
"Salah satu bentuk kamu peduli dan sayang pada dirimu sendiri yaitu ketika kamu berani meninggalkan orang-orang yang selalu mengecewakan dan menyakitimu."
Gustaf mencoba menghubungi nomor ponsel seorang itu lagi tetapi tidak diangkat oleh seorang tersebut akhirnya Gustaf mengirim chat menyuruh seorang tersebut membelikan makan dan obat penurun panas buat Ucup. Setelah itu Gustaf memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.
Gustaf berjalan ke arah ruangan tamu rumah Ucup sambil membawa segelas air di tangan kanannya. Gustaf yang sudah berada di ruangan tamu lalu dia menghampiri Ucup yang sedang berbaring di atas sofa.
"Nih minum dulu Ucup." Gustaf yang berdiri di hadapan Ucup lalu dia memberikan Ucup segelas air putih.
"Baiklah aku minum, glug glug glug." Ucup bangun dari tidurnya lalu dia duduk di sofa, dia mengambil segelas air putih dari tangan Gustaf. Setelah gelas tersebut berada di tangan Ucup langsung saja dia meneguk air putih dari gelas tersebut.
"Apa Ucup udah makan?" Gustaf duduk di sofa. yang berada di samping sofa Ucup.
"Udah," jawab Ucup.
"Kapan?" tanya Gustaf.
"Tadi pagi tapi hanya sedikit." Ucup meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja.
"Sekarang kamu makan lagi terus minum obat," kata Gustaf.
"Aku lagi gak selera makan, mulut aku rasanya pahit," kata Ucup.
"Tapi kamu harus makan biar bisa minum obat, kalau kamu gak makan gimana mau minum obat?" tanya Gustaf.
"Aku gak usah minum obat," jawab Ucup.
"Apa kamu mau terus sakit kayak gini?" tanya Gustaf.
"Ya gak lah, aku cepat sembuh. Sakit itu gak enak rasanya." Ucup dengan wajah yang lesu mengatakan itu kepada Gustaf.
"Nah kalau kamu mau cepat sembuh kamu itu harus makan biar bisa minum obat," kata Gustaf.
Mereka mendengar suara motor yang berhenti di depan rumah Ucup.
"Iya, coba kamu lihat itu motor siapa?" Ucup yang sedang mengalihkan pembicaraan.
"Gak mau paling-paling itu Feri." Gustaf yang engan untuk beranjak dari tempat duduknya.
Setelah memikirkan motornya di sebelah motor Ucup.Feri turun dari motor sambil membawa dua buah kantong plastik. Feri berjalan ke arah rumah Ucup sambil meneteng kantong plastik di tangannya.
"Assalamu'alaikum." Feri yang sudah berdiri di depan pintu rumah Ucup.
__ADS_1
"Walaikumsalam, langsung masuk aja." Gustaf dan Ucup menyuruh Feri untuk masuk ke dalam rumah.
"Baiklah aku masuk." Feri berjalan masuk ke dalam rumah Ucup sambel meneteng kantong plastik.
"Kamu bawak apa?" Gustaf langsung berdiri melihat Feri membawa dua buah kantong plastik.
"Ini aku bawak makanan buat makan siang kita." Feri berhenti berjalan karena Gustaf sudah berdiri di hadapan nya.
"Apa di ke dua kantong plastik itu berisi makanan?"tanya Gustaf.
" Tidak, di plastik yang satu itu isinya obat buat Ucup," jawab Feri.
"Kamu kok masih berdiri di situ sini duduk di sofa." Ucup menyuruh Feri untuk duduk di sofa.
"Kalau gitu aku ke dapur dulu." Gustaf yang hendak berjalan meninggalkan ruangan tamu.
"Kamu mau ngapain kedapur?" tanya Feri.
"Aku mau ngambil piring, sedok dan air minum buat kita." Setelah mengatakan itu Gustaf berjalan pergi meninggalkan ruangan tamu.
"Baiklah." Feri yang melihat Gustaf sudah pergi dari hadapan lalu dia berjalan ke arah sofa. Feri duduk di sofa yang sama dengan Ucup.
