beberapa mahasiswa juga mencatat materi mata kuliah yang pak dosen sampaikan tersebut.


Ucup yang sedang serius menatap ke arah pak dosen sambil mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh pak dosen.Ucup yang sedang fokus melihat ke arah pak dosen


"Ucup jangan lupa ngedip ya." Gustaf yang menoleh ke arah Ucup yang berada di samping. Gustaf yang melihat Ucup yang terlalu fokus melihat ke arah pak dosen, lalu dia sengaja menyenggol lengan Ucup sambil berbicara kepada Ucup dengan suara pelan agar pak dosen yang berada di depan tidak mendengarkan suara Gustaf.


"Ya."Setelah mendengarkan perkataan Gustaf, Ucup mengedipkan matanya. Ucup menoleh ke arah Gustaf yang berada di sampingnya.


"Hahahaha." Gustaf yang melihat Ucup mengedipkan matanya setelah mendengarkan perkataannya, dia merasa lucu sehingga dia tertawa itu.


"Apa ada yang lucu dari mata kuliah saya Gustaf? "Pak dosen yang mendengar suara Gustaf tertawa lalu dia menoleh ke arah Gustaf yang berada di samping Ucup.


" Tidak ada pak." Gustaf yang tersadar karena tertawanya terdengar oleh pak dosen. Dia merasa takut lalu dia segera menutup mulutnya.


"Kenapa kamu tertawa?" Pak dosen yang berjalan ke arah Gustaf.


"Ah i.... tu pak." Gustaf berpikir untuk mencari ide agar dia bisa menjawab pertanyaan dari pada dosen, pak dosen yang terus saja berjalan ke arah Gustaf menyebabkan dia merasa ketakutan. Sehingga di kepala Gustaf tidak ide untuk menjawab pertanyaan pak dosen.


"Waduh gimana nih nasib Gustaf?" Feri yang juga terlihat panik melihat pak dosen yang sudah mendekati mereka.

__ADS_1


"Ucup gimana dong?" Gustaf yang merasa keringat dingin karena di datangi oleh pak dosen.


"Tarik nafas lalu buang setelah itu baca basalamah." Ucup mencoba menenangkan Gustaf.


"Ya udah aku coba, tarik nafas dulu kata." Gustaf yang sedang mencoba menarik nafas lalu membuangnya setelah itu dia mengucapkan. basalamah.


Sekarang pak dosen sudah berdiri di hadapan mereka. Pak dosen melihat ke arah Gustaf yang wajahnya sudah terlihat pucat basi.


"Apa yang membuat kamu tertawa?" saat saya sedang menjelaskan mata kuliahnya,"tanya pak dosen.


Semua mahasiswa yang berada di kelas tersebut melihat ke arah Gustaf. Gustaf yang merasa semua orang melihat ke arah dia, dia menundukkan wajahnya.


"Kenapa kamu diam?" jawab pertanyaan saya." Pak dosen yang menunggu jawaban dari Gustaf.


Tok...... Tok


"Assalamu'alaikum pak." Seorang pria mengetuk pintu kelas setelah itu dia berjalan masuk ke dalam kelas kelas tersebut.


"Walaikum salam, " jawab semua orang.


"Apa kamu mahasiswa kelas ini?" Pak dosen menoleh ke arah pintu kelas, dia melihat seorang pria yang berdiri di sana.


"Bukan pak, jadi bolehkan saya masuk pak?" tanya seorang pria tersebut.


"Boleh," jawab pak dosen tersebut.


"Baiklah pak." Seorang pria tersebut berjalan masuk kedalam kelas tersebut, dia berjalan menghampiri pak dosen yang sedang berdiri membelakangi mahasiswanya.


"Kamu kesini ada perlu apa?" tanya pak dosen


"Saya ada perlu dengan pak?"Si pria yang sudah berdiri di hadapan pak dosen tersebut.

__ADS_1


"Saya masih ada jam kuliah di kelas ini sebaiknya kamu pergi dari sini. Kalau kamu mau menemui data setelah habis jam kuliah di kelas ini." Pak Dosen menyuruh si pria tersebut untuk pergi dari kelasnya.


"Saya tahu pak masih ada jam kuliah di kelas ini," kata si pria tersebut.


"Kalau kamu sudah tahu sebaik pergi dari sini," kata pak dosen.


"Saya tidak bisa pergi sebelum menyampaikan pesan ini pak." Si pria tersebut yang tidak mau pergi dari kelas itu.


"Apa yang ingin kamu sampaikan? katakan waktu saya tidak banyak, kamu saya kasih waktu lima menit untuk berbicara di mulai dari sekarang.


" Pak di suruh ke kantor Rektor sekarang," jawab si pria tersebut.


"Siapa yang menyuruh saya kesana?" tanya pak dosen.


"Pak rektor yang menyuruh pak buat kesana," jawab si pria tersebut.


"Apa kamu tidak berbohong?"Pak dosen yang tidak percaya dengan perkatan si pria tersebut.


" Saya tidak berbohong, apa pak bisa ikut saya sekarang ke kantor Rektor?" tanya si pria tersebut.


"Tunggu dulu." Pak dosen yang tampak sedang berpikir setelah mendengar perkataan si pria tersebut. Pak dosen masih ragu dengan perkatan si pria tersebut.


"Apa pak tidak percaya dengan saya?"Si pria tersebut melihat pak dosen yang masih terlihat ragu.


" Iya, bisa jadi kamu sedang ngFrank saya?"tanya pak dosen.


"Astagfirullah, gak mungkin saya ngFrank pak dosen. Yang ada nilai saya bisa pak dosen buat jadi D," jawab si pria tersebut.


"Benar kamu tidak lagi ngFrank saya?" tanya pak dosen.


"Iya benaran pak dosen," jawab si pria tersebut.

__ADS_1


"Baiklah saya akan pergi bersama kamu ke ruangan Rektor, kamu tunggu saya di depan pintu kelas jangan kemana-mana. Saya akan membuat nilai kamu menjadi D kalau berani pergi." Pak dosen yang mengacam si pria tersebut dengan mengunakan nilai.


...~ Bersambunga ~...


__ADS_2