"Kamu beli makanan apa?" tanya Ucup.
"Wah kayak enak nih nasi padang." Ucup yang penasaran akhirnya membuka kantong plastik yang berisi makanan, dia melihat tiga bungkus nasi padang.
"Aku tahu kamu pasti belum makan siang kan?" tanya Feri.
"Iya,kamu tahu dari mana?" tanya Ucup.
"Aku tahu ajalah," jawab Feri.
"Kalian lagi ngobrolin apa?" Gustaf yang sudah berada di ruangan tamu sambil membawa piring, sendok dan sebuah botol yang berisi air putih.
"Cepat sini piringnya aku udah lapar nih." Feri menyuruh Gustaf untuk segera menghampiri dia soalnya Feri membutuhkan piring untuk makan.
"Nih piring." Gustaf segera berjalan ke arah Feri dan Ucup. Gustaf yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua lalu dia memberikan piring tersebut kepada Feri terlebih dahulu baru Ucup.
Saat mereka sudah hendak mau memakan nasi padang yang sudah berada di dalam piring tiba-tiba seorang masuk ke dalam rumah tanpa mengucapakan salam.
"Wah pada mau makan ya." Seorang tersebut langsung menghampiri mereka yang sedang duduk di bawah sofa.
__ADS_1
"Zai kalau masuk kerumah itu ngucapin salam dulu jangan nyelonong kayak gitu." Ucup melihat ke arah seorang yang sedang berjalan ke arah Ucup dan teman-temannya. Seorang tersebut ialah Zai adek nya Ucup.
"Assalamu'alaikum abang." Zai menyalim punggung tangan Ucup, Gustaf dan Feri secara bergantian.
"Walaikumsalam, " jawab mereka secara serentak.
"Kebetulan banget aku juga lapar nih abang."Zai yang duduk di samping Ucup.
"Sana kamu cuci tangan dulu sekalian kamu bawa mangkok yang berisi air." Ucup menyuruh Zai untuk mencuci tangannya.
"Untuk apa aku bawak mangkok berisi air abang?" Zai yang sudah berdiri dari tempat duduk.
"Untuk cuci tangan," jawab Ucup.
Zai berjalan sambil membawa tas ransel di punggung nya, dia masuk ke dalam kamarnya setelah berada di kamarnya dia melepaskan tas ransel dari punggung di meletakkan tas tersebut di atas meja belajar.Dia bergegas berganti pakaian mengunakan baju kaos dan celana pendek.
Zai sudah berada di ruangan tamu sambil membawa mangkok yang berisi air.
"Lah abang kok belum pada makan?" Zai meletakan mangkok tersebut di atas meja, Zai duduk di samping Ucup.
"Kita semua menunggu kamu," jawab mereka serentak.
"Nah aku udah di sini, mari kita makan sekarang."Zai yang tangan sudah dekat dengan nasi yang berada di piring.
Plak......... Plak
"Baca doa sebel makan dulu baru makan." Ucup sengaja memukul tangan Zai, agar Zai membaca doa sebelum makan dulu baru makan.
"Awww, sakit abang main pukul aja kan bisa abang ngomong gak usah pakai mukul tangan aku." Zai meringis kesakitan karena tangan di pukul oleh Ucup.
"Maaf abang sengaja tadi." Ucup berbicara dengan wajah tanpa merasa bersalah kepada Zai.
"Hahahaha, biasa orang bilang itu maaf tidak sengaja ini malah bilang maaf sengaja." Feri yang tertawa terpingkai-pingkai melihat Ucup yang mengaku sengaja memukul tangan Zai.
"Nah kan emang abang Ucup itu tega benar ama aku abang Feri," kata Feri.
"Sudah-sudah kalian mau makan atau ngobrol?"tanya Gustaf.
"Makanlah," jawab Ucup, Feri dan Zai serentak.
"Lebih baik kita makan sekarang," kata Gustaf.
__ADS_1
Setelah membaca doa sebelum makan mereka memakan nasi berserta lauk yang ada di dalam piring mereka makan mengunakan tangan kanan. Sedangkan Ucup dan Zai makan sepirig berdua.
...~ Bersambung ~...